Manner-House-Look-1

Melanjutkan perjalanan dari EP pertama mereka A Reminder Not Just For Me, Maybe yang akan dirilis pada bulan November mendatang, Forgotten Sea hadir sebagai single nomor kedua dalam EP ini. Sebelumnya, pada tanggal 4 September 2020 lalu, nomor pertama telah mereka rilis pada seluruh layanan streaming music digital,  disusul kemudian dengan perilisan Official Music Video pada kanal YouTube mereka tanggal 19 September 2020. Nomor pertama bertajuk Please, Don’t Ever, Disappear hadir sebagai lagu pembuka dengan tema penyesalan dan pengharapan akan sebuah romansa di masa lalu, dimana lagu ini bercerita tentang rasa syukur atas memori indah yang tercipta atas sebuah hubungan. Kadang, untuk mensyukuri suatu hal, manusia membutuhkan sebuah momen yang kuat agar dapat mengembalikan ego pikiran kedalam batas terdalamnya, dimana rasa kemanusiaan bersemayam disana.

Bagaikan sebuah cerita, setiap orang memiliki suatu proses yang unik dalam menjalani kehidupan, yang dimana sebuah proses kontemplasi sangatlah dibutuhkan untuk menilai dan menimbang segala hal yang telah diberikan oleh ayat – ayat yang turun dari semesta. EP ini merupakan hasil kontemplasi yang bermuara kepada cara pandang/perspektif seorang manusia dalam menghadapai gelap dan terang, baik dan buruk, bahwa pada akhirnya manusia tidak benar – benar dapat menilai paradoks yang seringkali menghantui pikiran. Manusia hanya berusaha untuk mempercayai hal – hal yang telah disepakati bersama, dimana hal tersebut terkadang tidak selalu bisa menjadi suatu pembenaran atas sebuah tindakan.

Terlebih lagi, kondisi pandemi yang masih berlanjut hingga saat ini, sangat mempengaruhi hampir seluruh elemen masyarakat. Manner House pun memiliki beberapa kendala dalam melanjutkan pergerakannya, didalam kondisi yang hampir tidak terdapatnya pertunjukan sama sekali, merupakan hal yang sangat menghambat kegiatan promosi. Namun, pengalaman ini pun yang akhirnya mendorong kontemplasi dari EP perdana ini, dengan segala kondisi yang terbatas itu, menjadikan sebuah proses panjang dalam perenungan diri untuk menjelajahi hakikat kehidupan.

Duo asal Bandung ini, Manner House, akan kembali merilis single kedua dari EP perdana mereka pada akhir September ini. Lebih tepatnya, nomor kedua dari debut EP ini akan dirilis melalui layanan digital music streaming pada Jumat, 25 September 2020, dengan tajuk Forgotten Sea. Lagu ini merupakan pengejawantahan dari rasa resah, sesal, dan benci yang bermuara terhadap proses refleksi diri. Hal ini menjadi medium dari Zulfikar Azhar Mahmud (Vokal, Keyboard, Piano, Synthesizer) sebagai proses penjejakan diri kedalam dunia spiritualitas, dimana segala keresahan diri berasal dari ketidakseimbangan pikiran yang terus menerus menjauhi alam sukma. Alhasil, pada akhirnya refleksi dari realitas yang dihadapi olehnya, merupakan hasil dari apa – apa yang dia pikirkan, yang menjadikan momen ini sebagai waktu yang tepat untuk membenahi diri dengan cara meleburkan alam dunia dan spiritual.

“Could you let me forget, all the bad time we had”

“If you let me forget, I’ll be here all the night”

Merupakan sebuah cara bagi Zulfikar untuk melupakan tanpa menghilangkan segala rasa benci dan kecewa akan hal – hal yang dialaminya di masa lampau. Merasuk dan melebur kedalam dua dimensi yang berbeda dimana rasa dan akal bertaburan didalamnya. Sama halnya dengan nomor pertama pada EP ini, sebuah kolaborasi dengan musisi lain dirasa menjadi hal yang mereka harus coba lakukan, walaupun itu adalah sebuah proses yang juga baru untuk mereka. Kemudian,Nisa Haryanti seorang singer/song writer berbakat asal Jakarta didapuk menjadi  featuring artist untuk nomor kedua ini.

Lagu dengan durasi 4:03 ini disajikan dengan musik yang sederhana dengan balutan piano dan pemilihan sound yang membuat pendengar mengambang di dalamnya. Suasana yang tercipta didalam lagu ini pun memiliki tingkat emosionalitas tinggi yang berbaur didalam setiap not yang bersenandung di lagu ini.

Seakan tidak memiliki pijakan, lagu ini dimulai dengan bunyi synthesizer halus dan piano sebagai jalan tengah untuk memberikan perasaan kontemplasi bagi para pendengarnya. Vokal merdu dari Nisa Haryanti pun menjadi bahan bakar utama pada klimaks lagu ini, seakan memberikan jawaban atas segala keresahan, dibalas dengan vokal Zulfikar Azhar Mahmud yang tergambarkan sebagai sosok yang mencari jawaban. Dentuman drum dan overdrive gitar dari Esa Prakasa seakan menjadi sebuah proses pelepasan diri yang ciamik sebagai penutup dari klimaks lagu ini

Nantinya setiap nomor dalam rangkain perilisan EP ini akan selalu dibuka dengan sebuah hearing sessions selama 1-2 minggu, melalui sebuah instalasi yang dikerjasamakan dengan beberapa tempat kopi di kota Bandung. Pada nomor kedua ini, mulai tanggal 19 September s/d 25 September 2020 siapa pun boleh mendengarkan dan melakukan pre-save lagu mereka sebelum dirilis di streaming music digital secara esklusif hanya di Kanal Coffee and Space.

=======================================================================================

For more info

Instagram: @mannerhouse.official


Related Blogs

    Share