mati

Tepatnya sekitar awal 2018 pria bernama lengkap Mas’aril Muhtadin memutuskan untuk memulai solo karir dengan nama panggung Mati Di Saturnus. Berawal dari keisengan untuk membunuh rasa bosan di sela aktifitas sehari-hari dengan bermain gitar, Aril (sapaan akrab) pun tak menyangka jika aktifitas di saat senggang itu berproses hingga beberapa lagu berhasil ia tulis dan ciptakan.

Semua mengalir begitu saja,” tutur Aril mengenai lahirnya Mati Di Saturnus. “Mungkin ini karena memang hasrat pribadiku yang selalu ingin membuat proyek musik tapi sampai sekarang belum menemukan partner yang cocok,” tambahnya.

Sejatinya Mati Di Saturnus bukanlah proyek musik pertama Aril. Sebelumnya pria asal kota Malang ini sempat tergabung dalam grup beraliran grindcore bernama Voice Of Throat yang kemudian berganti nama menjadi Drophate. Bersama band tersebut Aril dkk sempat melahirkan beberapa single dan terlibat beberapa proyek kompilasi, salah satunya kompilasi tribute untuk band grindcore veteran asal Malang, Extreme Decay, yang dirilis melalui Playloud Records. Namun, sayangnya kesibukan antar personil menjadi alasan utama mengapa bandnya itu berjalan lambat.

Besarnya hasrat untuk tetap bermusik itulah yang melandasi Aril untuk berani mengambil keputusan melahirkan Mati Di Saturnus meski sejak awal ia sadar jika proyek ini berangkat dengan hanya bermodalkan keberaniaan dan kesederhanaan.

Waktu awal aku benar-benar bingung karena gak tau perihal produksi rekaman, akhirnya nekat aja datang ke studio Virtuoso dan tanya apa bisa rekaman solo, eh dijawab sama operatornya ‘jangankan solo, kamu ngorok aja bisa’,“ kenangnya sambil tertawa mengingat kepolosannya.

Sejak itulah nama Mati Di Saturnus lahir, beberapa lagu berhasil ia rekam dan sempat ia sebar gratis kepada kawan-kawannya dengan memanfaatkan chat broadcast dan internet. Belum merasa puas, Aril mulai belajar mengenal alat dan perangkat lunak agar bisa merekam lagu sendiri di dalam kamar. Di penghujung tahun 2019, melalui netlabel Koalisi Nada, Mati Di Saturnus kembali merilis tiga lagu bebas unduh yang sudah ia garap secara mandiri di kamarnya.

Puncaknya adalah album bertajuk Balada Orang-Orang Piknik yang baru saja ia rilis di beberapa platform musik digital  – di mana album ini memuat beberapa karyanya terdahulu yang ia garap ulang secara mandiri; mulai dari rekaman, aransemen, hinggi instrument pengiring lainnya.

Balada Orang-Orang Pinik menjadi media Aril bersama Mati Di Saturnus untuk menyuarakan kegelisahan, kekhawatiran, dan ketakutannya terhadap kondisi sekitar yang ia rasakan dan lihat – yang menurutnya cenderung negatif dan mengalami kemunduran – melalui lirik sejujur-jujurnya dan sesuai batas kemampuannya.

“Intinya, melalui album ini aku mengajak pendengar karyaku untuk berempati bukan membenci sesama karena perbedaan,” harap Aril yang mengaku sedikit banyak terpengaruh oleh musisi macam Andy Shauf, Bob Dylan, Franky Shahilatua, Iwan Fals, Jason Ranti, hingga Silampukau.

Meski keseluruhan proses rekaman dikerjakan secara mandiri di rumahnya – sekaligus menjadi Studio Seni Kakasya (komunitas lintas disiplin seni; teater, tari, dan musik), Aril tak lupa banyak berterima kasih kepada orang-orang yang selama ini membekalinya ilmu pengetahuan seputar recording. Mulai dari Laga dari Virtuoso Studio dan Gigih dari AA Studio. Meski hanya bermodal alat perekam seadanya bahkan jauh dari standar, termasuk juga pengalaman dalam dunia rekaman, Aril mengaku puas dengan hasil yang ia garap. Kesederhanaan kualitas suara yang dihasilkan bahkan ia anggap bisa menjadi kelebihan dari album Balada Orang-Orang Piknik ini.

Ya album ini mungkin memang terasa jadul dan mungkin akan membawa ingatan para pendengar kepada lagu-lagu lawas dari dekade 80’-an,” ujarnya.

Album Balada Orang-Orang Piknik sudah dirilis dan bisa dinikmati di berbagai platform musik digital sejak 13 April 2020.

Ke depannya, setelah masa pandemi berakhir, Mati Di Saturnus berencana akan memproduksi album Balada Orang-Orang Piknik dalam wujud fisik. Termasuk rencana membuat acara pesta rilis kecil-kecilan. Kita tunggu saja kejutan dan kabar baik dari Mati Di Saturnus.


=======================================================================================

For more info

Instagram: @matidisaturnus

Twitter: @masarilmuhtadin

Free download: Balada Orang-Orang Piknik


Related Blogs

    Share