ALBUM REVIEW

radioheadRADIOHEAD
A MOON SHAPED POOL

Sejak kemunculan album The King of Limbs pada tahun 2011, sepertinya para fans Radiohead sudah tidak kaget lagi akan seperti apa album baru A Moon Shaped Pool -nya ini. Band ini hanya meneruskan dan mengeksplorasi hal-hal baru dan bebunyian yang harus dimasukan kedalam album baru nya ini. Otak jenius Thom Yorke dan anggota band lainnya sukses memainkan sajian musik experimental yang semakin matang di album ini. Dibuka dengan Single “Burn The Witch” yang lebih dulu dilempar, lagu ini seperti membawa kita menuju gerbang musik masa depan yang sedikit nge-beat, perpaduan musik electronic dan orchestra. Track berikutnya Radiohead mencoba dengan permainan musik yang semakin datar tanpa emosi ataupun distorsi. Hanya single “Desert Island Disk” yang mungkin akan akrab ditelinga para penggemar baru Radiohead, satu single dengan balutan folk akustik namun tetap dengan benang merah yang sama. Tidak perlu berlama-lama untuk memahami kejeniusan album dari band terbaik yang pernah ada. Yang disayangkan hanyalah orang-orang yang tidak memahami album ini.

strikesSTRIKES

THE PAST THE FUTURE AND THE PRESENT OF LIFE

Unit melodic hardcore asal Kuta Bali yaitu Strikes hadir dengan album full perdananya yang bertajuk The Past The Future and The Present of Life. Cukup lama sebenarnya menantikan para pemuda yang besar di Gang Poppies ini untuk merilis album perdana nya, setelah beberapa kali tertunda. Mendengar 10 track di album ini seakan membawa kita kembali ke hardcore era 80-an, 7 Seconds, Warzone dan Comeback Kid sangat mempengaruhi musik di album ini. Namun, band ini mempunyai suara ciri khas melengking dari sang vokalis Kijo yang membedakan band ini dengan yang lainnya. “Modern Life is Rubbish”, “Gone but Not Forgotten”, “Friends are Diamonds”, dan “Kita Kuat” beberapa track yang mampu menaikan tensi dan semangat jiwa anak muda ketika mendengarnya. “The Past The Future and The Present of Life” adalah sebuah album yang mampu mendobrak pakem band hardcore Bali !

ramayanaRAMAYANA SOUL

SABDATANMANTRA

Imajinasi seakan melayang, larut dalam alam bawah sadar kita, menerawang lalu menjelajahi jauh kedalamnya, ketika mendengar sebuah single “Mawar Batu” dari band spiritualisme/raga rock/psikedelia 60-an Ramayana Soul. Album Sabdatanmantra yang berisi 8 track ini, kaya akan warna musik spiritualisme, agama, budaya Timur dan animisme. Namun, mereka membumbuinya dengan sedikit rock psikedelia 60-an. Seperti di lagu “Alumunium Foil” yang diawal terbuai alunan instrumental yang adem dan tenang, tiba-tiba ditimpa oleh suara Angga yang berteriak lantang penuh kemarahan. Banyak aneka instrumen yang dimainkan di album ini, seperti sitar, harmonium, perkusi dan tabla. Hingga, makna penulisan lirik yang tersirat di album ini. Angga sebagai penggagas dari band Ramayana Soul, sukses membawa band ini menjadi satu dari banyaknya band di Indonesia yang ber-ekplorasi dengan musik jenis ini yang jarang ditemui di tanah air. Epic!

whiteWHITE CHAPEL

MARK OF THE BLADE

Jika mengaharapkan album Whitechapel sekarang dengan album pertama dan keduanya mereka, sepertinya salah besar. Entah sebuah pendewasaan musikalitas atau mungkin genre deathcore yang dulu mereka mainkan sudah tidak berimbang dengan umur mereka sekarang. Mark of The Blade adalah sebuah album seperti kebanyakan sebuah band lainnya ketika band tersebut mulai bertransformasi. “The Void”, “Tremors”, dan “a Killing Industry”, adalah beberapa single yang kental dengan riff-riff berat dengan tempo tidak secepat dulu. Malahan dalam single “Bring Me Home” seorang Phil Bozeman tampil dengan vocal clean yang sekilas mirip lagu “Snuff” dari Slipknot. Namun terlepas dari semua itu, Whitecapel hanya ingin merubah rasa saja, dan hal itu sangatlah wajar menimpa pada band manapun. Tak ada yang perlu disalahkan pada album ini. Hanya ada dua pilihan, nikmati atau abaikan.

 

Teks Adamxhole

Photo Istimewa

Related Blogs

    Share