Wave-Your-Hand-Away-(1)

Logic Lost adalah sebuah moniker dari musisi elektronik eksperimental asal Jakarta, Dylan Amirio. Memulai karir bermusiknya dengan nama dylamir di kamar tidurnya di Melbourne, Australia pada tahun 2012, Logic Lost mulai berpetualang ke dalam musik elektronik setelah menghabiskan hari-harinya berendam dalam sebuah alam inter dimensi yang dipenuhi oleh musik dari Oneohtrix Point Never dan manga-manga Jepang, yang pada akhirnya membangun ide-ide yang menjadi landasan bermusik Logic Lost. Beberapa materi yang dibuat pada poin inspirasi tersebut pada akhirnya menjadi lagu di dalam EP pertama Logic Lost yang berjudul Port, yang dirilis pada tahun 2012. Dylan mendeskripsikan EP berisi lagu-lagu ambient yang nge-beat tersebut sebagai sebuah “suara permulaan”, oleh karena itu diberikanlah judul Port (“Pelabuhan”). Satu tahun dan empat ide EP gagal kemudian, Logic Lost merilis EP keduanya yang berjudul Detruire secara gratis di tahun 2013. EP ini sendiri lebih menunjukkan karyanya yang lebih gelap dari sebelumnya. 2015 akan menjadi tahun yang besar bagi Logic Lost, karena pada tahun ini ada 2 rilisan yang telah ia persiapkan. Satu, sebuah EP berjudul Apologies yang telah dirils oleh sebuah netlabel experimental asal Amerika Serikat, Zenapolae, di bulan Juni 2015 secara gratis. Dalam EP ini, Logic Lost lebih banyak menampilkan karya ambient yang lebih straightforward, dengan ketidakadaannya suara drum serta fokus yang lebih utama kepada soundscape. Rilisan berikutnya, Runaway, yang akan menjadi album perdana dari Logic Lost, akan dirilis oleh Orange Cliff Records pada bulan September 2015. Album perdananya tersebut akan bersuara jauh lebih berbeda dari Apologies, karena fokus pada album tersebut tak akan mengarah kepada soundscape maupun ambience, namun lebih kepada sesuatu yang penuh. Proyek Logic Lost dimulai sebagai sebuah kontainer ekspresi dan eksperimentasi tanpa tujuan untuk membantu sang musisi dalam mengembangkan sisi musikalitas dirinya. Visi yang ingin dituju masih sama seperti awal dibentuknya proyek ini, namun dengan tujuan yang tidak seinsular sebelumnya. Logic Lost mendapatkan inspirasinya dari berbagai macam artis, sound, dan genre yang membuat hampir semua lagu yang ditulis oleh Logic Lost terdengar berbeda antara satu dengan yang lainnya. Terkadang hal ini dapat terlihat sebagai tidak adanya sebuah fokus yang terpadu, namun pada hakikatnya Logic Lost memutuskan bahwa ia pun masih dalam proses pencarian dirinya sendiri. Walaupun Logic Lost tidak berusaha untuk menjadi musisi-musisi yang memengaruhinya, ia mendapatkan banyak inspirasi dari sounds dan moods yang mereka ciptakan. Secara sound, musik elektronik yang dimainkan oleh Logic Lost dapat dideskripsikan sebagai ambient, drone, big beat dan bahkan memperlihatkan sedikit hip hop dan RnB. Mayoritas sound dari Logic Lost didapatkan dari samples yang ia peroleh secara online maupun dari records, terutama sounds drum. Beberapa influences dari Logic Lost meliputi: Four Tet, Oneohtrix Point Never, Jon Hopkins, Boards of Canada, The Chemical Brothers, Flying Lotus, Tim Hecker, Jamie xx dan Fennesz. “Wave Your Hand Away” adalah single pertama dari album debut Logic Lost, Runaway, yang akan dirilis di bulan September oleh Orange Cliff Records. Sesuai dengan tema dalam album Runaway tentang pelarian diri, apati, dan pengabaian, “Wave Your Hand Away” berdiri sebagai sebuah simbol bagi sang musisi dalam hal lagu tersebut berusaha untuk menggambarkan bagaimana pikiran-pikiran yang irrasional dan berlebihan dapat membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi seorang manusia yang lebih baik. Sebuah musik video untuk lagu ini sedang dalam persiapan, yang akan disutradari oleh Emirpasha Bhaskara. “Wave Your Hand Away” merupakan single pertama dari dua buah singles yang rencananya akan dirilis dari Runaway.

Related Blogs

    Share