Kurosuke-CoverKurosuke merupakan sebuah proyek alter ego  dari Christianto Ario. Kurosuke, yang diambil dari makanan kegemaran ario, kuro susu keju, menitiskan sebuah album selftitled “Kurosuke” yang proses penulisan hingga pengerjaannya selesai hanya dalam waktu 2 minggu. Dimulai dari kegelisahan yang membuat Ario tidak bisa tidur ketika dini hari, membuat Ario mengerjakan album ini secara tiba-tiba dan spontan.

Berbeda dengan beberapa proyek yang telah dilakoni sebelumnya,  Vokalis/Gitaris Anomalyst yang juga pernah membantu Polka Wars dan Mondo Gascaro ini menyajikkan musik pop dengan elemen 80an pada proyek ini, semua instrumen pada album ini baik vocal, gitar, bass, drum, dan keyboard dimainkan oleh Christianto Ario sendiri untuk menggambarkan kehidupannya di atas pukul 12 malam ketika dirinya tidak bisa tidur.

Album ini berisikan 7 lagu dan 2 soundscape yang direkam sendiri oleh Ario di Flyover Antasari pada jam tiga pagi. Lagu lagu yang disajikkan dalam album “Kurosuke” banyak bercerita tentang kegelisahan perasaan dan fantasi. Beberapa lagu dari album ini juga dibantu oleh musisi tamu seperti biduan pendatang baru, Indisyazy dan Lafa Pratomo yang banyak dikenal sebagai gitaris cadas dan produser handal.

Christianto-ArioKurosuke menjadi sebuah proyek perdana Christianto Ario sebagai solois dan produser, dan menyajikkan sisi yang jauh berbeda dari apa yang disajikkan pada Album Segara oleh Anomalyst yang juga masuk ke dalam jajaran album terbaik Indonesia tahun 2017. Album “Kurosuke”  dapat diakses di layanan musik streaming  dan untuk info selengkapnya dapat dilihat pada akun Instagram (@christiantoario).

Related Blogs

    Share