1Satu dari banyak band pop/folk di Indonesia, Littlelute hadir di belantika musik tanah air dengan menawarkan musik yang lumayan beda dari band lainnya. Pasalnya, mereka menggunakan alat musik yang tidak banyak dimainkan oleh sebuah band. Seperti mandola, mandolik, ukulele sopran, ukulele tenor, ukulele bas, dan perkusi. Dan di album perdananya Traces of Doolface & Plots, lagu-lagunya terinspirasi dari cerita-cerita masa kecil dan dongeng. Seperti apa isi lirik dan kecerian dalam album ini? Kita langsung saja interview mereka, cekidot!  all teks Adamxhole photo Littlelute

 

Halooo Littlelute ada kabar baik apa di band ini sekarang ?

Hai, hai alhamdulillah, puji syukurnya. kabar baik dari kami masih  terus diberi kesempatan  dan kesehatan untuk akrab dengan semua teman-teman dan keluarga Llittlelute sendiri

Debut album kalian Traces of Dollface and Plots disambut positif di belantika musik indie tanah air, ceritain sedikit dong gimana proses pembuatan album ini kemarin ?

Proses recording sebenarnya hanya 20 hari, recordingnya pas banget bulan puasa tahun lalu.  Hehe. Seru sih, jadi puasanya gak kerasa hehehe. Malahan kita kangen banget masa-masa recording, soalnya kita banyak membuat momen saat itu

Ada hal rumit atau kendala selama proses recording sampai masuk ke tahap perilisan ?

Puji syukur kita nggak ada kesulitan atau kendala yang berarti, paling Cuma dari segi artwork untuk album yang butuh waktu extra.

Di album perdananya ini lagu-lagu kalian kebanyakan terinspirasi dari cerita-cerita masa kecil, seperti dari buku Lima Sekawan atau Doraemon hingga kartun Dragonball dan Sailor Moon. Apa yang membuat kalian tergerak untuk membuat lagu seperti itu ?

Sebenarnya untuk lagu tidak hanya dari kartun dan buku-buku di masa kecil kami. Kami tidak terlalu membatasi inspirasi datang dari mana, just flow aja. Cuma mungkin karena kami udah punya bayangan albumnya akan seperti apa, jadi kami sudah mendapat perkiraan apa saja yang dibutuhkan dan harus dibuat.

Littlelute termasuk salah satu band pop/folk yang beda dari kebanyakan band lain di genre yang sama, apakah memang dari awal kalian meng-konsep band ini agar beda dari yang lain ?

Konsep awal kami memang menekankan pada aspek bermain dan bergembira, tapi perkembangan musiknya kami eksplor sesuai karakter instrumen dan kebutuhan. Kami tidak berencana untuk “berbeda”, kami hanya ingin membuat sesuatu yang kami suka

Di band ini kalian juga menggunakan alat musik yang tidak banyak dimainkan oleh sebuah band. Sebut saja mandola, mandolik, ukulele sopran, ukulele tenor, ukulele bas, dan perkusi. Susah nggak sih mencari alat yang ada diatas tersebut  ?

Kebanyakan instrumen yang kami gunakan mungkin masih  kurang begitu familiar untuk sebuah grup atau band, terlihatnya jadi seperti “baru”. Sebenarnya banyak kelompok musik di luar negeri  yang menggunakan instrumen seperti kami. Nggak susah kok sebenarnya mendapatkannya, beberapa alat musik memang akhirnya merupakan pesanan langsung dari kami yang  dibuat oleh rekan  Andy Mahardika.

Oh iya, kalian kemarin melakukan promo tur album “A Trace of Littlelute” ke-enam kota di Jawa. Keseruan apa saja selama tur kemarin ?

Wahhh banyak banget keseruan waktu kami tour. Kami bisa mengenal banyak orang, dapet teman baru. Dari setiap kota kami menemukan atmosfer unik  dan energi asyik yang berbeda-beda , semuanya menjadi vitamin untuk stamina kami kemarin. Kami tidak bisa melupakan pengalaman menyelusuri Arab quarter di Surabaya atau mencicipi sate Klatak di Jogja. Pokoknya gila dan memorable  dehh tur kemarin 😀

Apa rencana Littlelute selanjutnya setelah kelar album dan promosi album  ?

Kami sedang menikmati memperkenalkan  album kami. Doakan agar video klip kedua dan konser bisa segera terlaksana yaaa. Amin

Okay, last words bagi pembaca Mave ?

Waktu yang tepat mendengarkan Littlelute adalah di pagi dan sore hari, sambil menyeruput kopi atau teh. Eh sekarang sudah puasa ya? Hahaha. Terus dukung dan nikmati musik dari teman-teman di dalam negeri yaaa. Musik Indonesia sangat kaya dengan warna dan nuansa, kami senang bisa menyapa kalian didalamnya.

 

Twitter: littlelute_    website: littlelute.com


Related Blogs

    Share