Manner-House-Look-1

Selama beberapa bulan terakhir kita sama-sama mengetahui bahwa telah terjadi penurunan produktivitas manusia akibat kondisi pandemi ini, hal tersebut membuat Manner House tidak dapat menjalankan beberapa rencana aktivasi secara langsung, dan tentunya tidak ada pertunjukan sama sekali. Namun, pengalaman baru itu mendorong mereka untuk merenung dan menjelajahi hakikat kehidupan yang bersumber dari kondisi yang tidak menyenangkan ini. Oleh karenanya, Manner House ingin membuat beberapa pengingat dari hasil kontemplasi di masa pandemi ini, yang mungkin tidak hanya  berguna untuk diri mereka saja namun juga bisa berguna untuk orang lain diluar sana.

Bertujuan melengkapi sekaligus meresmikan perilisan debut EP mereka, maka pada Jumat, 20 November 2020 mereka akan melepas nomor terakhir yang berjudul Apalah Waktu di Abad 21? Kemudian sebuah foto personil Manner House yaitu Esa Prakasa dan Zulfikar Azhar berdandan menggunakan jubah dililitkan menutupi mulut yang merupakan hasil tangkapan Gerry Krisnandi didapuk menjadi artwork dari EP tersebut, kembali diperlihatkan bahwa ini adalah sebuah pengingat dari keadaan yang terjadi saat ini, dimana kita semua diharuskan menggunakan penutup mulut dan hidung (masker) dalam menjalani kehidupan sehari.

Dinukil dari beberapa rilisan press sebelumnya, Manner House mencoba bereksperimen dengan melakukan hal yang sangat baru untuk mereka, yaitu mengajak artist lain berkolaborasi dalam rilisan lagu mereka. Seperti diketahui dalam rilisan press sebelumnya, mereka mengajak beberapa artist lain untuk berkolaborasi di setiap nomor yang termasuk dalam EP ini. Nomor pertama mereka menggaet Bagus Bhaskara seorang singer/song writer berbakat asal Bali yang saat ini menetap di Jakarta, menjadi featuring artist untuk track-1, kemudian Nisa Haryanti seorang singer/song writer berbakat asal Jakarta didapuk menjadi  featuring artist untuk track-2, lalu  Virdania, seorang singer/song writer berbakat asal Jakarta didapuk menjadi  featuring artist untuk track-3.

manner-01

Menurut mereka, tidak munafik bahwa kolaborasi ini mereka lakukan dengan tujuan bisa saling berbagi exposure satu sama lain, disamping itu mereka ingin lebih bisa mengenal musisi-musisi lain secara lebih intim melalui proses penggarapan sebuah projek secara bersama-sama. Karena keterlibatan secara kolektif menurut mereka bisa saling merangsang semangat kekaryaan dan produktivitas yang sudah mulai menurun, mengingat kondisi pandemi yang juga belum mereda sampai saat ini.

Pada nomor ke-4 ini Manner House memunculkan sebuah pertanyaan yang kerap kali muncul selintas dikepala namun tidak kita hayati lebih jauh. Melalui nomor ke 4 ini, mereka ingin mengingatkan diri mereka sendiri soal bersyukur atas waktu yang diberikan Tuhan kepada kita, karena terkadang sebagai manusia kita selalu lupa bagaimana mensyukuri hal tersebut.

Jika dilihat secara keseluruhan, EP A Reminder Not Just For Me, Maybe cenderung penuh warna. Ada begitu banyak perbedaan dari setiap lagu nya, rasa yang berbeda, nuansa yang ditonjolkan berbeda, dan featuring artists yang berbeda setiap lagu nya, namun hal itu yang mungkin menjadi ciri khas dari EP tersebut. Kejujuran dan kesederhanaan dalam menangkap momen dan menjadikannya sebuah karya yang utuh sebagai pengingat untuk diri sendiri dalam konteks merespon keadaan yang sedang dialami saat ini mungkin kata yang menjadi dasar dari tercipta nya EP ini. Jujur dalam menangkap rasa kehilangan terhadap orang yang dicintai dimasa lalu, proses berdamai dengan diri sendiri, proses mengakui kesombongan dan keangkuhan diri sendiri, lalu terakhir proses menyukuri berkah yang diberikan Tuhan terhadap manusia hingga saat ini.

=======================================================================================

For more info

Instagram: @mannerhouse.official

Related Blogs

    Share