bising-semarang

Resah lalu mempersatukan distorsi adalah imannya. Generasi mendekonstruksi pergerakan anak muda pada penanda zamannya, musik diputar silih berganti, berubah pada pencariannya, mencampur identitasnya. Memodifikasi punk, hippies, musik heavy metal dalam eksplorasi yang lainnya, merupanya seperti tempelan kolase menjejal disepanjang lorong kumuh kota.

Grunge adalah sesuatu yang kabur, yang tidak perlu dipaksakan memiliki definisi tertentu. Bukan tentang idolasi, dan sederet foto kopi tentang Seattle. Grunge bermutasi pada hal yang lebih kompleks, menyentuh pada sikap personal dan Kolektif Bising Semarang merespon pada rasa yang sama namun raga yang beragam. Bising Semarang mengumpulkan belulang yang terserak terpendam di sepanjang lumpur Kaligarang, kali yang memisahkan barat dan timur kota semarang.

Sungai adalah penyambung kedua sisi kota yang saling mengisi satu dengan lainnya. The Muddy Banks of Kaligrunge, adalah kompilasi yang menyatukan rentetan satu generasi dengan lainnya, bising satu dengan lainnya seharusnya beragam. Berisi 23 band lintas semarang dari Screaming School, Distorsi Akustik, Neverbleach, Demesius, Siti Nurbaya, Redam, Glasstrick, Myur and The Bastards, The Joints, Bruug, Biorre, Octopuz, Doh, Too Lighter, Anomali, Chip Chip Monkey, Big Bomb Beers, Terasku, R.A.T, MTN, Jambu Aer, Mellodika, Moralkita dalam 90 menit putaran pita kaset yang diproduksi dengan jumlah terbatas.

Dikerjakan secara kolektif, rilisan ini didedikasikan untuk setiap nada yang kalian kontribusikan. Berdansalah jiwa yang liar, sebarkan pesanmu hanyut dan berlabuh sebagai pengikat persaudaraan dari kami di kota merah.

=======================================================================================

For More Info:

Instagram: @stonedzomb13s


Related Blogs

    Share