body-patah-hati

KENALI 5 JENIS PATAH HATI BERDASARKAN LAGU-LAGU POP INDONESIA

Jatuh cinta memang menyenangkan. Sayangnya, nggak jarang pengalaman jatuh cinta diiringi dengan sakitnya patah hati. Entah patah hati karena hubungan harus kandas, atau patah hati karena ternyata cuma kamu yang cinta dia (baca: cintamu bertepuk sebelah tangan). Belum lagi PPKM darurat yang mulai berlaku di wilayah Jawa dan Bali sejak awal Juli kemarin ngebuat kamu semakin jarang ketemu sama gebetan tersayang. Bisa-bisa, belum jadian, si dia udah nge-ghosting duluan.

Meskipun sulit dihindari, kamu tetap bisa melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan pikiran dari sumber patah hati, misalnya mendengarkan lagu. Dengan mendengarkan lagu-lagu yang relatable, kamu jadi sadar kalau kamu bukan satu-satunya korban patah hati di dunia ini. Kamu juga bisa ketemu petuah dan tips mengatasi patah hati yang diselipkan para musisi lewat lagu-lagunya. Untuk memudahkan kamu mencari referensi lagu patah hati, berikut MAVE rangkumkan jenis-jenis patah hati berdasarkan lagu pop Indonesia!

1. Patah Hati karena Putus Cinta: Menangis di Jalan Pulang– Nadin Amizah

Pernah nggak sih kamu jalan berdua sama pacar, lalu tiba-tiba ribut, sampai akhirnya memutuskan buat menyudahi hubungan? Kalau iya, ucapkan salam ke Nadin Amizah yang sudah lebih dulu mengalaminya. Dengan jujur dan sederhana, Nadin membagikan kisah putus cintanya lewat lagu Menangis di Jalan Pulang.

Saking jujurnya, rangkaian lirik dalam lagu tersebut terdengar sangat relate buat pasangan yang mengakhiri hubungan di tengah jalan. Akibatnya, mereka saling memaki dan mencela hingga menangis di perjalanan pulang. Lagu Menangis di Jalan Pulangmerupakan bagian dari EP Nadin Amizah, Kalah Bertaruh yang rilis pada 26 Mei lalu. EP tersebut merupakan wadah bagi Nadin mengenang kumpulan kisah masa lalunya.

2. Patah Hati karena Jadi Korban PHP: Pelangi– HIVI

Baru jadi korban PHP? Lagu Pelangimilik HIVI nampaknya cocok jadi soundtrack patah hatimu. Rilis pada 2017 tersebut mengisahkan sakitnya diberi harapan palsu. Bukannya dijadikan pelabuhan utama, orang tersebut ternyata hanya menjadi tempat persinggahan: didatangi sekejap, lalu menghilang. Tak heran jika HIVI menggunakan kata pelangi untuk mendeskripsikan si pemberi harapan palsu. Indah memang, tetapi hanya sesaat. Dalam kutipan wawancaranya di Tabloid Bintang pada 2017, personel HIVI Ilham Aditama mengonfirmasi bahwa Pelangimemang lagu tentang pelaku dan korban PHP. Lebih jauh, Pelangiternyata juga merupakan akronim dari frasa tertentu.

“’Pelangi’ seperti cerita tentang tersangka PHP dan korbannya. Makanya, kami bilang ‘Pelangi’ singkatan dari ‘pelan-pelan ngilang’. Muncul dengan indah, menumbuhkan harapan, menghilang perlahan,” tutur Ilham seperti dikutip dari Tabloid Bintang.

3. Patah Hati karena Jadi Korban Ghosting: “Kisah Sebentar” – Tulus

Istilah ghosting nampaknya sudah tidak asing di telinga para korban patah hati. Apalagi, era digital memungkinkan orang untuk berkenalan dan menjalin hubungan melalui media sosial. Tak heran jika ghosting–fenomena menghilang tiba-tiba, tanpa pamit dan tanpa permisi–semakin marak terjadi. Kalau kamu adalah salah satu korban ghosting, lagu “Kisah Sebentar” milik Tulus nampaknya bisa menjadi teman untuk melewati masa-masa patah hati.

Berbeda dari “Menangis di Jalan Pulang”-nya Nadin Amizah dan “Pelangi” milik HIVI, lagu “Kisah Sebentar” dikemas dengan irama dan beat yang lebih cepat sehingga terkesan ceria (walau sakit di dalam). Kalau mendengarkan lagu ini, alih-alih menangis dalam diam, sepertinya kamu akan lebih tertarik untuk menertawakan si dia yang cuma bisa obral janji.

4. Patah Hati karena Diselingkuhin: Kultusan – Sal Priadi

Patah hati yang satu ini memang paling susah dicari obatnya. Udah cape-cape PDKT, pacaran, percaya, eh malah pindah ke lain hati. Nggak heran kalau wajah Sal Priadi terkesan sangat kecewa dan putus asa dalam music video Kultusan”.

Dengan gaya becerita dan alunan irama khas Sal Priadi, “Kultusan” berkisah mengenai seorang pria yang menemukan bahwa kekasihnya berselingkuh. Fakta tersebut diketahui setelah sang pria menemukan jejak kecupan bibir wanita di tubuh pria lain. Kalau kamu pernah mengalami hal serupa, take your time to cry with this song. Meskipun nggak bisa menyelesaikan masalah, menangis kadang bisa membuatmu menjadi lebih tenang.

5. Patah Hati karena Jadi Korban Friendzone: “Friendzone” – Budi Doremi

Diam-diam menyimpan rasa ke teman sendiri memang hampir nggak pernah mudah. Bakal menyenangkan kalau dia juga memendam perasaan yang sama. Akan tetapi, kalau kamu hanya dianggap sebatas teman olehnya, berarti kamu telah masuk dalam lingkaran friendzone. Tak jarang, para korban friendzone jadi patah hati setelah mengalami penolakan. Rasa sakit tersebut tergambar jelas lewat lagu “Friendzone” milik Budi Doremi. Walau sudah bergandengan tangan, nonton bersama, dan makan berdua, dia tetap tak bisa menjadi lebih dari sekadar teman baikmu. Situasi tersebut digambarkan sebagai ‘nasib yang mengenaskan’ oleh Budi Doremi. Pernah mengalami hal serupa?


Related Blogs

    Share