0941106bienalle-2014780x390

Jakarta Biennale 2015 kembali digelar. Pameran Kesenian Internasional ini merupakan salah satu pameran seni besar yang rutin diadakan dua tahunan sejak tahun 1972. Tahun ini Jakarta Biennale diadakan di Gudang Sarinah, Jalan Pancoran Timur, Jakarta. Jakarta Biennale akan berlangsung 15 November 2015 hingga 17 Januari 2016, dengan tema besar “Maju Kena, Mundur Kena: Bertindak Sekarang”. Pameran sendiri akan diikuti lebih dari 70 seniman besar dan tujuh kurator, di antaranya Charles Esche, Irma Chantily, Anwar ‘Jimpe’Rachman, Putra Hidayatullah, Asep Topan, Riska Afiaty, dan Benny Wicaksono. Jakarta Biennale 2015 ini membawa misi untuk mendekatkan seni ke masyarakat. Maka untuk menyambutnya, dilakukan Roadshow Art on the Road (RAOS). RAOS akan dilakukan di 20 lokasi berbeda di Jakarta. Setiap lokasi memiliki perbedaan yang signifikan dan mewakili salah satu segmen di masyarakat. Misalnya saja Sanggar Anak Harapan di Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Rabu (20/8/2015) kemarin tempat ini menjadi tempat pertama yang dikunjungi RAOS.
Menurut Eko Harsoselanto, Koordinator RAOS, sanggar ini cocok menjadi tempat pertama untuk menunjukkan seni juga milik orang kecil. “Selama ini kita memandang seni hanya untuk masyarakat atas. Padahal seni itu dibutuhkan dan berlaku untuk setiap kalangan. Setiap jenjang masyarakat memiliki gaya seninya sendiri,” jelasnya. Tak hanya di tempat kecil, RAOS juga akan dilakukan di ruang terbuka seperti CFD dan lingkungan pendidikan termasuk kampus. Konsep roadshow sendiri dipilih untuk memberi kesan dekat dengan masyarakat. “Kita pasti cari tempat-tempat kayak gini (Sanggar Anak Harapan), nggak akan di tempat-tempat elit yang jauh dan berjarak dari masyarakat,” terangnya. Nantinya, setiap tempat akan didatangi oleh satu seniman. Seniman dan masyarakat di tempat itu kemudian akan berkolaborasi membuat seni bersama-sama. Rabu kemarin, misalnya, Eko datang bersama komikus Hari Prast. Prast kemudian menggambar wajah bersama anak-anak sanggar. Mereka saling menggambar wajah rekan sebelahnya. “Kalau untuk anak-anak ya karya seperti ini yang terpikir oleh saya, karena ini sangat mendasar,” terang Prast yang juga penggagas @demografis ini. Beberapa seniman lain yang akan hadir di antaranya Azer “komikazer”, Anton Ismael, Gelar Agryano, Jayu Julie, Jeany, The Popo, dan belasan nama lain. Roadshow berikutnya rencananya akan diadakan tanggal 23 Agustus mendatang. Untuk lokasinya sendiri masih akan dipastikan kembali. “Semoga dengan begini semua orang sadar seni adalah kebutuhan. Kalau semua orang sudah menyadari seni adalah kebutuhan, dan memandang seni itu berlaku untuk semua kalangan dan usia, maka kita tidak akan saling mencela. Tidak ada lagi kata ‘jelek’, itu intinya,” tutup Eko.

Related Blogs

    Share