ITB-BODY

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG // GELAK TAWA PENGALAMAN WISUDAWAN DI ITB

Institut Teknologi Bandung. Siapa yang tak mengenal institut teknologi bergengsi ini? Kebanyakan orang Indonesia berangan-angan bisa masuk dan mengenyam pendidikan di situ. ITB memang terkenal menghasilkan banyak orang sukses yang terkenal dengan prestasinya, seperti Ridwan Kamil, Sudjiwo Tedjo, Aming, hingga Joko Anwar. Mungkin, terlihat dari lulusannya, ITB memiliki lulusan yang serius sekali. Pintar secara akademik atau non-akademik hingga unggul dalam setiap bidang. Walaupun begitu, di balik itu, tersirat cerita lucu atau berkesan bagi mahasiswanya yang takkan terlupakan sampai mereka lulus menjadi wisudawan. Berikut beberapa cerita yang kami rangkum dari para mahasiswa yang baru saja melakukan wisuda pada bulan Oktober 2021 dalam rangka pula meramaikan Parade Wisuda Oktober (Wisokto) 2021.

Cerita banyak mahasiswa banyak terpincut dari hubungan mereka bersama gedung-gedung yang berada di ITB. Kita sama-sama tahu kalau ITB yang luasnya 28 hektar ini terbentang gedung-gedung berpelajar yang tinggi dari depan sampai belakang. Namun, ada beberapa tempat yang ikonik dan sering menjadi tempat berkeluh-kesah bagi para mahasiswa ITB, khususnya berkenang dan berjasa besar bagi para wisudawan Oktober kali ini. Misalnya, kebanyakan wisudawan mengenang bagaimana capainya berlari dari GKUT (Gedung Kuliah Umum Timur) ke GKUB (Gedung Kuliah Umum Barat) untuk pindah kelas atau terlambat untuk masuk ITB. Katanya, sudah kelasnya yang jauh berada di lantai atas dengan isi kelas yang beragam membuat mereka pusing tujuh keliling, tersesat mencari kelas mereka dimana. Namun, kalau di luar akademik, hal ini juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang lucu-lucuan. Ada kisah unik dari wisudawan Paulus Siahaan yang pernah balapan dari GKUT ke GKUB demi beli gorengan saja! Waduuuh, niat banget ya sampe balapan gitu, tetapi capainya apa gak kebayang…

ITB1-BODY

Lanjut lagi ke tempat selanjutnya, yaitu Saraga atau Sarana Olahraga dari ITB. Sekilas memang seperti tempat olahraga biasa bagi mahasiswa ITB, tetapi ternyata menyimpan banyak cerita menarik untuk disaksikan karena tak hanya digunakan sebagai sarana olahraga, tetapi juga pendukung acara ITB lainnya seperti tempat wisuda. Mungkin karena tempatnya yang licin apalagi menjadi lingkungan tanah yang terbuka, banyak cerita khususnya diwakili oleh wisudawan berinisial I dan N yang sering terpeleset di daerah Saraga ini. Wisudawan I ini biasanya memakai sandal jepit yang membuatnya suka terpeleset di kala hujan atau wisudawan N yang mempunyai pengalaman jatuh yang memalukan saat Parade Wisuda Juli. Adapula cerita wisudawan F yang sedang bermain voli, tiba-tiba jatuh dan alhasil badannya dipenuhi lumpur. Haduh, gak kebayang nih kotornya gimana…

ITB2-BODY

Satu lagi, ada masjid kebanggaan ITB sejak tahun 1972, pastinya Masjid Salman. Tempat beribadah shalat, berkumpul komunitas atau unit agama GAMAIS ini sangat diidam-idamkan oleh para mahasiswa. Masjidnya menjadi tempat beristirahat bagi mereka yang ingin melepas penat dan kembali kepada Tuhan setelah bergelut pada urusan dunia. Namun juga, masjid ini punya kenangan tersendiri bagi mereka yang sangat erat dengan Masjid Salman. Contohnya saja wisudawan IBen yang pernah mengigau saat tidur di masjid ini sampai membuat geger satu masjid. Untung saja, semua itu hanya masa lalu ya…

Selain tempat-tempat yang ada, ada pula mereka yang aktif dalam organisasi, kepanitiaan, atau unit kegiatan mahasiswa (UKM) memberikan cerita masing-masing yang cukup berkesan. Misalnya wisudawan berinisial F pernah diceburkan ke dalam kolam Intel (Indonesia Tenggelam) karena keisengan beberapa temannya di unit Loedroek ITB. Adapula, wisudawan berinisial NRDN dan RC yang mengunggulkan kegiatan atau program kerja Liga Film Mahasiswa atau LFM menjadi kisah unik selama berkuliah di ITB. Kalau mereka yang aktif dari kepanitiaan, bisa mendapat cerita dari wisudawan Muhammad Rifqi Akmal Dhia, ketua Wisnite Oktober 2019, salah satu bagian acara dari Parade Wisuda Oktober kala itu. Dirinya ditantang oleh para wisudawan untuk membuat acara malam wisudawan yang hacep. Misalkan kalau gagal, angkatan dari kak Akmal ini harus turun derap. Masalah untuk dirinya adalah sehari sebelumnya harus ada ujian yang ditempuh hingga hari pelaksanaan. Akhirnya, dirinya memutuskan untuk tidak tidur dan untungnya acara berjalan dengan lancar. Satu lagi cerita dari wisudawan berinisial A yang pernah aktif menjadi panitia OHU atau Open House Unit 2018 sampai bela-belain tidak tidur lhooo. Waaah, totalitasnya kakak wisudawan semuanya ini…

Kepanitiaan atau UKM memang menjadi primadona bagi mahasiswa ITB yang memang ingin mencari pengalaman hidup di samping hanya mengenyam pendidikan formal. Bagi mereka yang sempat merasakannya, selamat anda betul-betul menjadi mahasiswa seutuhnya. Namun, beberapa di antara mereka merasa menyesal karena tidak mengikuti banyak kegiatan internal di ITB, seperti UKM atau kepanitiaan terpusat OSKM atau KM. Ada juga di antara mereka yang menyesal tidak mengikuti kegiatan eksternal sebagai mahasiswa ITB, seperti magang, lomba, atau bekerja part-time. Memang saat menjadi mahasiswa di ITB harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, baik dalam program akademik maupun non-akademik. Banyak cerita di baliknya yang terjalin antar mahasiswa bersama lingkungan sehingga membekas menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

“Buat adik-adik gua, gua berharap mereka seneng ngampus, because kuliah itu happy dan tidak beban (at least for me) dan ketemu temen – temen.” —Ilona Jocelynn

====================================================================================

For more info:

Instagram: @bbnomula 

 

Related Blogs

    Share