TRIPPIN-WALTZ

Band mods di Bali mungkin jarang ditemuin untuk sekarang ini. Walaupun secara dress up band ini belum mengadopsi gaya mods seutuhnya, tapi musik yang mereka bawakan sepenuhnya terinspirasi oleh mods music, terutama era mods revivalist (british end of 60’s). Trippin Waltz membawa warna musik di Bali menjadi lebih berwarna dan menyegarkan. Okay kita langsung tanya-tanya saja dengan mereka soal album EP baru yang baru dirilis dan sejarah band ini yang baru terbentuk.

Haloo apa kabar Trippin Waltz? 

Kabar baik, Thanks Mavemagazine, Cheers Mate

Sebelum bertanya lebih jauh, boleh diceritakan dong buat yang belum tau, bagaimana sejarah dan band ini terbentuk?

Awal mulanya ketemu di gigs di Gimmie Shelter Bar, sebelumnya Grey, Dayat, Ness dan Rully sudah saling kenal, kita ngborol soal musik, band masing-masing lalu tercetus untuk membuat band dan mengajak Ryan untuk bergabung membawa warna musiknya yang belum ada di Bali, awalnya untuk coba coverin The Who, MC5, New York Dolls tapi seiring berjalannya waktu Rully kasih input soal mods music, terutama era mods revivalist (british end of 60’s )

Trippin Waltz mungkin band mods yang jarang ditemui di Bali. Sejauh mana sih perkembangan band mods di Indonesia saat ini?

Secara musikalitas kita mau memberikan nuansa baru di skena musik indie bali, untuk di Bali sendiri mods musik hal yang baru, kalau di luar Bali sudah banyak band-band mods terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Surakarta seiring semakin massif event Mods Mayday yang digelar di kota-kota besar tadi tiap tahunnya, so perkembangan mods music di Indonesia semakin berkembang dengan baik.

Oh iya kalian baru saja mengeluarkan EP album perdana, bagaimana proses pembuatan EP album kalian?

Prosesnya sangat cepat, awalnya Rully punya materi sendiri terus di share ke anak-anak, dicoba dimainin distudio, trus saling input satu sama lain, setelah fix dari hasil arrange bareng-bareng ya kita kumpulin duit s’maximal mungkin untuk di rekam secara live, ga pakai lama lsg babat habis 4 lagu utk di rekam trus minta bantuan Enzi untuk mixing 4 lagu yg kita rekam dan release dgn modal seadanya dari hasil patungan.

Ada berapa lagu di mini album nya?

4 lagu, 3 lagu yang berlirik dan 1 lagu sebagai intro.

Nyeritain tentang apa sih lagu-lagu di albumnya?

Masing-Masing lagu itu, memiliki karakter dan alur cerita tersendiri dan terkait satu sama lainnya menjadi suatu episode awal Trippin Waltz

– Lagu Intro, ini merupakan prolog sound yang kita mau introduce dari karakter tiap personil.

– Lagu Desire, ini suatu dialog antara personil Trippin Waltz, kita memiliki hasrat untuk memberikan warna musik baru di skena musik indie bali, yang kita analogikan kedalam untaian penggalan cerita pendek ketika seseorang laki-laki mendambakan suatu perempuan yang “pretty tall blonde lady”

– lagu I’m Strong bagian monolog dari setiap personil yang menceritakan dan meyakinkan diri sendiri bahwa setiap orang itu punya kekuatan kemampuan dalam diri nya untuk  berkembang untuk menjadi lebih baik meskipun banyak org mencemooh yang endingnya bahwa lo puas untuk membuktikan omongan atau pandangan org sama diri lo itu total salah.

– Lagu Lucy Blitz, ini Epilog dari mini album ini, yang menceritakan suatu kompleksitas akan, endorphins,optimisime, sex appeal dan percumbuan antara logika,hasrat dan mimpi at least menggambarkan suatu moods dari kita ber-4 kedalam MODS music versi kita.

Band siapa saja yang menginspirasi saat pembuatan album kalian?

The Who, The Kinks, The Small Faces, The High Number, dan beberapa band mods era 80’s

 Apa makna nama judul EP album Lucy Blitz?

Lucy Blitz itu suatu bentuk analogi rasa ingin memiliki sesuatu itu cukup tinggi yg bisa jadi trigger lo untuk menghasilkan sesuatu yg beda,tanpa canggung, liar dan berisi.

Setelah album EP kalian kelar, Bagaimana strategi pendistribusian album nya ini? Apakah kalian melibatkan label atau cara mandiri? Sudah kemana saja pendistribusian nya?

Akhir-Akhir ini kita sibuk promosiin di media sosial, radio, personal atau pun mouth to mouth…hahaha dengan melihat respons yang bagus dari teman-teman yang ada di luar bali ya kita wujudkan rilisan fisik secara mandiri, soal distribusi kita dibantu teman-teman atau pun relasi-relasi kita punya, sejauh ini kita udah ikutan beberapa records store day diantaranya; Bali, Lombok, Jakarta sekalian kita dapat kesempatan live performance di 2 kota terakhir itu, jangan gengsi untuk like facebook page kita @Trippinwaltz sama follow Instagram: @Trippinwaltz_mods sama Soundcloud: Trippin Waltz hahaha

 Seberapa penting rilisan fisik bagi kalian?

Digital era is good for share, rilisan fisik itu penting untuk jadi bentuk otentik suatu karya dan bagian dari manifestasi dari segala proses pembuatan suatu karya musik kita, well.. mungkin aja 20-25 tahun ke depan rilisan fisik kita bisa jadi collectable items records ya kan….hahahah

Apa rencana kalian dalam waktu dekat ini?

Kelarin PR untuk rilis full album pertama kita sama tour beberapa kota, sponsorin donk hahahah

Okay last words?

Looking forward for Good sponsorship who can bring and provide us play abroad in near day LOL

 

=======================================================================

Trippin Waltz

all teks adamxhole photo courtesy of Trippin Waltz

instagram : trippinwaltz_mods

soundcloud : trippinwaltz

Related Blogs

    Share