The-S.I.G.I.T

The S.I.G.I.T atau singkatan dari The Super Insurgent Group of Intemperance Talent salah satu band rock asal Bandung, yang sudah tidak asing lagi ini, baru aja mengeluarkan album kedua nya berjudul “Detourn” beberapa bulan lalu. Banyak yang berubah di album baru nya ini. Dalam segi aransemen ataupun lirik lagu, walaupun tanpa merubah gaya dan ciri khas dari musik THE SIGIT sendiri. Okay langsung saja ini dia wawancara Mave dengan THE SIGIT yang di jawab oleh 2 personil
nya Rekti dan Adit. Check it out !

Ceritain dong tentang Album Detourn yang sekarang, apa message yang ingin disampaikan dan harapan dari para Insurgent Army setelah nge-denger album ini?

Rekti:  Lebih tepat disebut hasil observasi sih dari pada pesan dan harapan. Dari dulu album kami memang selalu mencoba memaparkan keadaan sekitar kami dari sudut pandang yang mungkin agak jarang dan janggal bagi kebanyakan orang. Ruang lingkupnya juga agak luas; sosial, politik, drama, percintaan, dll, karena semua orang akan bersentuhan dengan aspek-aspek tersebut dalam kehidupannya.

Adit: The SIGIT ingin selalu ngeluarin album yg berbeda dari album yang sudah pernah kita keluarkan.. mencoba tidak selalu membuat karya yg mirip ato masih di zona nyaman, ingin mencoba sesuatu yang baru

Apa Tantangan terbesar dalam perampungan album Detourn ini?

Rekti: Yang paling sulit adalah membuat sesuatu yang berbeda dari album-album sebelumnya tetapi tidak terdengar asing atau aneh. Jadinya kami berulang-ulang merombak lagu supaya lagu nya bisa enak untuk didengarkan, tanpa menghilangkan keunikan aransemen baru yang kita buat sebelumnya.

Adit: Saat akan masuk rekaman, materi-materi yang akan kita rekam di anggap terlalu berat, absurd untuk kuping-kuping pendengar. Jadi lagu-lagu tersebut di aransemen ulang agar bisa lebih mudah di dengar oleh pendengar. Tuntutan band ini untuk bisa kompromi dengan pendengar, pendewasaan untuk band ini.

Ide kolaborasi dengan beberapa musisi lain awalnya gimana?

Rekti: Biasanya ide untuk mengajak musisi lain muncul setelah kami menyadari kalau ada beberapa instrumen yang ga bisa kita mainkan sesuai keinginan. Bahkan ada beberapa part vocal yang tidak bisa kita capai karena kapasitas bernyanyi yang terbatas. Misalkan Saxophone atau Flute, yang sudah pasti ga ada anggota The SIGIT yg bisa memainkannya (atau belum lihai), atau suara Shella, yang sudah pasti tidak bisa di dapat dari seorang laki-laki.

Adit: Kolaborasi dilakukan biar ada warna-warna lain yg tidak ada dalam band ini. kita mencari musisi-musisi yg tidak asing, dekat dengan kita, agar lebih mudah pada saat proses pertukaran ide rekaman.

Album The SIGIT ini kan udah lama ditunggu-tunggu, kenapa jeda album Detourn dengan yang sebelumnya lama?

Rekti: Alasan utama nya ya itu tadi. Nulis lagunya aja udah 2-3 tahun, belum rekamannya banyak kendala, prosesnya hampir 1 tahun.

Adit: Waktu bertambah karena terjadi perombakan lagu-lagu yang siap rekaman.

Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan album sekarang? Baik dari lagu dan desain cover ?

Rekti: Lagu kebanyakan ditulis oleh saya dan Farri. Aransemen biasanya ber-empat, teteapi pada titik akhir rekaman banyak saya rombak. kemudian ada Aziz yang bermain Sax dan Flute, ada Iyay yang bermain Harmonika yang diberi efek-efek, ada Shella dan Domek yang membantu aransemen vokal di beberapa lagu. ada Innu yang merekam dari awal hingga akhir, ada Rendra yang memberi masukan dalam sound gitar, ada Olis yang mentuning drumsehingga sound dan tone nya unik. Yang paling krusial adalah kehadiran Badot saat mixing yang memberikan sentuhan ajaib yang mengubah hasil album ini jauh lebih baik dari yang dibayangkan. kemudian ada Indra Severus yang me-mastering album ini untuk keperluan produksi Vinyl.

Adit: Untuk musisi sendiri yg terlibat antara lain : Aziz Time Bomb, Sheila. cover : Cagi, Zanun, Revan, dan Tama.
Baru-baru ini kan manggung di Singapore, ceritain dong tentang fans The SIGIT disana?

Baru-baru ini kan manggung di Singapore, ceritain dong tentang fans The SIGIT disana?

Rekti: Waktu pertama kali main di sana pada tahun 2007, penontonnya sedikit dan kurang antusias. mungkin karena kami juga baru kali ya. venue nya juga outdoor dan dijaga ketat oleh polisi (orang Singapore sangat segan sama polisi). tapi kali ini sangat lain. karena venue nya indoor (bar) dengan kapasitas 200 orang. venue nya padat dan sesak. Seru deh

Adit: Menurut EO (penyelenggara) untuk ukuran acara yang diadakan dihari senin, acara tersebut terbilang ramai. Banyak orang-orang baru yang datang ke Home Club yang belum pernah dilihat sebelumnya. Dari segi performance dan sound, Home Club merasa THE SIGIT adalah band terbaik jika dibandingkan dengan band-band yang pernah manggung disana, Yang pasti Insurgent Army (Fans) yang disana seneng banget kita bisa main di Singapore, banyak yang ternyata punya semua album The SIGIT.

Apa yang beda dari konser tunggal the SIGIT : Detournement dengan konser dan performance The SIGIT sebelumnya?

Rekti: Yang pasti ini adalah pertama kalinya DETOURN dimainkan secara utuh, dengan pemain additional yang lengkap.  Dan yang pasti kami akan berusaha membuat konser Detournement ini jauh lebih edan dari konser Dyslexia di tahun 2009.

Adit: Di konser ini kita bakalan manggung sekitar 2 jam, didukung oleh banyak musisi dan album DETOURN akan full kita mainkan. Tata panggungnya ciamik dan berbeda. Menurut saya ini adalah hajatannya The SIGIT.

Teks adamxhole
Photo courtesy THE S.I.G.I.T
Share