morrissey-autobiography-presentation-650-430

10 kunci yang diambil dari Moz tell-all, dari mulai perasaannya tentang the Smiths dan hubungan serius pertamanya, sampai saat dimana ia hampir mendapat peran dalam serial “Friends”.

Dipublikasikan di UK minggu lalu, “Autobiography” adalah kisah hidup Morrissey yang sudah ditunggu sejak lama, ditulis dengan caranya sendiri yang tidak dapat ditiru siapapun, dan  menjelaskan segalanya tentang perpecahannya dengan Band legendaris The Smiths (“semuanya terjadi secepat, dan se-emosional kalimat ini untuk menjelaskannya”) dan hubungannya dengan kehidupan cintanya. Ini dia 10 kunci yang diambil dari buku baru Moz.

  1. Johnny Marr (sebagian besar) memicu kemarahan Morrissey // “Ini adalah masalah menemukan dirimu sendiri dalam kepemilikan satu aset penting yang tidak dimiliki orang lain tapi ini adalah kebutuhan,” tulis Morrissey tentang salah satu rekan dalam band The Smiths juga partner dalam menuris lagu. “Pada tahun 1982, Johnny terlihat di Kings Road sangat rapi dan hampir terbawa oleh semangatnya sendiri untuk menulis lagu yang bermakna,” kenang penyanyi ini tentang perkenalan terhadap perubahan hidupnya di rumah orang tua Morrisey. Kemudian ia mendeskripsikan Johnny Mar sebagai “bakat yang luar biasa dan membebaskan”.
  2. Drummer The Smiths — Mike Joyce, tidak pergi begitu saja // Dijuluki “Joyce Iscariot”, sebagian besar kemarahan Morrissey yang ‘tidak berarti’ ini disimpan untuk mantan drummer The Smiths, yang terkenal telah memenangkan kasus di pengadilan pada tahun 1996 atas kasus penghasilan yang belum dibayar. “Keuangannya tidak tersisa, Joyce memutuskan untuk kembali kepada mereka yang telah berbaik hati padanya di masa lalu…” “kutu yang mencari anjing”, ujar penyanyi tentang mantan rekan satu bandnya itu. “Setiap orang membunuh hal yang ia cintai, dan Joyce membunuh The Smiths”, Morrissey menduga, sepertinya ini benar-benar menghentikan rumor untuk reuni.
  3. Morrissey disentuh secara tidak pantas oleh gurunya // “Belligerent ghouls run Manchester schools,” dinyanyikan oleh Moz dalam The Smiths classic track “The Headmaster Ritual”. Tidak mengherankan, Moz melukiskan gambaran suram saat ia masih menempuh pendidikan di  St Mary’s Secondary Modern School di Stretford, Greater Manchester, menghukum gurunya tersebut dengan “pendisiplin kejam yang terkenal”. Begitulah, bagaimanapun, deskripsi mengerikan tentang gurunya seperti menggosok krim anti-inflammasi pada pergelangan tangannya yang telah memcapai headlines. “Pada umur 14 tahun, saya mengerti tentang maksud dari usapan lembut dan sensual yang sesungguhnya tidak perlu, dengan matanya yang tetap menatap mata saya,” tulis Morrissey tentang gurunya, yang kemudian gurunya itu mendekatinya setelah mandi dan meminta untuk melihat bekas luka di perutnya. “Tetapi matanya menatap lebih rendah… dan untuk pertama kali kamu dipaksa umtuk menganggap dirimu sendiri sebagai ‘hadiah’, atau hasil tambang”.
  4. The Smiths bisa datang dari Denver // Selama akhir 1970-an, beberapa tahun sebelum The Smiths terbentuk, Morrissey melakukan beberapa perjalanan menuju U.S untuk bertemu dengan saudara perempuannya — Mary, yang meninggalkan Machester pada tahun 1969. Ini merupakan salah satu kunjungan “tujuh minggu” ke Denver, Colorado dimana sang calon penyanyi ini bergerak mencari kaki tangan untuk mengembangkan musiknya.  “Saya gegabah memasang iklan di Rocky Mountain News yang tidak berguna dalam mencari rekan musisi sebagai tunggangan keputusasaan atas keputusasaan,” tulis Morrissey. “Saya melamar perkerjaan di Pathmark yang mengerikan hanya untuk ditolak, hanya mutant tak berkepala yang dipekerjakan… Saya tak bisa lagi membebani Mary dengan pundak granit saya yang berat, dan dengan sedih hati saya kembali ke Manchester yang tidak memiliki toleransi.”
  5. Hubungan serius pertama Morrissey terjadi saat ia berumur 35 tahun, dengan seorang pria // “Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, ‘aku’ yang kekal berubah menjadi ‘kita’,” tulis Morrissey tentang “angin puyuh”-nya, hubungan selama dua tahun dengan seorang photographer — Jake Owen Walters, yang dimulai saat penyanyi ini berusia pertengahan 30. “Secara sosial, kami selaras dengan intimasi intuitif dan berkomunikasi penuh melewati kerumunan dengan kedipan rahasia, mengedipkan mata, atau mengangkat alis; mata yang melebar secara bersamaan. Dan Jake bisa tiba-tiba ada diluar dengan mesin menyala, kemudian aku diam-diam pergi. Tidak akan ada rahasia pada tubuh atau fantasi; dia adalah aku dan aku adalah dia.”
  6. Morrissey kemudian terfikir untuk menjadi seorang ayah // “Kami mendapatkan tempat tinggal bersama hampir tanpa kami sadari,” ucap Morrissey tentang putrinya Tina Dehghani yang lahir di Iran, berdarah Los Angeles, yang ia lukiskan penuh cinta sebagai “konstan seumur hidup” dan Tina merupakan salah satu dari empat nama yang dikreditkan di bagian ucapan terima kasih di bukunya  (“level selalu”). “Tina dan saya berdiskusi tentang aksi yang tidak terpikirkan untuk memproduksi miniatur monster yang bisa mendesis,”  ini adalah bagaimana Morrissey menggambarkan masa lalu dengan prospek yang menakutkan tentang Moz junior ‘memasuki’ dunia. Asal-usul dan kesimpulan dari pembicaraan ini berpotensi menarik dan diserahkan sepenuhnya kepada imajinasi para pembaca.
  7. Dunia ini penuh dengan orang-orang yang sungguh-sungguh membosankan (Dan Morrissey adalah salah satu dari mereka) // Ketika porsi besar dari  “Autobiography” dibuat untuk ketertarikan dan hiburan pembaca, 50 halaman atau lebih didedikasikan secara eksklusif untuk kasus pengadilan tahun 1996 atas royalti yang belum dibayar akan menguji kesabaran kebanyakan Moz-ophile yang berdedikasi. Disampaikan dengan malas namun menarik tentang detail proses hukum yang dipimpin oleh Hakim John Weeks untuk penghargaan dalam mendukung Joyce dan Bassist The Smiths — Andy Rourke, kepahitan dan tangisan tanpa henti tentang ketidak-adilan memprovokasi sedikit simpati Morrissey, hanya kebosanan.
  8. Morrissey menjadi figuran dalam serial “Friends” // Diundang oleh label dari U.S yang akan menjadi labelnya kemudian, Reprise Records, untuk hadir dalam pengambilan gambar sitkom NBC — “Friends”, Morrissey mendapat sebuah penawaran yang tidak bisa ditolak: “Semua pemerannya ramah, dan saya tiba-tiba dibawa ke samping oleh scripwriter dan bertanya apakah saya mau melompat ke plot-line baru dimana saya muncul dengan karakter Phoebe di Central Perk Dinner, dimaa saya diminta untuk bernyanyi” dengan suara yang putus asa. “Dalam beberapa detik setelah penawaran itu, saya melarikan diri melalui tangga darurat seperti ular, dan itu adalah selamat tinggal kepada Hollywood lagi.”
  9. Penyanyi ini hampir diculik di Mexico // Mengikuti “nuthouse insane” show di Tijuana pada tahun 2007, Morrissey dan semua rekannya masuk ke dalam mobil untuk membuat “empat menit melewati perbatasan U.S”. Dua puluh menit kemudian, masih di Mexico, supir mereka tiba-tiba berbelok keluar dari jalan bebas hambatan. “Pengawalku menawarkan untuk berhenti, dan aku melompat keluar mobil saat mobil masi melaju” cerita Morrissey, yang percaya bahwa “Hal sepele seperti saya, yang merenggut hari ini adalah saya, diorganisir oleh orang yang jelas tidak menyadari bahwa nilai jual saya tidak akan meraup uang cukup banyak untuk memberi makan keluarga yang beranggota lima tikus karpet.” Lalu kemudian, supirnya itu mungkin tersesat.
  10. Ketika muncul sindiran tajam, Morrissey tetap raja // “Miss Redmond sudah tua, dan tidak akan pernah menikah, dan akan mati berbau loteng,” ujar penulis guru sekolah dasarnya – hanya satu yang beredar diantara ratusan yang menjadi subjek gigitan mengoyak dari Morrissey. Yang lain, termasuk David Bowie, yang “diberi makan dari darah mamalia yang hidup,” penyanyi British punk — Siouxsie Sioux  (seorang “blancmange fisik yang enam bagian Kate O’Mara, dua bagian Myra Hindley dan dua bagian Fenella Fielding”), dan “the Duchess of nothing” Sarah Ferguson: “gumpalan warna oranye yang keluar dari gaun berbusa.”

morrissey-autobiography-510

 

Share