MPQ02

Selang satu bulan setelah peluncuran video clip dari single berjudul “Rupa Rupa”, Mafia Pemantik Qolbu (MPQ) merilis single kedua yang berjudul “Last Man” pada akhir bulan Juni lalu. Unit art rock asal Jakarta yang beranggotakan Alit Djarot (vokal, gitar), Abram Dionisius (gitar), Rakaputra (bass), Daniel Hasudungan (gitar, keys), dan Rakha Agung (drum) ini mencoba untuk memberikan gambaran lebih jauh terhadap nuansa dari album debutnya yang akan dirilis pada bulan Juli ini melalui materi teranyarnya ini.

Last Man bercerita tentang sebuah situasi di mana seseorang mengabaikan realita. Sepanjang verse bercerita tentang khalayan seseorang yang bahkan sudah ada di satu titik dimana dia memberikan pesan ke orang yang dia suka untuk tidak mempedulikan kejadian dan fakta yang ada. “Orang ini sih sadar kalo lebih banyak yang melek sama realita dibandingkan sama yang suka ngayal. Tapi, segitu nggak pedulinya dia sama realita dan lebih milih untuk percaya sama khayalannya. Dia loser lah pokoknya”, ungkap Alit sebagai penulis lirik.

Gagasan awal penulisan materi “Last Man”, menurut Rakha, diprakarsai oleh Daniel pada bulan Desember silam. “Emang dari tahun lalu kita udah rencana mau bikin album. Tapi karena kesibukan masing-masing personil, kita lumayan jarang ketemu buat nulis bareng. Pokoknya gue inget Dungan (Daniel) ngirim voice note lewat grup line yang isinya riff gitar sama beat dari drum machine. Pertama denger sejujurnya gue ngerasa beda banget sama materi MPQ yang udah pernah ditulis sebelumnya. Tapi, secara personal gue suka banget sama ide awalnya dan dari awal kita udah yakin kalo ini lagu harus masuk ke album”, jelasnya.

Menurut Daniel, penulisan komposisi dari lagu ini dipengaruhi oleh banyak aspek. “Kalo buat keseluruhan musik di reff-nya sih pengen balik ke RnB Indonesia tahun 2000-an. Melodi vokal dan progresi chord- nya ngarah ke sana. Kenapa? Mungkin biar lagu yang pattern-nya kedengeran rada asing tetep ramah di telinga, karena sedikit banyak orang-orang udah akrab sama melodi dan progresi gitu”, ungkapnya. “Nah, beat drum machine-nya gue kebayang sama chant ‘bocah ngapa yak, bocah ngapa yak’ waktu lagi ngebuatnya”, pungkas Daniel.

Proses rekaman lagu ini dilakukan di Starlight Studio dan Monotrax Studio. Dalam prosesnya, MPQ dibantu oleh Dito Aria selaku co-producer dan sekaligus bertanggung jawab dalam hal proses mixing dan mastering yang dilakukan di Monotrax Studio. Single “Last Man” kini sudah dapat dinikmati melalui platform musik Spotify, iTunes, AppleMusic, dan Deezer.

Single Last Man bisa kalian dengarkan melalui link Spotify dibawah ini.

======================================================================================

For more info

Instagram: @mafiapemantikqolbu

Spotify: Mafia Pemantik Qolbu – Last Man


Related Blogs

    Share