digging-

Salah satu kolektif baru yang berbasis di Pulau Dewata Bali, Project23 menjadi salah satu kolektif yang hadir dengan konsep ‘menyembunyikan’ siapa sebenarnya wajah dan identitas di balik semua talenta yang akan ditampilkan. Proyek pertama mereka akan di gelar pada tanggal 2 September yang menghadirkan beberapa musisi elektronik dan artist visual yang akan meramaikan acara ini. Untuk lebih dekat dan mengenal kolektif ini, kita langsung saja tanya-tanya dengan mereka tentang Project23 dan acara yang akan di gelar dalam waktu dekat ini.

all teks Adamxhole Photo Project23

 

Sebelum ngobrol soal event yang akan kalian bikin Bisa ceritain nggak apa itu Project ••III?
Project ··||| adalah sebuah kolektif musisi elektronik Indonesia dan seniman multi media yang kini sedang melakukan sebuah pergerakan melalui event warehouse yang inovatif.

Bagaimana awalnya ide project ini terbentuk ?
Proyek ini merupakan konsep yang disatukan oleh seorang pria yang berasal dari Inggris, sekarang berbasis di Indonesia. Dia memiliki semangat untuk budaya alternatif dan Indonesia, dan merasa para artis lokal yang dia lihat tidak mendapatkan pengakuan yang layak. Ia memiliki 20 tahun pengalaman di Eropa tentang budaya alternatif dan mengkurasi event music yang inovatif dan merasa bila pengalaman dan kontaknya dikombinasikan dengan bakat kolektif artis-artis tersebut, bersama mereka bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa.

Ada berapa anggota di dalam Project ••III ?

Anggota inti terdiri dari sekitar 10 orang, tetapi minggu-minggu ini makin banyak pemain-pemain kunci dari skena-skena lokal yang sekarang terlibat dan mendukung kita, dan ini sangat bagus, karena salah satu tujuan utama kami adalah menghubungkan titik-titik kreativitas yang mengagumkan ini di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan suatu hari nanti jumlah kita akan mencapai ratusan!

Kenapa kalian tidak ingin identitas kalian diketahui dan di tutupi dengan topeng ?
Ada tiga alasan… Salah satunya adalah fakta bahwa banyak orang yang tidak mempercayai DJ dan seniman Indonesia, dan buat kami ini bahan becandaan. Selain itu, anonimitas memberikan kami kebebasan untuk berbicara di media, supaya kami bisa bicara soal kebenaran. sisanya masih rahasia.

Okay, terus apa event perdana yang akan kalian buat ?
Acara pertama kami akan dimulai pada tanggal 2 September dan di sebut ‘Chapter One’, dan akan menampilkan 5 live elektronik set & eksperimental PA’s, 5 DJ dan 4 instalasi seni multimedia.

Tujuan dari event ini ?
Untuk memberi artis Indonesia penghargaan yang selayaknya mereka terima, untuk menghubungkan semua titik kreatifitas yang luar biasa di seluruh Indonesia dan untuk mempromosikan eksperimentasi dan untuk menginspirasi anak-anak Indonesia bahwa berbeda itu bagus, dan nilai-nilai yang ada di dalam budaya alternatif, daripada hanya menerima produk akhir saja.

Siapa saja line up artis yang bakal tampil?
Saat ini para artis yang dipastikan akan bermain adalah Pariwisatan, band lokal elektronik psikedelik. Kemudian Zat Kimia, sebuah band indie yang telah lama berdiri, mereka akan menampilan set elektronik pertama mereka. Lantas Wukir dari Senyawa, dengan proyek sampingan barunya, menampilkan Matrix Project Collapse, Kimokal dari Double Deer, Asam dari Dead Records dan resident DJ dari Project ••III. Instalasi dibuat oleh JNS dan Bimo yang sangat berbakat, satu dari Gentur Suria yang mengagumkan, dan dari kita sendiri Sawda Muzlama yang merupakan salah satu orang utama di bidang visual & multimedia, serta satu lagi yang masih kami konfirmasikan.
Ada kriteria khusus untuk tampil di acara ini ?
Menjadi orang Indonesia, berbakat dan untuk mendukung nilai-nilai dari proyek kami.

Kapan dan dimana rencana event ini berlangsung?
Venue masih belum kami publikasikan, dan nanti akan kami umumkan di social media (@project23collective), tapi acaranya akan berlangsung pada tanggal 2 September, dan diadakan di sebuah venue di area sekitar Kerobokan, Canggu dan Seminyak

Apa yang membedakan event ini dengan event musik lainnya?
Untuk Bali khususnya, acara ini memang sangat berbeda jika dilihat dari beberapa prespektif, namun aspek utamanya adalah penampilan dari seniman elektronik dan alternative Indonesia, ini mencakup beberapa genre music elektronik dan seni dan ini merupakan sebuah ruang industrial yang berlawanan dengan apa yang biasa ditampilkan di, katakanlah, sebuah beach club atau venue-venue mewah. Acara kami juga bukan sekedar rave, tapi adalah sebuah pertunjukan, atau katakanlah sebuah pengalaman.

Setelah event perdana di bulan September, apa project selanjutnya?
Jika semua berjalan sesuai rencana, kita akan mulai mengerjakan Chapter Two segera dan juga mengeksplorasi kemungkinan untuk membawa Project ••III keliling Indonesia, ke daerah-daerah inti lainnya, untuk menyebarkan pesan kita dan juga menjangkau lebih banyak orang. Tujuan jangka panjang kita adalah untuk menciptakan sebuah gerakan kolektif yang berfokus pada semua anak laki-laki dan perempuan brilian yang membuat karya-karya luar biasa di seluruh negeri ini.

 

Related Blogs

    Share