jamesta-body1

JAMESTA ISTIMEWA // EKSPERIMEN UNIVERSAL BASIC INCOME (UBI) PERTAMA DI INDONESIA

Jakarta/Yogyakarta, 12 Oktober 2021 – Jamesta Istimewa, sebuah inisiatif eksperimen Universal Basic Income (UBI) yang pertama di Indonesia, menyelenggarakan peluncuran publik bersama segenap organisasi pendukung. UBI adalah pemberian sejumlah uang tunai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kepada setiap orang secara individual, periodik, dan tanpa syarat apapun. Di Indonesia, UBi diterjemahkan sebagai Jaminan Pendapatan Dasar Semesta (Jamesta).

Pada pilot inisiatif ini, 10-35 orang WNI yang berdomisili di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dipilih secara acak untuk mendapatkan UBI sebesar Rp 500.000/bulan selama 6 bulan berturut-turut tanpa syarat.

Berdasarkan data terkini pada 10 Oktober 2021, pendaftar Jamesta Istimewa telah mencapai 2.119 orang dari seluruh penjuru Yogyakarta dan telah menggalang Rp 17.010.595 dari 169 Donatur melalui Kitabisa.com (https://kitabisa.com/campaign/jamestaistimewapilot). Penggalangan dana akan terus berlangsung dan juga telah mendapatkan dukungan dari beberapa charity, seperti Kita Bisa sendiri dan Ahmad Zaky Foundation.

“Dalam pandemi ini, kami melihat UBI atau Jamesta seharusnya bisa menjadi solusi untuk mengurangi dampak ekonomi. Namun sayangnya, persepsi publik dan pemerintah masih negatif terhadap Jamesta. Eksperimen ini diharapkan bisa memajukan diskursus Jamesta di Indonesia dengan data dari implementasi langsung”, ujar M. Sena Luphdika, koordinator inisiatif Jamesta Istimewa.

Provinsi DIY dipilih sebagai target eksperimen karena merupakan provinsi dengan UMP terendah di Indonesia. Selain itu, DIY juga merupakan salah satu daerah yang mengandalkan pariwisata sebagai sumber pendapatan utama sehingga dampak pandemi cenderung lebih berat. Nominal Rp 500.000/bulan yang disalurkan didasarkan pada garis kemiskinan provinsi DIY tahun 2020 yaitu Rp 463.479/bulan.

Yanu Endar Prasetyo, PhD selaku Principal Investigator (PI)/koordinator riset  menyampaikan bahwa eksperimen ini bertujuan untuk mencari bukti-bukti empiris terkait efek basic income bagi penerimanya. “Sebagai eksperimen pertama yang dilakukan secara swadaya dan independen, riset Jamesta Istimewa ingin mengurai mitos-mitos terkait UBI, misal anggapan UBI akan membuat orang malas atau tidak produktif. Juga terkait stigma dan anggapan bahwa orang miskin tidak mampu mengelola keuangan dengan benar. Sebagai sebuah eksperimen, riset ini akan menggunakan randomized controlled trial (RCT) untuk mengukur efek Jamesta

Inisiatif eksperimen ini didukung oleh gabungan berbagai lapisan masyarakat dan organisasi. Beberapa di antaranya Gapatma, IndoBIG network, UBILab Jakarta, Kitabisa, INFID, Green Network, KPRI, dan LSP2I.

jamesta-body3

“Kami mengapresiasi inisiatif dari Jamesta Istimewa ini. Inisiatif ini sudah on the track dan hasilnya nanti bisa menjadi masukan bagi kami di DJSN. Pemerintah sendiri sebenarnya tidak tinggal diam dan ikut mengikuti perkembangan diskursus UBI atau Jamesta ini. Kami juga belajar dari eksperimen di negara-negara lain, seperti Finlandia. Siapa tahu ke depan eksperimen Jamesta Istimewa ini bisa di scale up hingga ke tingkat nasional seperti eksperimen di Finlandia” Ujar Michael B. Hoelman selaku anggota perwakilan dari Dewan Jaminan Sosial Nasional RI. 

Sugeng Bahagijo, Executive Director INFID, menyampaikan alasan mengapa inisiatif ini perlu didukung. “Sebagai sebuah ide yang baru, tentu saja perlu banyak langkah untuk sosialisasi agar publik lebih memahami apa itu UBI atau Jamesta? Inisiatif anak-anak muda di Yogyakarta ini perlu untuk didukung dan terus disebarluaskan sebagai bagian dari edukasi publik dan tawaran alternatif kebijakan di masa kini maupun masa depan”

Senada dengan Sugeng Bahagijo, Dian Kartikasari, Ketua Dewan Pengurus INFID juga menegaskan bahwa “kita semua menunggu hasil dari eksperimen ini dan alangkah baiknya jika hasil eksperimen ini nantinya bisa ikut memperkuat naskah akademik dalam RUU Jaminan Sosial Nasional yang saat ini sudah masuk ke dalam prolegnas”.

Fase pertama dari Jamesta Istimewa akan berjalan pada November 2021-April 2022. Fase berikutnya dengan jumlah penerima dan nominal yang lebih besar serta waktu yang lebih lama akan dimulai pada awal tahun 2022.

Dalam peluncuran publik ini, tim Jamesta Istimewa beserta seluruh organisasi yang terlibat mengajak masyarakat untuk dapat mendukung inisiatif ini dengan berbagai cara. Bentuk dukungan dapat berupa:
● Mendaftar sebagai peserta melalui tautan bit.ly/jamestaistimewa-pendaftaran
● Donasi melalui laman galang dana di kitabisa.com/jamestaistimewapilot
● Menyebarkan informasi tentang inisiatif ini kepada pihak-pihak yang terkait

====================================================================================

For more info:

Website: jamestaistimewa.id

Instagram: @jamesta.istimewa 

Related Blogs

    Share