Random-Radness-poster-A3_B-(1)

Hingar bingar deru mesin yang melaju di jalan raya, tampil penuh gaya mengenakan rompi kulit berpadu dengan jeans. Tatanan rambut bergaya rapi dengan potongan tipis di kedua sisinya, semakin membuat percaya diri para pengendara motor kustom. Musik cepat & berdistorsi menemani mereka di sebuah garasi, yang di dalamnya terdapat obrolan dan cerita tentang apa saja. Budaya ini sudah populer cukup lama di kota ini.  Mereka sudah saling mengenal antar kelompok lainnya. Setiap kelompok mempunyai ciri khasnya tersendiri. Kustom Kulture adalah budaya yang lahir berdasarkan semangat kebersamaan untuk menjadi sesuatu yang beda dari yang lain. Lahir sebuah gagasan dari sekelompok anak muda untuk menciptakan sebuah hajatan, dimana para pecinta Kustom Kulture ini bersama dengan kelompok-kelompok penikmat Kustom Kulture lainnya bergabung, berbaur dan memamerkan hasil karyanya kepada khalayak, memperkenalkan apa itu Kustom Kulture sebenarnya. Mengusung tema Random Radness, sekelompok anak muda ini mengajak beberapa Garage (Re : Garasi pecinta Kustom Kulture), Builder ( Konseptor/perancang motor Kustom), Barbershop, Food Truck dan masih banyak lagi. Tak lupa juga musik yang disajikan dalam hajatan ini, yang identik dengan budaya Kustom sendiri. Tak tanggung mereka membawa sebuah band yang mengusung Stoner Rock dari Bandung, yaitu KOMUNAL, band yang sudah cukup akrab di telinga para pecinta Kustom Kulture ini.  Ada pula beberapa band dari Bali sendiri turut memeriahkan hajatan ini, seperti ROLLFAST, NATTERJACK, MOUND, COLOR THEORY. Diselingi dengan Dancing Tiger, alunan musik DJ yang turut memeriahkan hajatan yang dimulai pukul 3 sore, pada hari Minggu 30 Agustus 2015, di Taman Jepun, Jl. Hayam Wuruk.

Related Blogs

    Share