danilla

 

Bukan Raisa ataupun Isyana Sarasvati melainkan Danilla Jelita Poetri Riyadi atau biasa dikenal dengan nama Danilla saja. Tumbuh dan besar di keluarga musik, tidak lantas seorang Danilla langsung jadi penyanyi hebat. Awal mula nya seorang Danilla tidak terlalu percaya diri untuk jadi seorang penyanyi. Hingga suatu saat sang Ibu mendorongnya untuk percaya diri. Dan namanya mulai naik setelah mengeluarkan album Telisik pada tahun 2014. Dengan karakter vokal yang begitu teduh, adem dan penuh perasaan, Danilla menjelma menjadi penyanyi solo yang diperhitungkan di tanah air sekarang. Okay, ini dia wawancara Mave lebih dalam dan intim dengan biduanita kece ini.

 

Haloo Danilla ada kabar baik apa hari ini ?
Halo, kabar baik sejauh ini, terima kasih yaa.

Bagaimana persiapan album keduanya ? Sudah sejauh mana ?
Sementara sudah 82% menuju rampung. Masih mempersiapkan beberapa audio juga artworknya untuk album.

Kasih bocoran dikit dong bakal seperti apa album baru nya nanti ?
Yang pasti albumnya akan berbeda dengan album Telisik. Di album kedua ini cenderung bermain di ambiance musiknya serta cerita lagunya yang cenderung lebih kelam.

Apa seorang Lafa Pratomo akan kembali menjadi produser di album selanjutnya ?
Lafa tetap menjadi salah satu produser dan arranger di semua lagu di album kedua ini.

Oh, iya. Kemarin Danilla sempat diajakin juga untuk mengisi lagu untuk soundtrack kompilasi album dari film Tiga Dara. Bagaimana ceritanya? Dan apa perasaan saat itu?
Itu pengalaman menarik untuk saya pribadi, karena dapat dipercaya untuk mengisi suara di soundtrack film tersebut.Awalnya tiba2 kak Mondo Gascaro dan kak Indra Perkasa mengajukan saya untuk menyanyikan lagu yang mereka aransemen, katanya karakter vokal saya cocok dengan lagu yg mereka aransemen itu sendiri.

Berbicara tentang masa lalu Danilla nih, seperti apa seorang Danilla saat 10 tahun yang lalu ?
Jauh sekali dari yang sekarang, haha! 10 tahun yang lalu saya cenderung pemalu, tidak percaya diri, bahkan memilih untuk tidak membuka diri terhadap siapapun. Namun, sekarang saya sadar bahwa banyak sekali orang yang menyadarkan saya untuk terbuka, dan mereka lah yang perlahan membuka sisi kedewasaan saya. Mereka di sini ada teman-teman musisi yang membantu saya dalam permusikan, juga kawan-kawan terdekat lainnya, dan yang pasti para pendengar setia karya Telisik itu sendiri yang memang secara langsung memberi dampak yang besar atas perubahan saya.

Selain dari keluarga sendiri yang kebanyakan menjadi seorang musisi, apa yang menjadi ketertarikan seorang Danilla yang akhir ikut terjun juga ke ranah industri musik saat ini ?
Dukungan dari kawan-kawan musisi, dan kawan terdekat, serta pendengar lagu Telisik yang justru memberi saya semangat serta keyakinan untuk terjun di industri musik.Mereka membuat saya jadi selalu ingin bernyanyi untuk mereka semua dan membuat saya jadi lebih menghargai gift atas suara saya. Sungguh menyenangkan bisa membuat yang lain senang, terlebih di dunia musik.

Setelah mengeluarkan album perdana Telisik pada tahun 2014 lalu, Intensitas volume manggung Danilla lumayan padat. Apakah Danilla memperhatikan juga dari segi team live stage saat manggung ?
Tentu saja, Kami melakukan beberapa latihan, sering berbincang, dan ikatan yang dikencangkan layaknya persaudaraan. Kami semua mementingkan kesenangan baik untuk team ataupun pendengar, selalu ingin menampilkan yang terbaik dari segala aspek. Setelah team satu visi misi akan hal tersebut, maka utuhlah saya, hehe. Mereka semua datang karena mereka pun mau berbagi sejarah dengan saya, sejujurnya saya sangat berterima kasih.

Seberapa penting arti team live stage bagi Danilla ?
Team live stage penting sekali menurut saya. Dari segi musisi pengiringnya sampai tim produksinya. Tanpa mereka, saya tidak akan utuh di atas panggung.
Seperti apa sih panggung impian seorang Danilla ?
Panggung secara bentuk tidak terbayang, haha! Dimanapun selagi penonton ikut bernyanyi, dan semua berinteraksi merupakan lebih dari cukup.

Siapa musisi impian yang ingin kamu ajak duet diatas panggung ?
Duet sepertinya untuk lokal itu sebenarnya band Tigapagi, hehe. Kalau luar negeri inginnya Sean Lennon, James Blake, atau Jay Jay Johanson.

Okay, last words ?
Alangkah baiknya kita memperlakukan binatang layaknya mahkluk hidup bahkan sebelum kita memakannya.

 

Instagram : danillariyadi

soundcloud.com/danilla-jpr

all teks Adamxhole photo Courtesy of Danilla

Related Blogs

    Share