Mocca-Lima-Photo_Jovy-Aidil-AkbarMocca merilis album baru berjudul “Lima” pada tanggal 28 Februari 2018. Bagi para personel Mocca, album keLima”  ini mengingatkan kembali pada masa menggarap album My Diary. Masa-masa yang menyenangkan karena Arina Epiphania, Riko Prayitno, Achmad Pratama, dan Indra Massad begitu intens bertemu, membahas, dan mengawal penggarapan musik. “Saya lihat di sini semuanya semangat, excited, dan kami sering ketemu bareng di studio untuk memeriksa hasil rekaman. Buat kami itu menyenangkan sekali” kata Riko mengomentari penggarapan album Lima.

Album ini lahir selang tiga tahun setelah album terdahulu, Home. Mocca menyiapkan delapan lagu baru untuk dinikmati Swinging Friends (nama untuk fans garis keras Mocca) ataupun para pendengar baru. Lagu di album “Lima” dihadirkan beda dari album-album sebelumnya. Sepenuhnya Mocca menggunakan lirik dalam Bahasa Indonesia. Ini merupakan pertaruhan dan suatu percobaan bagi Mocca karena mereka belum pernah melakukannya sedrastis ini diumur 19 tahun berkarya.

Untuk membantu kelancaran penulisan lirik, Mocca banyak mendengar penyanyi-penyanyi baru yang menulis lagu dalam Bahasa Indonesia. “Kayak Danilla gitu, kami dengerin banget,” ungkap Riko. Satu hal yang ditakutkan Mocca ketika menulis lirik Bahasa Indonesia adalah syairnya jadi terlalu berbunga-bunga. Kalau tidak cermat memilih kata, mudah sekali jatuh dalam kecenderungan menulis lirik yang terlampau manis.

Mocca-Lima-Artwork

Inspirasi Mocca dalam membuat lagu bukan semata-mata kisah cinta tetapi juga tentang situasi belakangan ini yang seringkali jadi ganjalan di hati. “Sebenarnya banyak tema-temanya yang agak murung. Bicara tentang patah hati. Sebenarnya itu bicara tentang Indonesia yang rasanya banyak perbedaan. Jadi ini bicara tentang situasi kekinian tapi dengan caranya Mocca,” ujar Riko.

Mocca kali ini dibantu oleh Mondo Gascaro yang berperan sebagai produser. Ia terlibat hampir di semua lagu, memberi arahan mixing juga memberi ide isian-isian instrumen lain seperti brass section. Dalam hal instrumentasi, Riko mengakui besar sekali keinginan untuk mengelaborasi aransemen jadi lebih lebar dan mewah dengan tambahan string dan brass section. Tapi semua keinginan itu dengan sadar diredam oleh Mocca. “Kami inginnya apa yang didengar di album sama dengan apa yang kami mainkan di panggung nanti,” kata Riko.

Dalam album “Lima” ini Mocca mengajak Gardika Gigih dan Achi Hardjakusumah untuk berkolaborasi dalam lagu ‘Ketika Semua Telah Berakhir’. Selain kedua musisi tersebut, Mocca pun melibatkan Swinging Friends, Kelas Mocca, dan Peneduh Bandung untuk mengisi suara latar pada lagu ‘Teman Sejati’.

Album “Lima” dirilis dalam bentuk cakram digital (CD) sedangkan versi digitalnya akan dirilis 9 Maret 2018. Single pertama dari album ini ‘Teman Sejati’ sudah dirilis pada tanggal 14 Februari 2018. Video liriknya bisa dinikmati di channel Youtube Mocca dan berbagai toko musik digital.

Related Blogs

    Share