melankolia-02

Jauh dari sorotan metropolitan, dan padatnya aktivitas pekerjaan harian membuat band ini tidak pernah memikirkan sesuatu yang lebih daripada hanya sekedar merekam lagu – lagunya di kamar kemudian mempostingnya di media social mereka. Kegiatan ini konsisten mereka lakukan , walaupun terkesan “sayang” jika hanya terbatas seperti itu saja. Tidak punya apresiasi lebih, paling hanya sekedar tanggapan standar dari teman – teman di circle yang terbatas.

Masalah pun tidak hanya itu saja, unit pop daerah ini pun jarang mendapatkan tempat untuk menunjukkan karya mereka, maklum saja, sebagai provinsi baru di Indonesia, Kalimantan Utara, dan Kabupaten Bulungan pun termasuk daerah kecil yang event nya tidak se massive kota besar di Kalimantan, jadi untuk tampil pun, band ini masih terbilang minim, tidak sebanding lurus dengan umur band yang sudah beranjak ke 4 tahun, hal ini juga menjadi catatan kenapa Kalender 60 tidak banyak orang yang tau keberadaannya.

Nama Kalender 60 dipilih karena merupakan momen krusial dalam sebuah peta music dunia. Mereka membentuk band ini secara tidak sengaja, berawal dari projet Berayu Marga Putra (Vocal & Gitar) Bersama Desmond (Gitar), yang kemudian bertemu Aspiansyah Idris (Drum) di sebuah coffe shop. Dan terakhir terdapat tambahan untuk melengkapi kebutuhan bermusik mereka, bergabungnya Aspiannur Idris (Keyboard) dan Pramudya (Bass) membuat music Kalender 60 lebih kompleks lagi.

Di Agustus 2020 akhirnya Kalender 60 memutuskan untuk membawa lagu mereka secara serius, bertemu secara virtual dengan Ceritanya.records, Label premature asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara ini memiliki maksud dan tujuan yang sama, dan akhirnya memutuskan untuk merilis ulang “Kota Melankolia” dengan packaging yang lebih eksclusive lagi menurut pemahaman mereka.

Single Kota Melankolia di tulis oleh Berayu Marga Putra (Vocal) yang beranggapan bahwa sebuah pertemuan ternyata bisa menjadi obat penyembuh, sekaligus menjadi kekuatan untuk bangkit setelah keterpurukan, metafor dari sebuah peristiwa yang berbuah manis, yang seketika menjelma menjadi doa dan harapan – harapan baru. 

Untuk Kota Melankolia, Kalender 60 merombak semua tampilan, mencoba berkolaborasi dengan para penggiat seni di daerah Bulungan. Mulai dari penggarapan logo identity yang di garap oleh Joel Oestman, salah satu illustrator muda Bulungan dan untuk foto artwork di eksekusi oleh Melson. Bentuk kolaborasi yang harus dilakukan sebagai misi untuk mencoba mengajak Bersama – sama memperkenalkan siapa Kalender 60 dan teman – teman yang terlibat di dalam project single ini.

=======================================================================================

For more info

Instagram: @kalender60_musik

Twitter: @kalender60_

 

Related Blogs

    Share