jemarilembu1

Jemari Lembut terbentuk sejak tahun 2015 di Bali dan berpindah domisili ke Yogyakarta sejak tahun 2016. Band Indie-Folk akustik ini pada awalnya berbentuk trio, namun di tahun 2020 formasi mereka menyisakan dua personel yang terdiri dari Gregorius Axel dan Vincent Pratama. Jemari Lembut pertama kali merilis karya mereka dalam sebuah single yang berjudul “Pemimpi”, yang dirilis pada tahun 2016 dilanjutkan dengan merilis dua single berjudul “Sejenak” dan “Ini Lagu Cinta” pada tahun 2018. Kedua single tersebut berhasil menjadi single yang cukup menarik banyak pendengar sehingga Jemari Lembut melanjutkannya dengan merilis EP (Extended Play) pada tahun 2019 dengan judul “Titik Temu”. EP tersebut terdiri dari 6 track dengan 3 track di antaranya adalah 3 single yang telah dirilis sebelumnya.

Setelah berhasil merilis EP “Titik Temu”, Jemari Lembut kembali lagi mempersembahkan karya-karya terbaru mereka dalam bentuk Album Penuh yang berjudul “Diasentris”. Diasentris adalah sebuah kata yang mereka ciptakan dari gabungan dua kata, yaitu “Dia” dan “Sentris”. “Dia” diartikan sebagai persona tunggal yang dibicarakan atau di luar jangkauan yang merujuk pada seseorang atau bahkan juga merujuk pada pikiran kita sendiri yang terkadang sering membuat kita berdebat dengan diri sendiri. Sedangkan “Sentris” diartikan sebagai pusat dari segalanya, lalu Jemari Lembut menyimpulkannya dengan menciptakan “Diasentris” sebagai gambaran pihak ketiga yang menjadi pusat dari segala yang dibicarakan. Album “Diasentris” terdiri dari 8 track dan tidak jauh berbeda dari EP “Titik Temu”, “Diasentris” masih dibumbui dengan melankolia namun juga sedikit dibumbui dengan motivasi diri.

Artwork pada Album “Diasentris” digambarkan dengan seorang perempuan yang mencari sesuatu di langit yang gelap dengan cahaya dari senter. Artwork ini memvisualisasikan manusia yang selalu dibayangi dengan banyak hal yang menari-nari di pikiran mulai dari kerinduan, impian, pencarian jati diri dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang kerap menyapa pikiran di larut malam. Dalam proyek Album ini juga, Jemari Lembut untuk pertama kalinya menggandeng dua solois perempuan untuk berkolaborasi di dua track yang berbeda. Pada track berjudul “Delusi”, Jemari Lembut berkolaborasi dengan Dian Marshana (solois asal Bali) dan pada track berjudul “Di Balik Langit Yang Sama” Jemari Lembut berkolaborasi dengan Belinda Permata (solois asal Yogyakarta). Album “Diasentris” diawali dengan track berjudul “Usai” dan ditutup dengan track berjudul “Mulai” karena menurut Jemari Lembut, sebuah cerita terkadang berawal dari sebuah perpisahan untuk memulai lembaran yang baru.

“Diasentris” kini sudah bisa didengarkan di seluruh digital music platform. Enjoy!

=========================================================================================

For more info

Instagram: @jemari.lembut

Related Blogs

    Share