MORFEM

Setelah sukses dengan album keduanya “Hey,Makan Tuh Gitar!” Band yang digawangi oleh Jimi Multhazam (vocals), Pandu (gitar), Yanu (bass), dan Freddie (drum) ini akan segera merilis mini album berjudul “Sneakerfuzz”dalam waktu dekat, sebuah album kolaborasi dengan Converse Indonesia dan Sinjitos Records. Seperti apa mini album nya ini nanti? Ini dia interview  dengan mereka. Cekidot!

Haloo Morfem ada berita hangat apa lagi setelah kemarin ngeluarin single ketiga kalian?
Berita hangatnya adalah kita akan segera merilis mini album. Sebuah pemanasan sebelum album ketiga tahun depan. Materi sudah siap cetak semua. Sedang menunggu euphoria pilpres mereda hahaha. Wah tidak sabar. Sangat tidak sabar.

Bagaimana sejauh ini respon public tentang album “Hey, Makan Tuh Gitar!” nya?
Respon publik sangat baik. Bukan hanya di kota kami, malah gaung album ini sampai ke kota-kota lain di Indonesia. Terimakasih untuk radio-radio di luar Jakarta yang justru lebih banyak memutar lagu-lagu dari album “Hey, Makan Tuh Gitar!” Salut  :)

Track mana yang menjadi favorit pendengar di album ini?
Wah susah menjawabnya, kami jatuh cinta dengan semua isi album ini hahahaha

Apakah di tahun 2014 ini masyarakat Indonesia khususnya anak mudanya, sudah cukup cerdas menghargai musisi/band dengan membeli rilisan fisik original atau download legal?
Masyarakat Indonesia sangat cerdas. Mereka membeli album kami! Penjualan album “Hey, Makan Tuh Gitar!” cukup menggembirakan. Walau belum sampai tahap “luar biasa” tapi sampai detik ini  CD “Hey, Makan Tuh Gitar!” terus di cetak ulang. Tandanya permintaan album ini cukup baik. Yang sedang membaca wawancara ini dan belum memiliki album “Hey,Makan Tuh Gitar!” baiknya segera mendatangi toko CD atau tempat apapun yang menjual CD-CD lokal terbaik Indonesia :)

Lebih menguntungkan mana, antara penjualan CD fisik dengan penjualan merchandise?
Sudah tentu merchandise. Selain lahan yang menggiurkan di ranah musik mandiri, di merchandise kami juga bisa eksplorasi karya kami dari sisi seni rupanya.

Sekarang media social sangat berpengaruh besar bagi sukses nya sebuah band. Nah, bagaimana jika ada band yang tidak menggunakan media social tapi ingin sukses, bagaimana strategi kalian jika ada di posisi itu?
Yaaaah kalo ada band yang ingin sukses tanpa menggantungkan diri pada social media, sudah dapat di pastikan mereka berasal dari ekonomi kuat hahahaha. Di butuhkan dana yang sangat besar untuk memperkenalkan karya kita ke masyarakat luas. Sosial media adalah cara alternative yang paling murah dan efektif. Kami akan ada di posisi itu jika kami adalah sekumpulan anak pejabat tinggi dan berada di era tahun 80an hahahaha

Oh, iya katanya kalian akan ngeluarin mini album juga yah? sudah berapa jauh proses nya?
Yoi bener. Kami akan merilis mini album berjudul Sneakerfuzz. Album hasil kolaborasi dengan Converse Indonesia dan Sinjitos Records.  Album ini adalah hasil dari di pilihnya kami sebagai “loudest band” versi Converse Get Loud versi Indonesia tahun lalu. Sampai saat ini kami sudh menyelesaikan rekaman. Sinjitos di wakili Joseph Saryuf dan Bennedict Pardede menjadi produsernya. Dan cover album ini sedang di garap oleh Abi Pamuji dari Converse Indonesia. Dalam waktu dekat kami akan merilis single. Elo patut menunggu single pertama dari Sneakerfuzz ini :)

Akan seperti apa mini album kalian nanti dalam segi musikalitas?
Mini album ini merupakan perpaduan dari Jesus And Mary Chain dan Black Flag era Keith Morris hahahha

Rekomendasikan dong 4 band baru 2013-2014 yang menurut kalian keren?
Wah dengan senang hati! 4 band yang kami rekomendasikan untuk kalian ikuti perkembangannya adalah: The Kuda (Bogor), Cotswolds (Surabaya), FSTVLST (Jogjakarta), dan The Sneakers (Bali).

Terakhir neh, tema kita kan lagi 17 Agustusan, apa arti kata “Merdeka” bagi kalian dari sudut pandang musisi?
Merdeka adalah apa yang kami lakukan terhadap musik Indonesia melalui Morfem :p


Related Blogs

    Share