5b-lou-reed-gallery-650-430

Perjalanan di sisi liar sudah berakhir. Dan memang perjalannya adalah perjalanan yang liar.

Lou Reed, yang meninggal dunia pada hari Minggu di usianya yang ke 71 di tempatnya berasal — Long Island, tidak pernah memiliki misi apapun selain untuk memuaskan pikirannya. Dan pemikirannya sangat rumit — terkadang, dan tampaknya tanpa disengaja, berhubungan dengan selera orang banyak (“Walk on the Wild Side,” “I Love You, Suzanne”) tetapi jauh lebih sering menyelami ke dalam tema pekerjaan yang ambisius dan menantang seperti musiknya dengan Velvet Underground dan proyek solo seperti “New York,” “Songs For Drella,” “Magic and Loss” dan “The Raven.” Dan juga sesekali mempolarisasi momen dengan suara dari 1975-an “Metal Machine Music” dan “Lulu” hasil kolaborasi dengan Metallica pada tahun 2011, yang merupakan rilis terakhir mereka.

“Saya bukan seorang manusia jukebox,” suatu kali Reed menjelaskan. “Saya disana bukan sebagai penghibur. Saya disana untuk mencoba mengkomunikasikan sesuatu. Saya menganggapnya seperti sebuah bakat; mengenai kamu memberikan sesuatu pada penonton itu sangat penting, atau ada alasan lain mengapa kamu melakukannya?”

Dan di dalam menganut filosofi itu, Reed juga mengetahui, dan mungkin juga menikmati bahwa faktanya, ia tidak mungkin mampu membuat semua orang senang setiap saat, tapi pasti meninggalkan sesuatu yang sangat berarti.

“Saya tidak berharap semua orang mengerti,” ujarnya. “Saya sudah mampu menerima, mengenai masalah kamu tidak akan bisa menjangkau semua orang, namun tetap membuat sesuatu yang spesial dan berarti. Mereka seperti perncapaian yang berlawanan, menurut saya.”

Reed, yang merupakan subjek dari kabar angin mengenai kematiannya yang keliru pada tahun 2001, menjalani operasi transplatasi hati pada bulan April di Cleveland — meskipun operasi ini diberitahukan pada bulan Juni. Ia mendeklarasikan bahwa operasinya berjalan dengan baik, mem-posting sebuah note di website-nya bahwa “Saya adalah bukti keberhasilan dari pengobatan modern, fisika, dan kimia. Saya lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya”. Penampilan terakhirnya di publik adalah pada 3 Oktober lalu di New York untuk merayakan dipublikasinya “Transformer”, sebuah kolaborasi dengan seorang fotografer — Bob Rock tentang periode keemasan Reed untuk album best-selling yang dirilis pada tahun 1973 “Transformer.”

Reed lahir di Brooklyn pada 2 Maret 1942, dan tumbuh di Freeport, Long Island. Ia mulai bermain gitar sejak dini dan bermain untuk band di sekolah menengah, membuat rekaman pertamanya dengan sebuah grup bernama The Jades. Ia juga menjalani pengobatan terapi electroconvulsive sebagai usaha untukĀ mengobati biseksualitas yang dialaminya, sebuah pengalaman yang di dokumentasikan di dalam lagunya pada tahun 1974 “Kill Your Sons”. Faktanya, Reed menikah sebanyak 2 kali — dengan Silvia Morales dan kemudian dengan rekan sesama artist Laurie Anderson, yang ia nikahi pada tahun 2008 dan bertahan dengannya sampai sekarang.

Rincian mengenai kematian Reed belum diumumkan. Rest In Peace, Lou Reed. :’)

Share