MSIMy Secret Identity merupakan band Indie pop asal Bogor yang berdiri pada tahun 2004. Album
yang diberi judul “Bittersweet and Those in Between” ini merupakan rangkuman dan rekam jejak dari karya-karya mereka setelah 12 tahun malang melintang di scene musik lokal. Proses perekaman album ini berjalan cukup lama dan memakan waktu 3 tahun lamanya dikarenakan kesibukan masing- masing personelnya, formasi teranyar dari grup ini antara lain: Ade Pujarama (Gitar), Adi Adriadi (Bass), Billy Irian (Drums/Percussions), Indra (Gitar/Bass Gitar), Resky Machyuzar (Synthesizer/Keys), Ricky Herdiansyah (Vokal/Gitar). “Bittersweet And Those In Between” dirilis dalam format kaset pita dan cakram padat oleh Tromagnon Records.

Liner Notes Oleh: tahu88

Pernah ada suatu masa dimana scene musik independen Bogor sangat berwarna dan variatif. Masa yang sangat indah bagi saya kala itu yang masih berseragam SMA. Gelaran demi gelaran lokal
Bogor disambangi untuk memuaskan dahaga saya akan musik. Saya masih ingat bagaimana dibuat tercengang oleh band-band seperti Douet Mauet’s, The Safari, Her Spring Holiday, Daylight, The Nova, Elora, dan tak terkecuali My Secret Identity. Kehadiran mereka pada pertengahan 2000-an merupakan sebuah anomali di tengah kukungan scene musik Bogor yang hingar bingar oleh musik Metal dan Punk. Saya merasa sangat beruntung bisa menikmati era kejayaan Indie Pop/Indie Rock/Alternatif Bogor saat itu.

Kembali ke masa sekarang, apa yang anda pegang saat ini adalah buah karya dari salah satu eksponen Indie Pop/Indie Rock/Alternatif Bogor era 2000-an, My Secret Identity. Terbentuk pada tahun 2004, My Secret Identity memang bukan band pertama yang memainkan musik Indie Pop di Bogor, mereka tidak pernah wara-wiri secara masif di setiap pagelaran musik, tetapi mereka adalah salah satu penanda keberadaan musik Indie Pop di Bogor, salah satu yang bertahan hingga saat ini walaupun bongkar pasang personil harus dilakukan dan hanya menyisakan Ricky Hendriansyah sang vokalis sebagai satu-satunya member orisinil. Mereka adalah salah satu yang paling siginifikan dan tepat untuk menggambarkan bagaimana seharusnya musik Indie Pop dimainkan; muram, hangat, bersahaja, dan naif, hal ini dapat anda dengar pada “Bittersweet and Those In Between”.

Sebagai sebuah album penuh, “Bittersweet and Those In Between” adalah penyegar di tengah

‘kekeringan’ yang melanda scene Indie Pop/Indie Rock/Alternatif Bogor. Corak sound Indie Pop yang mereka suguhkan menyiratkan perasaan lega, bagai sebuah pelukan di tengah rutinitas yang dingin dan mencekik. Dilain waktu, lirik gelap mereka hadirkan tanpa harus terkesan ‘sakit’ dan menjadi ‘pesakitan’, nuansa yang mereka bangun begitu elegan dan tidak murahan. Ada suatu sisi yang tanpa sadar mengingatkan kita akan era 90-an yang romantis dan naïf secara bersamaan, juga bauran akustik teduh dengan vokal lembut sedikit berbisik. Ada banyak perwujudan dalam vokal Ricky

yang sedikit muram, terkadang ia bisa dingin juga hangat dalam satu waktu dalam menyampaikan kegelisahannya, pun diperkuat oleh pola aransemen yang sangat mendukung terciptanya hal tersebut. Perasaan sentimentil yang muncul setelah mendengarkan album ini merupakan bonus spesial yang manis untuk dinikmati, istilah “lemesin aja jangan dilawan” mungkin cocok untuk mendeskripsikan perasaan ini. Berisikan 7 lagu baru, 2 lagu lama, dan 1 lagu cover version dari grup chiptune/bitpop Bogor Turbo Blip, “Bittersweet and Those In Between” bagai seorang kawan lama yang datang kembali dan menjadi bijak setelah 11 tahun ditempa pengalaman. Album ini adalah awal baru bagi My Secret Identity untuk terus bertahan dan tak tergerus zaman, untuk sekali lagi menjadi anomali di tengah kukungan rasa bosan.

“Mencoba meng-eksplor sound-sound gitar diluar tradisi sound gitar ciri khas mySecretidentity yang kental dengan ambient, menjadi tantangan tersendiri. Hasilnya cukup menyegarkan, semoga” ujar Ade Pujarama gitaris.

“Karakter yang berusaha dibangun tidak lagi dibalut dengan nuansa yang melulu gloomy, lebih dinamis, utuh. Inginnya penikmat album kami masing-masing punya satu lagu favorit yang berbeda” imbuh Adi Adriadi gitaris.

“Sebagai personil baru otomatis ada pengaruh baru yang saya bawa. Meski demikian, lagu-lagu band ini sangat familiar ditelinga, sehingga dalam waktu yang singkat bisa saya terjemahkan dan nikmati” sedikit menambahkan Billy Irian penabuh drums.

“Lebih dari 3 tahun bukan waktu yang sebentar. Selama proses produksi semangat kami memang naik turun, apalagi masing-masing personil lumayan sibuk, kami sempat pesimis. Sekarang produksi telah selesai dan hasil materi-materi pilihan yang kami masukkan kedalam album menjadikan semuanya sepadan” ujar Indra bassist.

“Selama Ricky masih menjadi vokalis band ini, saya rasa suara apapun yang menjadi musik dalam lagunya, band ini tak akan kehilangan akar. Sangat bersemangat untuk menggarap album-album kami berikutnya. Beberapa lagu baru sudah kita siapkan” ujar Resky, Synthesizer/Keys.

“Album ini ialah manifestasi sebuah perjalanan yang dirintis bersama kawan-kawan terdekat sejak tahun 2004. Sebuah album perdana yang sangat personal nilainya bagi saya. Terlepas dari segala kekurangannya, ada perasaan lega yang menyelimuti. Seperti menemukan kembali mainan kesayangan yang hilang” ujarnya sambil tersenyum Ricky, Vokal/Gitar

Lagu berjudul “Every Summer” terpilih menjadi single pertama album ini, lagu ini bisa didengar di kolom SINGLE FIGHTER (kanan atas webzine ini) dan diunduh secara gratis di tautan dibawah ini:

Link: https://soundcloud.com/tromagnonrecs/every-summer


Related Blogs

    Share