048731097de322302aff7e52151c991d_L

Dian Pelangi

4

Nur Zahra

Jenahara_home

Jenahara

 

Jakarta Fashion Week (JFW) — bakal kembali digelar pada 19-25 Oktober 2013, kali ini bertempat di Senayan City, Jakarta. Tak seperti tahun lalu, pembukaan JFW 2014 akan dimeriahkan oleh karya-karya indah dari tiga desainer muda berbakat di industri busana muslim Indonesia yakni Dian Pelangi, Jenahara dan Nur Zahra. Mereka adalah desainer terpilih yang dibimbing oleh JFW dalam program Indonesia Fashion Forward (IFF).

Diselenggarakan pertama kali pada tahun 2008, Jakarta Fashion Week merupakan pekan mode tahunan terbesar di Indonesia. Acara ini merupakan platform universal bagi pelaku industri mode yang ingin dikaitkan dengan desain, gaya dan tren mode terkini.

“Tahun kemarin dihari pembuka hanya ada satu show. Berdasarkan respon yang sangat bagus dari industri fashion Indonesia dan dunia, tahun ini JFW akan dibuka dengan acara dari para desainer IFF. Tiga label ini akan menampilkan spring summer 2014,” ungkap Diaz Parzada, Creative Director JFW, saat konferensi pers di Plaza Indonesia, Rabu (24/7).

Di acara ini, rencananya ketiga desainer ini akan menampilkan sesuatu yang baru seperti Dian Pelangi yang bakal membuat trend baru.

“Sudah enggak mau tie-dye lagi. Saya akan bikin trend baru berupa batik, tapi bukan batik. Inspirasinya dari batik,” kata Dian.

Sedangkan Jenahara akan memperkenalkan label baru miliknya yakni Jenahara Black Label.

“Untuk koleksinya sendiri kebetulan Jenahara mau re-brand brand. Sebelumnya lebih dikenal Jenahara Nasution. Yang membedakan label ini lebih premium, bedalah sama Jenahara (Nasution),” kata Jenahara.

 

Sementara itu, Nur Zahra akan tetap berkiblat pada busana muslim yang diperuntukkan untuk wanita yang baru belajar mengenakan jilbab.

“Target kita beginner. Desainnye simpel dan yang membuat orang nyaman,” ujarnya.

 

JFW yang selama ini dikenal sebagai salah satu referensi utama busana muslim global berusaha meningkatkan kualitas para desainer busana muslim Indonesia. Diharapkan dari acara ini industri busana muslim Indonesia bisa bersaing di pasar internasional.

Pada tahun 2015, diharapkan Indonesia bisa menjadi pusat busana muslim di Asia dan pada tahun 2025 sebagai kiblat bisana muslim dunia. Pemerintah juga menargetkan ekspor produk busana muslim Indonesia dapat mencapai 7 persen pada 2025.

Sumber Original: C&R Digital

Share