kbb-sanity-insanitybody-1

KILLED BY BUTTERFLY RILIS ALBUM BERJUDUL “SANITY/INSANITY”

Pada awalnya, band yang terbentuk di Jakarta tepatnya di kampus Desain Komunikasi Visual dibilangan Jakarta, pada awalnya bernama Seeking Isabelle. Pada saat itu masih dengan formasi five-pieces band meng-cover lagu-lagu dari band rock/hardcore/metal internasional. Perjalanan panggung dan pergantian line-up yang bisa dibilang tidak sedikit seiring dengan berjalannya waktu. Akhirnya di akhir tahun 2003 nama band pun bermetamorfosa menjadi Killed By Butterfly dengan line-up yang solid, Rid (vokal/gitar), Vic (gitar), Rom (bas/vokal), Ade (drum). Killed By Butterfly semakin banyak di kenal di scene underground Jabotabek dan Bandung, setelah mereka merilis single demo ”Tearing Me” di majalah independen Ripple Magazine pada tahun 2005, dan pada saat yang bersamaan, Radio Trax FM (saat itu masih bernama MTV Trax) memutar single lain mereka yang berjudul ”Life”.

Mungkin nyaris setiap anak remaja berponi miring, bercelana ketat, dan bersepatu merk Macbeth akan mengetahui dan mungkin menyukai Killed By Butterfly, band asal Jakarta. Mudah untuk mengidentifikasikan band ini sebagai band emo, namun menilai dari Sanity/Insanity, debut yang baru saja mereka rilis setelah tertunda bertahun-tahun, emo sama sekali bukan menu yang ditawarkan. Killed By Butterfly membawakan metal, dan mereka pandai melakukannya. Dikutip dari (RSI)

Lagu seperti “Pictures of my Nightmare”, memamerkan nuansa metal modern yang sedikit dipengaruhi band seperti Darkest Hour, kemudian Forsaken, malah menawarkan thrash metal agresif yang menjadi akar musik Rid dan Roma, dua personil band ini. Killed By Butterfly tampak tahu benar rumus musik agresif yang nyaman di telinga, refrain yang catchy, riff gitar tematis, nuansa megah, vokal growl, banyaknya part berketukan cepat ala thrash metal, groove yang akan membuat kepala anda mengangguk-angguk, dan terakhir dan cukup penting.. durasi lagu yang short and sweet. Dikutip dari (RSI)

Pada suatu masa, Jakarta begitu meriah dengan skena musik yang membesarkan kami, sebut saja Emo/Screamo dan rentetan musik berkiblat Post-Hardcore yang mewarnai masa remaja kami, dan beruntung kami tinggal di Selatan Jakarta, yang begitu dekat dengan titik-titik lokasi yang sering membuat acara dan tempat mencari rilisan fisik, salah satunya Blok M. Sebagai lokasi utama sumber pengetahuan kami.

Killed By Butterfly telah mewarnai masa remaja kami dan tentunya Jakarta, dan merilis ulang album  Sanity/Insanity dalam format kaset, adalah bagian yang memang harus kami ambil. Baik dari sisi memorabilia, dan merekam zaman untuk generasi yang harus terus berlanjut. Untuk hari ini atau esok hari, dengan bensin penuh dikepalan tangan, untuk terus
bersenang-senang melakukan ini semua.

===================================================================================

For more info

Instagram: @killedofficial

Related Blogs

    Share