Irene-1

Oktober 2019 lalu, Sugiarto Irine merilis salah satu video musik dari rangkaian EP “Altokumulus Kelabu” (2018) yang berjudul Samar dan Asam. Di tahun yang sama,  dengan rangkaian pilihan yang dilewati di 2019 kebelakang membuatnya banyak bertanya tentang berbagai hal, pilihan serta konsekuensi. Hal itu menjadi motivasi untuk membuka tahun 2020. Pada tanggal 17 Januari 2020 Sugiarto Irine akhirnya melepas sekaligus tiga video musik sebagai rangkaian lengkap dari EP yang dikeluarkannya 2018 lalu. Permata untuk Raja, Besok-Besok, dan Altokumulus Kelabu. Tiga lagu yang lahir dari gejolak dan ceritanya masing-masing. Permata untuk Raja sendiri menceritakan soal perasaan ragu-ragu seseorang. Besok-besok bekutat dalam pertanyaan “adakah hari esok untuk pertemuan ?” Lalu ditutup dengan Altokumulus Kelabu, yang menceritakan tentang awan sebagai analogi pilihan hidup seseorang.

Jika didengar secara garis besar, mungkin kita akan bisa menyimpulkan dengan cepat bahwa lagu-lagu Sugiarto Irine bernuansa pop jazz. Namun dilain sisi, nyatanya genre bukan menjadi acuan dari warna musik pelantun berusia 23 tahun ini. Hal penting baginya adalah interpretasi. Dalam EP ini, interpretasi diimplementasikan melalui tempo, nuansa, serta progresi chord. Lagu Besok-Besok ditautkan dengan tempo tidak lebih dari 50 bpm serta nuansa ballad yang menenangkan, karena dalam lagu ini Irine ingin pendengar berada dalam perasaan yang manis namun penuh kebimbangan. Lalu pada lagu Permata untuk Raja, Irine tetap menggunakan nuansa ballad, hanya saja dengan progresi minor chord dalam lagu ini. Altokumulus Kelabu merupakan yang paling manis dan menyenangkan, tergambar jelas lewat beat yang lebih energik serta progresi chord yang bernuansa menyenangkan

Pada penggarapan ketiga video musik setelah Samar dan Asam sebelumnya, Sugiarto Irine tetap memilih dirinya untuk bertindak langsung sebagai sutradara dengan menggandeng beberapa penangkap dan penyunting gambar. Pada Permata untuk Raja ada Anis Alimah Shalihah (Samarinda), disambung Permata untuk Raja oleh Rio dan Dicky (Balikpapan), dan Altokumulus Kelabu oleh Mademun dan Resa Alif (Samarinda). Menyentuh langsung proses pembuatan karya dalam bentuk visual dari awal hingga selesai, diakuinya menjadi kelegaan dan keintiman tersendiri untuk menyampaikan pesan dan harapan untuk setiap yang mendengar dan melihat nantinya.

=======================================================================================

For More Info:

Instagram: @irenesugiarto

Youtube: Irene Sugiarto

Related Blogs

    Share