Jakarta Contemporary Ceramics Biennale akan hadir dalam hitungan bulan. JCBB adalah pameran dua tahunan berskala internasional yang menampilkan karya seni keramik kontemporer seniman berbagai negara. Acara akan berlangsung di Galeri Nasional Jakarta, Jalan Medan Merdeka Timur No.14. Jakarta, pada 23 September- 13 Oktober 2014.

JCCB adalah perhelatan bienial keramik kontemporer pertama di Asia Tenggara yang melibatkan peserta internasional dari luar kawasan. Negara lain Asia yang pernah menggelar acara serupa adalah Jepang, Korea, dan Taiwan. Di JCCB#3 nanti, pameran akan dikelompokkan ke dalam tiga bagian: Art yang menampilkan karya keramik seni nonfungsi, Design yang menyajikan keramik fungsional dengan estetika tinggi (one of a kind) dari industri maupun studio individu, dan Craft/Pottery yang berisi karya keramik yang masuk ke dalam kategori “kriya” dari studio individu maupun industri.

1as

Tema yang diusung tahun ini adalah COEFFICIENT OF EXPANSION.  Selain karya seniman Indonesia, akan dipamerkan juga karya 35 seniman internasional dari 22 negara, antara lain Amerika Serikat, Argentina, Pakistan, China, dan Jepang. Seniman yang diundang adalah mereka yang telah memperoleh pengakuan baik secara lokal maupun internasional. Seniman Indonesia yang tampil antara lain adalah Argya Dhyaksa dan Bonggal Hutagalung. Peserta luar negeri antara lain adalah Graciela Olio dari Argentina dan Yoichiro Kamei dari Jepang.  Kamei, misalnya, pernah meraih Penghargaan Seniman Kota Kyoto 2010, salah satu penghargaan seni bergengsi di Jepang.

Seperti dua ajang sebelumnya, JCCB#1 (2009) Ceramic Art: In Between dan, JCCB#2  (2012) Crafting Identity, acara tahun ini juga akan mengundang seniman nonkeramik untuk merespon keramik sebagai medium maupun pokok gagasan berkarya mereka.

1ass

Selain pameran, dalam rangkaian JCCB#3 diadakan  program residensi untuk beberapa seniman. Seniman internasional akan bermukim dan berkarya di tiga wilayah terpilih yaitu di Jimbaran dan Pejaten di Bali, Klaten di Jawa Tengah, dan Bandung di Jawa Barat. Seniman Steven Low dari Singapura, sudah mulai berkarya di Pejaten selama 3 minggu mulai awal Juni 2014. JCCB#3 juga akan menyelenggarakan program simposium dengan mengundangWendy Gers, kurator untuk Taiwan Ceramic Biennal 2014.

Bienial tahun ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menjadikan JCCB#3 salah satu program unggulan mereka, Pemda DKI, dan lembaga kebudayaan internasional  seperti Wales Arts Council (UK), KCCI (Korean Cultural Centre of Indonesia), Erasmus Huis, Pro-Helvetia-Swiss Arts Council dan juga kedutaan besar dari setiap negara asal seniman yang diundang.

1asss

JCCB digagas oleh Asmudjo Jono Irianto (pengajar di Departemen Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung ) dan Rifky Effendy (kurator berbagai pameran seni rupa, antara lain untuk Paviliun Indonesia di Bienial Venesia ke-55 pada 2013). Mereka mengorganisasi dan menjadi kurator untuk JCCB#1 dan juga JCCB#3. Ide dasar JCCB adalah memberikan ruang baru bagi keramik sebagai medium utama maupun sebagai medium pilihan dalam berkarya. Sementara tantangan kepada para seniman untuk membebaskan diri dari batasan-batasan seni keramik diajukan, pada saat yang bersamaan JCCB juga dimaksudkan sebagai bagian dari langkah besar bersama menjaga kekayaan tradisi keramik dan gerabah Indonesia.

teks & photo Istimewa


Related Blogs

    Share