Bukan hanya tampang yang secara visual sangat eye catching, tapi Manjă secara musikalitas memang band berkualitas yang menonjolkan sebuah musik apik dengan komposisi skill individu masing-masing personil yang mempuni. Tak heran jika Mave Magazine menyandingkan mereka bersama band yang lain masuk dalam  line up anniversary Mave yang ke-7 pada bulan April lalu. Untuk mengenal lebih jauh tentang Manjă, kita langsung wawancara saja dengan trio blesteran yang memang lahir di Bali ini.

 

Hallo Manjă, bagaimana kabar kalian hari ini?

Kabar kita baik-baik aja hari ini. Cuma sayang pasar Bitcoin lagi anjlok.

 

Sebelum bertanya lebih jauh, bisa diceritakan dong buat yang belum kenal sama Manjă, bagaimana sejarah band ini terbentuk?

Tahun 2017. Kita dikenalin sama temen kita Ega yang kebetulan kenal sama kita masing-masing. Awal-awal kita ngejam karena dorongan dari si Ega ini. Dulu kita ngejam dan sempet manggung sekali di Straw Hut dengan nama Hash Brown. Gigs waktu itu bulan Oktober 2016 dan kita nggak nge-gigs bareng sampe Januari 2017. Pas itu drummer dan bassist yang kita ajak pulang kerumah masing-masing di luar Bali dan kita mulai ngejam bertiga aja and it worked! Jadi semenjak Januari 2017 itu Manjă terbentuk dan beranggotakan James (vokal dan gitar), Mark Bayu (keyboard) dan Nick Wisnu (gitar). Anggota inti memang bertiga tapi kalau kita main live biasanya pake additional bassist dan drummer.

 

Ada makna khusus nggak kenapa band kalian dinamai Manjă?

Sebenernya sih simple aja ya. Manja adalah sebuah akronim dari nama-nama kita, Mark, Nick, James. Terus kita mulai research nama Manja online dan ternyata Manjă itu adalah sebuah kata dalam Bahasa Inggris yang diadopsi dari bahasa Hindi dan artinya “benang gelasan” atau benang layangan yang dilapisi serpihan-serpihan gelas untuk lomba layangan. Jadi simbol benang gelasan ini maksudnya adalah sebagai penyambung si pemain layangan ini dengan mimpi-mimpinya, yang simbolnya adalah layangan yang terbang bebas di langit. Tapi karena ada unsur gelasnya, simbil penyambung mimpi ini ada lapisan kedua yaitu unsur kompetitif atau persaingan yang tujuannya untuk mengingatkan orang-orang bahwa meraih mimpi kita itu nggak gampang. Jadi kita harus terus berusaha untuk mencapai misi dan visi kita masing-masing.

 

Manjă termasuk salah satu band di Bali yang secara visual sangat eye catching untuk dipandang, karena para personilnya yang keturunan luar. Apakah kalian ngerasa bahwa ini sebuah nilai plus bagi kalian juga?

HAHAHAHA! Iya memang karena kebetulan kita anak-anak blasteran semua jadi kita ngerasa ada positifnya sedikit. Karena itu dia, orang-orang pasti penasaran ngeliat band “bule” hahaha. Tapi kita bulenya cuma dari penampilan aja kok, kita bertiga lebih suka makan lalapan daripada spaghetti, lebih mending naik motor daripada naik mobil, lebih suka dirumah daripada ke nightclub. Jadi intinya kita ini dari lahir ya memang tinggal di Bali.

 

Apa yang kalian coba kedepankan dalam segi musikalitas di band ini?

Kita yang lebih penting itu menonjolkan musik kita secara komposisi, bukan secara skill individu. Lebih mementingkan sound dari instrument yang kita mainkan. Agar lebih enak didengar oleh penonton dan lebih enjoy bergoyang dengan musik kita.

 

Band siapa saja yang mempengaruhi dalam bermusik kalian?

Untuk pertanyaan ini kayaknya kita harus jawab masing-masing soalnya kita bertiga lumayan beda selera musiknya.

James: Aku dari SMP suka musik metal, jadi band-band yang paling mempengaruhi musik itu di band-band seperti Tool, Defrones dan Karnovool. Tapi belakangan ini sudah mulai santau dikit dan banyak pengaruh dari band-band seperti Tame Impala, Daft Punk dan Coldplay. Kalau band lokal juga banyak yang membantu membentuk filosofi musikku seperti Zat Kimia, Navicula dan Sheila On 7.

Mark: Saya campur-campur seperti Alt-J, Chronixx, Temper Trap, Tom Misch dan Jordan Rakei.

Nick: Setuju sama si Mark

 

Oh iya, dalam waktu dekat ini kalian akan mengeluarkan debut single terbaru. Bisa diceritakan sedikit bocorannya?  

Iya betul, kita sudah dalam proses rekaman untuk tiga single kita yang akan dirilis satu-satu mulai akhir Agustus. Rencananya, kita akan rilis single pertama yang judulnya “Still Young”. Lagunya tentang kehidupan masa muda dan vibe-nya alternatif pop/rock. Kenapa kita pilih lagu ini untuk dirilis pertama? Karena memang semua lagu-lagu original kita bertema kehidupan masa muda, jadi “Still Young” ini yang paling cocok untuk mengenalkan orang-orang terhadap tema musik kita.

 

Seperti apa proses pembuatan lagu di Manja?

Kita ngumpulnya di kamarnya Nick untuk ngejam atau nulis lagu. Biasanya salah satu dari kita dateng dengan ide lagu yang sudah hampir selesai, kemudian kita aransemen ulang bareng-bareng. Dan proses penyelesaian lagunya lama banget! Terkadang kita harus tes beberapa kali bawain live, kemudian dirombak ulang sampai akhirnya kita puas. Tapi sampe sekarang lagu-lagu kita belum ada yang bener-bener udah selesai. Masih sering kita ganti bagian-bagiannya. Jadi lagu-lagu yang nanti kita rilis belum tentu versinya sama seperti yang kita bawa live.

 

Di era zaman sekarang internet sangat mudah bagi band untuk melakukan promosi. Seperti apa pengaruh besar internet dan sosial media bagi kalian?

Besar sekali, platform sosial media telah membantu kita banyak sekali, asalkan kita konsisten dengan postingan, dari segi materi dan lain-lain.

 

Oke, last words?

Penasaran sama kita? Follow instagram kita di @wearemanja

View this post on Instagram

Orange lovin' 🍊 📷@dashiell.bell make up @fuztheman

A post shared by Manjă (@wearemanja) on

==============================================================================================

For more information:

Instagram: @wearemanja


Related Blogs

    Share