THESNEAKERS

Terbentuk sejak tahun 2006 lalu antara Eko Ramone dan Didit yang sepakat membentuk sebuah band punk rock bernama The Sneakers. Waktu 10 tahun cukup lumayan lama bagi sebuah yang konsisten di jalur punk rock. Dan The Sneakers membuktikan bahwa mereka tetap eksis dan berkarya melalui album baru yang sudah lama mereka tunggu. Yaitu sebuah double EP dalam bentuk rilisan kaset dan self tittle dalam bentuk cakram padat yang baru saja dirilis bulan Maret kemarin. Okay kita langsung saja tanya-tanya sama mereka. 

Haloo ada kabar baik apa dari The Sneakers ?
Hallo MAVE Magazine. Bulan Maret Kita akan rilis 2 materi EP kita dalam bentuk kaset dan CD. Materi dalam bentuk kaset akan dirilis pada 9 Maret 2017 yang berisikan 2 EP pertama kita : 3 Chords, 3 Words & 3 Stitches Dan Self Title di setiap side nya Dan materi dalam bentuk CD akan dirilis pada 30 Maret 2017 yang berisikan materi EP terakhir berisikan 5 lagu plus 1 bonus track.

Setelah terbentuk lumayan cukup lama dari tahun 2006, akhirnya debut album The Sneakers keluar juga. Kendala apa yang membuat terhambat proses pembuatan album kalian?
Proses produksi EP terakhir sangat memakan waktu, selain dikarenakan budget yang harus menabung dulu sampai budget tersedia lagi buat proses rekaman dan adanya kendala dimana pada saat budget sudah Ada studio tempat rekamannya tutup, dalam artian studionya sudah tidak merekam lagi karena alat alat rekamannya dijual hahaha Dan setelah Kita pindah studio untuk menyelesaikan materi yang belum tuntas dan proses mastering selesai kita menunggu lagi budget untuk penduplikasian nya. Sampai akhirnya Ada donatur yang mensupport Kita untuk penduplikasian dalam bentuk CD. Terima Kasih untuk Brian Kroll. Sekarang proses produksi sudah masuk proses cetak cover cd EP nya

Berapa lama proses pembuatan album ini ?
EP terakhir Kita selesai rekaman dan mastering pada bulan November 2014, setelah proses yang Lama maka di bulan November 2016 baru selesai proses duplikasi 1.000 keeping CD.

Siapa label yang akan merilis album kalian ini ?
Kaset akan dirilis Oleh Amah Nae Records dari Bali, Dan untuk EP CD Kita produksi sendiri dan akan didistribusikan Oleh Geekmonger Records di Bandung.

Selain dalam bentuk rilisan fisik cakram padat kalian merilis dalam bentuk format kaset juga ya ?
Hanya double EP yang dalam bentuknya kaset, EP terakhir hanya dalam bentuk CD

Hal apa saja sih yang menjadi inspirasi The Sneakers dalam pembuatan tema lagu yang ada di album ini ?
Kita Banyak menulis tentang hal hal yang terjadi sehari hari. Tentang pertemanan, hal hal di TV yang tidak bagus, politik yang sedang terjadi tapi dengan bahasa Kita sendiri.

Di album The Sneakers ini, saya lihat ada nama tertulis besar Brian Kroll. Apa hubungannya dengan album ?
Itulah donatur yang mensupport Kita untuk penduplikasian CD EP terakhir Kita. Dia ternyata memperhatikan perkembangan The Sneakers via Facebook Dan Instagram Dan bulan Oktober 2016 dia mengontak Kita untuk mensupport Kita untuk membuat CD. Kita tidak menyadari kalo ternyata Ada teman dari New York nan jauh disana yang sangat peduli dengan The Sneakers. Rezeki ? Kita lebih percaya inilah hasil dari kerja keras kita. Karena dia melihat Kita terus bermain dimanapun. Baik di Bali atau buat tour sendiri keluar Bali.

Selain The Ramones yang sudah pasti menjadi influence kalian, band apa saja yang berpengaruh atas album ini ?
Kita tetap terpengaruh band band dari Lookout Records seperti The Queers, MTE Dan Ada Screeching Weasel Dan Chixdiggit.

10 tahun lumayan cukup lama bagi sebuah band yang setia pada jalur yang sama dari awal terbentuk. Apa yang membuat The Sneakers bertahan sampai sekarang ini ?
Setelah lebih dari 10 tahun pendekatan antar personil lebih bersifat kekeluargaan. Bassist Dan drummer sudah berkeluarga, hanya gitaris yang masih single. Semua masalah band didiskusikan jadi semua terlibat didalamnya.

The Sneakers sangat erat hubungan nya dengan Twice Bar, dimana band ini lahir dan berkembang disana. Dan sekarang Bali, saya lihat mulai lahir bar-bar yang mendukung movement band-band indie di Bali. Bagaimana The Sneakers melihatnya ?
Twice Bar adalah bagian dari perkembangan musik di Bali. Setelah Twice Bar tidak Ada Banyak venue venue lainnya yang muncul. Kita sangat senang Banyak venue venue Baru yang dapat menampung apresiasi musik band – band Bali. Venue- venue kecil sangat penting. Band-band terutama yang Baru terbentuk dapat dengan mudah mencari venue buat bermain musik, band – band besar bisa main di venue kecil untuk menyemangati band – band Baru sehingga regenerasi antar generasi sangat cepat sehingga pergerakkan band – band Bali semakin solid.

Setelah rilis album ini ada rencana promo tur album ?
Apabila budget mencukupi Kita akan ke Jakarta, Bandung, Jogja, Malang Dan Surabaya untuk promo tour nya.

Apa rencana besar yang belum terlaksana oleh The Sneakers ?
Apabila materi Kita cukup ingin membuat dokumentasi perjalanan The Sneakers.

 

==========================================================================

The Sneakers

Instagram : Thesneakers1234 | amah_nae_records

thesneakers1234.bandcamp.com

Related Blogs

    Share