SID

4 tahun setelah album Angels and The Outsiders, SID kembali hadir dengan album Sunset Di Tanah Anarki yang di rilis bulan Oktober kemarin. Walaupun sempat ditunda peluncuran album nya, tapi album ini mencerminkan bahwa SID mendefinisikan sebuah karya seni nya ini lebih dewasa dan berwarna, dengan tema-tema perlawanan nya. Seperti apa album baru nya ini ? Ini dia wawancara contributor  dengan mereka.

Selamat akhir nya album baru kalian keluar juga setelah diundur beberapa bulan. apa kendala diundur nya album kalian ini ?

Terima kasih. Benar, ini album SID yg delay nya paling lama, hampir empat tahun sejak album terakhir. Sebenarnya materi album, artwork utk cover dan lain-lainnya sudah beres tahun. Delay jadwal rilis karena adanya beberapa perubahan internal dalam label kita (Sony), seperti pergantian pimpinan label, staff dan lain-lainnya.

Apa makna dipilih nya judul album “Sunset Di Tanah Anarki” sebagai nama album baru kalian?

Judul ini kita pilih karena kami anggap mempresentasikan keindahan dan perlawanan yg menjadi tema besar album ini. Perlawanan itu harus seksi dan penuh makna. Bukannya dangkal dan asal bunyi.

Ini sebuah judul album yang sedikit kekiri-kirian yang pernah dirilis oleh label besar, bagaimana tentang ini ?

Sony tidak ada masalah dengan judul ini, karena dari awal SID dan Sony sudah punya kesepakatan yg sangat jarang dimiliki band yg dikontrak major label, yaitu kebebasan dalam ranah berkesenian.

Seperti di album sebelum nya SID sangat menjunjung tinggi lirik yang ber-edukasi dan memberi pesan bagi pendengar nya. Seberapa besar pesan yang disampaikan di album ini ?  

Besar tidaknya pesan itu tergantung dari intepretasi para pendengar, kalau ditarik garis besarnya, album ini secara implisit berpesan agar anak muda menjadi generasi yg kuat, mencintai alam, cerdas dan gak hanya memikirkan diri sendiri.

Perubahan apa saja yang paling signifikan di album baru ini, dalam segi musikalitas dengan album sebelum nya?

Album ini memiliki ranah musikal paling luas dibanding album-album sebelumnya. Dari orkestra, rockabilly, hardcore, metal, balada sampai arena rock kita libas. Tapi ini bukan berarti skill kita makin hebat juga sih, maklum attitude nya masih 100% punk :)

Kali ini di album “Sunset Di Tanah Anarki” biduanita Brianna didaulat untuk berduet untuk mengisi di lagu kalian. Ada alasan khusus nggak, dipilih nya Brianna ini ?

Alasan utamanya tentu saja kualitas suara, idenya dari Bobby Kool yg ingin Brianna menyanyikan duet Sunset Di Tanah Anarki karena menurutnya suara Brianna sangat pas untuk lagu tersebut. Ternyata selain suara, secara personal dia juga selaras dgn SID (kritis, gak ragu utk ikut demo). Pilihan yg tepat.

Di album ini kalian juga mengeluarkan Boxset, apa saja isi dari boxset ini? Dan berapa pcs yang kalian keluarkan?

Bukan boxset tapi semacam edisi terbatas, 500 pieces t-shirt + CD album terbaru. Dan sudah sold out dalam waktu 3 hari.

Di lagu “Kita Adalah Belati” lirik yang disampaikan bahwa kalian menyatakan perang terhadap fasisme. Seperti apa Fasisme itu buat kalian ?

Indonesia adalah negara yang seharusnya menjadi rumah yang aman dan sejuk bagi setiap insan yang hidup di sini terlepas apapun agama, suku, ras dan status sosialnya. Kebenaran bukanlah milik satu golongan semata, fasisme harus dilawan dan dibinasakan.

Ada yang berbeda di lagu “Forever Love Insane” dan “Fast Cure” seorang Eka Rock nge-rap. Apakah ini permintaan dia langsung ? Kenapa nggak berkolaborasi lagi dengan Rapper seperti album yang dulu ? Hehe..

Haha, iya Eka Rock diam-diam memang ada sedikit (kami tegaskan: sedikit) bakat nge-rap dan di album ini bakatnya harus disalurkan jika kami ingin harga kamar di Sanur tetap stabil.

Seperti nya perjalinan tali kasih kerjasama kalian dengan label samakin harmonis saja. Akan ada berapa album lagi, kedepan nya, yang bakal dirilis oleh label ini?

Kami dikontrak 6 album, masih sisa satu album lagi, sampai saat ini belum ada wacana serius tentang kelanjutan usia kontrak dengan label, masih menikmati yang ada dulu :)

17 lagu kalian buat saat band ini menginjak umur 17 tahun. Seperti apa 3 personil SID ketika umur 17 tahun kala itu ?

Wah, kami sangat hipster dikala itu, mati-matian mengikuti jaman sampai-sampai jual jiwa sama setan, super gaul deh pokoknya, kalau orang orang tua di Bali bilang kami itu sincelak.

Jika band sebagai media untuk perlawanan dan perubahan buat kalian. Apa yang sudah kalian rubah dan sampaikan selama kalian membuat band 18 tahun ini ?

Apa yg sudah kami lakukan mungkin bukan tempat kami untuk menjawabnya. Tapi yg jelas baru kali ini ada band yg kembali dianggap berbahaya oleh penguasa. Berbahaya dalam konteks melawan ke musisi / band lain hingga musik bisa menjadi senjata untuk membawa bangsa ini ke arah yg lebih adil bagi alam dan rakyatnya.

Okay, last words ?

Di era yg makin tidak jelas ini, menjadi netral bukanlah solusi utk sebuah perubahan yg lebih baik (dalam konteks apapun). Berani memihak adalah mutlak karena jika kamu bukan bagian dari solusi maka kamu adalah bagian dari masalah.

Web: www.supermanisdead.net

teks AdamXhole
Photo courtesy SID
 


Related Blogs

    Share