ORE-Carpentier-Kitchen-002
Carpentier Kitchen, nama ini mungkin tidak asing lagi bagi kalangan anak muda Surabaya. Sebuah cafe yang masuk pada salah satu daftar tempat makan paling nyaman di Surabaya, baik untuk hangout maupun meeting. Kali ini, Mave berkesempatan untuk menyambangi — dan menikmati suasana serta makanan di Carpentier Kitchen.
Jauh-jauh dari Bali, Mave berkesempatan berkunjung ke Surabaya hangout ke cafe hits nan kekinian yang terletak di pusat kota, yakni di Jalan Untung Suropati No.83. Sesaat setelah sampai, Mave disambut oleh petugas valet parking, sebuah layanan yang disediakan oleh Carpentier Kitchen karena cafe ini tak pernah sepi pengunjung. Good service sih, karena kalau kita datang di waktu-waktu makan atau weekend kita pasti akan kesulitan mendapatkan tempat parkir, dan mau tidak mau harus berjalan jauh. Tapi tenang, dengan layanan valet parkir ini, kamu tidak perlu bersusah-susah lagi.
Masuk ke area teras, Mave disambut dengan suasana seperti rumah sendiri. Dari luar sudah terasa ambience-nya yang klasik banget, vintage, dan enak deh buat nongki-nongki. Begitu masuk ke dalam, seperti dugaan awal Mave langsung dimanjakan dengan nuansa tropical industrial dengan sentuhan vintage. Pada bagian depan, kamu akan menemukan ORE STORE, fashion outlet yang menjual local brand sekaligus premium apparel. Memang, Carpentier Kitchen dan ORE STORE ini terletak pada satu bangunan dan justru menambah keunikan cafe ini. Tidak lupa, pada bagian kiri pintu masuk Mave juga sudah disambut dengan area coffe dan cake bar yang memanjakan mata.
Sedikit masuk ke dalam ke area tengah, kita sampai pada bagian Carpentier Kitchen, hal pertama yang Mave lihat adalah gabungan nuansa vintage dan artsy yang kental di interior ruangannya. Didukung dengan meja kayu dan minimalis yang meruntuhkan kesan kaku. Pada area tengah ini, terdapat pula beverages bar yang sekaligus digunakan untuk pembatas antara area tengah dan belakang.
Lanjut ke area belakang, Mave menemukan area kitchen dengan lukisan CARPENTIER pada dinding bagian atas. Gedung kitchen ini dulunya merupakan gardu listrik pada zaman Belanda. Maka jangan heran jika melihat bangunan kitchen ini terlihat besar dan kokoh. Di sini, kamu akan merasakan suasana tempat makan yang asri dengan aneka tanaman yang merambat di tembok kafe. Meja dan kursi yang ditempatkan pada area outdoor, cocok bagi kamu yang ingin bersantap sambil menikmati ketenangan di tengah kota.
Tak berhenti disini saja, Mave beralih menuju ke lantai dua Carpentier Kitchen. Di lantai atas ini merupakan area hobbies. Interior yang tersedia masih sama dengan area bawah, namun didukung dengan beberapa pajangan fashion seperti baju dan sepatu. Terdapat pula panggung kecil yang bisa digunakan oleh teman-teman yang ingin menampilkan karyanya. Di lantai atas ini, juga terdapat area “berjemur”, yaitu area kecil yang dengan leluasa terkena paparan sinar matahari. Dengan atap kaca yang transparan, area ini ditujukan bagi pengunjung yang tidak terlalu suka dengan AC, bisa nongki-nongki sembari berjemur menikmati hangatnya sinar matahari.
Setelah selesai tour berkeliling Carpentier Kitchen, Mave memilih duduk di area tengah yang cukup hangat terkena paparan sinar matahari, namun tetap terasa sejuk. Sambil menunggu pesanan datang, Mave juga sekaligus “cuci mata” mengeksplorasi barang-barang yang dijual di ORE STORE.  Jadi, selagi nongki-nongki, kita juga bisa lihat-lihat barang-barang elegan yang dijual ORE STORE. Barang-barangnya cukup uptodate dan classy, mulai dari shoes, shirt, dressglasses, bag and wallet dan sebagainya.
Sembari melakukan kegiatan “cuci mata”, akhirnya pesanan Mave datang juga. Dari berbagai hidangan yang tersedia, Mave memesan menu makanan Baked BBQ Chicken, Grilled Chicken with mushroom sauce, Penne and Cheese ala Carpentier serta menu minuman Summer Mango dan Summer Cold Brew. Okey, mari kita breakdown satu persatu.
First, Baked BBQ Chicken, hidangan daging ayam yang dipanggang dan dibaluri saus barbeque. Kenyang sih yakin, 250 gram daging ayam ditambah dengan mashed potato, dan beberapa sayuran seperti brokoli, tomat dan wortel. Rasanya? tidak usah ditanya lagi deh, mantap banget. Gurihnya daging ayam dan mashed potato dipadu dengan saus barbeque yang manis, nikmat tiada tara. Oh iya, untuk pilihan potato bisa juga memilih french fries atau potato wedges.
IMG_20181026_105909
Grilled Chicken with mushroom sauce. Okey, ini memang tidak sebesar Baked BBQ Chicken tapi cukup mengenyangkan. 150 gram daging ayam tanpa tulang dibaluri dengan mushroom sauce yang creamy, juara! Serius deh, homemade mushroom sauce ala Carpentier Kitchen ini juara banget. Daging ayam yang juicy dan potongan jamur dipadu dengan mushroom sauce dan sayuran pelengkap, nagih banget, rasanya pengen nambah sausnya terus menerus. Buat kamu yang mungkin tidak terlalu suka mushroom sauce, tersedia juga beberapa pilihan saus seperti barbeque sauce dan brown sauce.
Last but not least, Penne and Cheese. Makanan ini memang menjadi menu spesial dan homemade dari Carpentier Kitchen. Beda dari penne and cheese biasanya, Carpentier Kitchen menggunakan tiga jenis keju yang berbeda dalam hidangan ini. Bagi kamu para penggemar keju, wajib banget pesan menu ini. Kejunya berasa banget, sangat memanjakan lidah. Mungkin bagi kamu yang tidak terlalu suka keju tidak terlalu cocok sih, tapi kalau mau coba boleh banget.
Untuk menu minumannya, Summer Mango ini sekilas hampir sama seperti minuman mangga ala Thailand gitu deh, tapi Summer Mango homemade ala Carpentier Kitchen ini beda karena made by order, jadi mangga yang digunakan masih terasa segar. Untuk menu minuman kedua yaitu Summer Cold Brew, rasanya masih membekas banget nih buat Mave. Kenapa? soalnya minuman ini merupakan kategori kopi, tapi rasanya menyegarkan, cocok banget buat cuaca panas. Summer Cold Brew ini adalah resep asli buatan Carpentier Kitchen dan tidak ada di cafe lain, isinya adalah campuran kopi, soda dan jeruk lemon. Kebayangkan segarnya?
Setelah menikmati menu dan suasana Carpentier Kitchen, Mave akhirnya menyematkan satu kata yang sekiranya cocok untuk Carpentier Kitchen, yaitu where the food meets fashion. Setuju?


Related Blogs

    Share