daniel

Akhir Desember 2017 lalu, Daniel Bagas, seorang designer multi-disiplin asal Yogyakarta merilis album pendek keduanya ber-aran “Scantofia”. Track yang berisi penuh dengan musik ambient dan experimental sepanjang 31 menit ini dirilis oleh Label mandiri asal kota Yogyakarta, Llamahouse Sounds Div. ke dalam format tape cassette C70 , dilempar ke publik secara bundling berpasangan dengan blank notebook dan poetry booklet.

Tahun ini, kembali, masih mengarungi lautan yang sama namun nyaris berbeda warna, Daniel Bagas merilis sebuah single berjudul Coda / Alberta. Perilisan single ini dibarengi dengan video klip yang bisa diakses lewat kanal Youtube Daniel Bagas. Video klip ini adalah kerjasama Daniel dengan Nathan Silas (Girigraha). Single berdurasi 3:51 ini sejatinya merupakan representasi dari hal-hal yang hilang, berakhir, absurditas dalam hidup, semuanya saling terkait, berotasi, berkolase dan menciptakan suatu hal yang baru – entah itu indah atau hancur. Setidaknya di dalam kehancuran masih ada keindahan, bukan? rasa sukur, misalnya? atau di balik keindahan justru terekam hal-hal ngeri sebelumnya?

Coda / Alberta merupakan 1 dari 7 “bocah” yang akan tumpek bleg bersama melempari tembok dengan warna-warna di album Daniel yang akan dirilis pada pertengahan tahun ini. Seluruh pengerjaan (komposisi, mixing, mastering, design cover art) dikerjakan seluruhnya oleh Daniel, sedangkan video klip seluruh ide dan pengerjaan dilakoni oleh Nathan Silas (Girigraha). Saat ini, single Coda / Alberta dapat diakses lewat kanal Youtube dan bandcamp site Daniel Bagas.


=====================================================

082230677922 (WA Only)

danielbagasss@gmail.com

https://danielbagas.bandcamp.com/

https://www.instagram.com/danielbagasss/

Related Blogs

    Share