aaOrang dewasa selalu mengidealkan masa kecil mereka. Mereka merindukan saat-saat membaca Lima Sekawan dan komik Doraemon, ketika Minggu pagi harus terburu-buru mandi agar bisa menonton Dragonball dan Sailor Moon di layar tv, ketika seluruh aktivitas tampaknya dibangun dari mimpi dan khayalan. Hal tersebutlah yang membentuk Littlelute, sebuah septet dari Bandung untuk mulai berkarya. Diwarnai dengan permainan alat musik petik minimereka menciptakan nuansa kisah dongeng khas dataran Eropa.

Setelah sebelumnya mengeluarkan single berjudul “Berlibur ke Poznan” pada Oktober 2015 , maka dengan gembira pada Maret 2016 ini mereka meluncurkan album penuh pertama mereka: Traces of Dollface & Plots dibawah naungan Helat Tubruk yang sebelumnya telah menelurkan “Tigapagi”, “Marsh Kids” dan “Polka Wars”. Diproduseri oleh Tesla Manaf Effendi, album ini berisikan lirik-lirik riang tentang keindahan semesta atau keinginan pergi berlibur. Littlelute mengemasnya dalam nada-nada ceria yang kompleks dan matang. Vokal Dhea Febrina sang vokalis sangatlah harmonis mengiringi komposisi musik dari keenam personel lainnya,Boiq (mandola), Faried (mandolin), Atse (ukulele sopran), Endang (ukulele tenor), Rengga (ukulele bass), dan Bob (perkusi). Di beberapa bagian lagu kita bisa menikmati twist menarik yang menyadarkan bahwa ketika kita dewasa, naluri bermain anak- anak tidak sungguh-sungguh menghilang. Ia bisa mekar dalam bentuk indah yang lainnya.

Littlelute akan merilis album ini dalam format box set, digital, dan regular. Dalam LP edisi box set yang bisa mulai dipesan per tanggal 10 Maret 2016 melalui website www.littlelute.com ini, mereka memasukkan semua pengalaman menyenangkan masa kecil dalam satu kemasan. Item pertama dari box set ini adalah buku lirik yang dikemas dalam cerita anak-anak dengan illustrasi dari seniman berbakat Haikal (@wastanahaikal) dan cerita dari Rumi Siddharta. Pembaca buku cerita ini akan dibawa ke petualangan mimpi sang tokoh utama, Dixie, yang bertemu dengan berbagai makhluk aneh di mimpinya. “Kita coba gabungkan pengalaman audio dan visual, anggap saja box set ini jadi bentuk substansi lain yang bisa dinikmati sambil mendengarkan album Littlelute”, ujar Dhea. Selain itu pemilik box set akan menemukan kesempatan bernostalgia dengan mewarnai, bermain puzzle, menempel poster tokoh kartun kesukaan, sticker, pick dengan gambar tokoh-tokoh di album Littlelute, dan pengalaman lainnya dalam box set ini. Suatu pertanda bahwa album Littlelute: Traces of Dollface & Plots adalah mantra ajaib untuk kembali ke masa kecil kita semua. Ketika semua pohon dan sudut ruangan adalah tempat tingal penyihir dan istana. Ketika semua temanmu adalah superhero, detektif dan peri. Mari berpetualang!

Pemesanan box set“Littlelute: Traces of Dollface & Plots” bisa dilakukan melalui website:www.littlelute.com

Littlelute (EPK)

Informasi mengenai album format digital dan regular akan disampaikan melalui akun jejaring sosial:

Twitter: @littlelute_ & @helattubruk

Instagram: @littlelute & @helattubruk

Facebook fanpage: Littlelute / Helat Tubruk

Track list:

  1. Zzzz…
  2. Senandung Semesta
  3. Hello, Daddy!
  4. Charlie
  5. Berlibur ke Poznan
  6. Taman Musim Semi
  7. Hansel & Gretel
  8. Childhood Story
  9. Menepi

 

Credits:

All songs by Littlelute

Executive Producer : Littlelute & Helat Tubruk

Producer, Arranger, Music Director : Tesla Manaf Effendi

All tracks mixed by Tesla Manaf Effendi & mastered by Ari “Aru” Renaldi

Album artwork by Haikal (@wastanahaikal)

Related Blogs

    Share