unnamed

Setelah tiga tahun tertidur kini Kaveh Kanes telah siap untuk segera merilis album penuh perdananya yang bertajuk Capital di bawah bendera label muda asal Jakarta, Kolibri Rekords di penghujung tahun ini dalam format CD dan digital.

Kaveh Kanes pertama kali terbentuk dan membuat lagu di Yogjakarta pada 2011. Memainkan indie pop dengan permainan gitar jangly yang kental, mereka kemudian berhasil merilis sebuah mini album pertamanya secara gratis, Arabia’s Frankincense Trail pada 2012 lalu via netlabel asal Inggris, BFW Records. Mini album berisi empat lagu ini kemudian banyak menuai pujian di dunia maya, khususnya dari blog-blog musik, media sosial Last.fm dan komunitas indie pop Yogyakarta dan Indonesia. Musik yang mereka tawarkan saat itu dianggap baru, masih jarang dimainkan dan memberi penyegaran bagi kancah independen lokal.

Namun di tengah perbincangan tentang mereka yang semakin menghangat, kebiasaan band yang dibentuk di Yogyakarta dengan asal kota yang berbeda-beda mulai terlihat. Beberapa personel satu persatu lulus luliah dan harus kembali ke kampung halaman masing-masing. Setelah lama tidak berkumpul, Kaveh Kanes akhirnya berhasil bertemu kembali pada Januari 2014 dan memutuskan untuk bangun dari hibernasinya. Pada Desember 2014 seluruh materi baru berhasil mereka rekam di Rockstar Studio, Yogyakarta.

Saat ini Kaveh Kanes beranggotakan Asad Gibran (vokal), Zaimmudin Mukarrom (gitar), dan Muchammad Najib (drum) dengan bantuan dari dua pemain tambahan pada sesi rekaman dan tiga pemain tambahan untuk penampilan langsung.

Judul Capital sendiri diambil dari salah satu frase lirik lagu dalam album tersebut, “Poacher” yang berbunyi: “the answer is not in capital”. Capital bisa bermakna ganda, ibukota dan huruf besar. Keduanya adalah hal yang dominan dan mudah dikaitkan dengan arogansi. Orang sering lupa bahwa di balik arogasi ada hati yang rapuh. Arogan terkadang hanya topeng yang dipakai seseorang untuk menutupi hatinya yang rapuh. Inilah yang coba Kaveh Kanes jelaskan lewat album perdananya, bahwa sejauh apapun pembuktian yang sudah dilakukan, jauh di masa lalu kita hanyalah anak kecil yang butuh kehangatan dan banyak orang yang lupa pentingnya perjalanan ke belakang untuk sampai ke masa depan.
unnamed (1)

Norwegian Crush

Setelah menandainya kembalinya mereka dengan melakukan penampilan perdana dalam tiga tahun pada acara Internet Fwendz Vol. 2 pada Minggu (14/6) lalu, Kaveh Kanes kemudian menindaklanjuti dengan membagikan sebuah nomor perkenalan yang diambil dari Capital, “Norwegian Crush” pada Selasa (16/6) kemarin yang dapat diunduh gratis lewat situs resmi Kolibri Rekordsatau langsung di laman SoundCloud mereka.

“Norwegian Crush” sendiri menceritakan tentang perubahan-perubahan yang pasti dialami oleh setiap orang karena adanya perhitungan tertentu untuk masa depannya. Namun semua keputusan yang diambil kemudian tidak selalu didasari oleh perhitungan yang terukur dan angka-angka. “Norwegian Crush” adalah tentang mempercayai hal-hal yang belum tentu terlihat. Karena terkadang keyakinan selalu mengalahkan rasionalitas dan seluruh perhitungannya.


Related Blogs

    Share