Nareswara_Febry_PBTY03 Nareswara_Febry_PBTY01

Nareswara Perkenalkan kombinasi musik modern dan etnik.

Senang bisa tampil dipanggung utama dalam perayaan imlek kota Yogyakarta yang dikemas dalam nama  Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta  (PBTY) yanag telah memasuki tahun ke – 12. Event ini diselenggarakan pada tanggal 5 – 11 Februari 2017 di Kampoeng Ketandan Malioboro Yogyakarta. PELANGI BUDAYA NUSANTARA adalah tema yang dipilih, karena Pelangi dianggap bisa mewakili budaya Indonesia yang beraneka ragam suku dan budaya, dan menjadi semakin indah saat di persatukan dalam ke-Bhinneka-an. Event ini sudah bukan lagi di anggap sebagai event etnis tertentu namun menjadi event untuk segenap lapisan masyarakat dan menjadi salah satu ikon pariwisata kota Yogyakarta. Sesuai dengan tema “PELANGI BUDAYA NUSANTARA”, tahun ini Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta akan menyajikan berbagai macam Budaya Nusantara untuk ditampilkan di Panggung Utama dan Karnaval Budaya. Dalam acara ini, juga banyak  melibatkan artist lokal Yogyakarta maupun manca yang menampilkan pertujukan baik tarian, musik, dan lain sebagainya.  Salah satu artist lokal Yogyakarta yang ikut tampil di panggung utama PBTY ke – 12 pada hari ke dua (6 Februari 2107; pukul 19.40 WIB) adalah Nareswara.

Nareswara merupakan group musik indie yang di gawangi oleh Febry seniman muda asal kota Wonogiri yang tinggal di Yogyakarta. Febry Nareswara  mengakau sangat senang dan bersyukur karena sudah di percayakan panitia untuk ikut ambi bagaian dalam acara PBTY tahun ini. Di panggung utama  PBTY ke -12, Nareswara menampilkan 1 karya musikalisasi puisi yang berjudul “Semesta” dan 2 karya lagu yang berjudul “Ransel Sejati” & “Suara Bumi”(instrumet). Untuk memperkuat tema “Pelangi Budaya Nusantara” PBTY ke-12, Nareswara menampilkan kombinasi  musik modern dan etnik dalam format full band,alat nya anatara lain ada gitar elektik, gitar akustik, bass, drum, rebana, toleat ( alat tiup etnik subang Jawa Barat ), Kiowa ( american native flute ), tin whistle , selain itu aksesoris pendukung  bahkan kostum etnik juga Nareswara pakai sebagai  ciri khas.

Suasana sempat berubah menjadi hening dan adem ketika  Nareswara  mulai tampil, tak tau kenapa seketika audiance seperti hanyut pada suasana dan karya-karya Nareswara. Dan setelah lagu terakir selesai  secara serentak audince memberi aplause meriah kepada Nareswara  dan ketika  turun panggung Nareswara mendapat sambuat hangat  baik di kalanagan media, penggemar, atau masyarakat yang datang . Salah satu orang  yang datang ke acara PBTY ke -12  dan menyaksikan penampilan Nareswara adalah Pak  Sutrisno, beliau berkomentar  “ Saya merinding melihat dan mendengar penampilan Nareswara, terus terang saya  langsung bisa memahami  keanekaragaman budaya  dan makna di dalam nya,  semangat berkarya ya, janagn takut salah kalian muda berbakat “, Baik Pak ,,, terima kasih sebelumna sudah mampir  dan mengapresiasi karya kami “ujar Febry Nareswara.  Febry juga sempat bilang untuk persiapan mulai dari latiahan, kosep, dan materi pun disiapkan dengan mateng jauh hari sebelum acara PBTY ke-12 sehingga harapannya ketika Nareswara tampil sudah terlihat siap, selain itu Febry juga menanggapi bahwa Panggung PBTY ke-12 ini merupakan panggung istimewa  terbukti dengan apa yang di siap kan panitia mulai dari panggung, lighting, sound, dokumentasi, media  ,dan lain sebagainya sungguh luar biasa, jadi sayang banget jika tidak dapat tampil dengan maksimal. Ya harapan Narewara semoga acara tahuana ini tetap terus diadakan dengan konsep yang  lebih gila lagi dan berbeda dari yang lain,semakin banyak orang yang terlibat, dan semoga lewat acara ini kita semakin di persatukan dari berbagai macam perbedaan entah agama, suku, budaya, starata sosial dan lain sebagai nya.  Pokok nya langgeng dan  sukses terus lah buat PBTY tahaun selanjutnya . Salam dari kami Nareswara samapai bertemu di acara PBTY tahun selanjutnya ya.

 

instagram : nareswara_official

Related Blogs

    Share