Nicolas Mora at Tea Time and Talks photo by Kornelius Renata-800x534

Malang, Minggu 15 April 2018 acara Tea time and Talks pertama berhasil diselenggarakan di halaman kafe Hamur Dieng. Acara ini digagas oleh Bie Paksi dan Vania Marisca. Sebuah kegiatan di sore hari ini harapannya dapat menjadi tempat bertukar pikiran, menginspirasi dan memperkenalkan diri baik dari sisi performer dalam mini showcase, maupun pembicaranya. Dibuka oleh host Miki Adithia, Tea time and talks menyuguhkan alunan musik dari dua soloist kota Malang, Oddy dan Nicolas Mora. Di sela-sela kedua penampil tersebut , Bie Paksi dan Vania Marisca menjelaskan dan memperkenalkan Tea Time and Talks kepada audiens dan pengunjung kafe Hamur.

Mulai dari tujuan acara tersebut diadakan dan cara menggunakan website resmi, merekomendasikan talkers dan mendaftarkan diri untuk menjadi salah satu penampil di mini showcase acara Tea Time and Talks. Setelahnya, Wake Up Iris ! yang menjadi talkers-sebutan mereka untuk pembicara dalam acara ini, memulai dengan bercerita kisah mereka selama mengikuti rangkaian acara Go Ahead Challenge ke SXSW 2018 di Austin, Texas, USA di bulan Maret 2018. Dalam menuturkan cerita mereka, Wake Up Iris ! menggunakan paduan materi berupa foto-foto pribadi mereka di SXSW 2018. Semua foto tersebut dapat diakses dari smartphone audiens yang hadir dari laman dengan password khusus di salah satu menu website resmi acara tersebut. Wake Up Iris ! ingin membawa sedikit pengalaman suasana technology-friendly yang mereka alami disana.

Mereka juga berbagi pengalaman bahwa teknologi akan menjadi teman dekat manusia, bahkan di dunia seni dan musik juga. Selain itu mereka berbagi cerita mengenai referensi musik global, pengalaman memutarkan lagu Wake Up Iris! di depan audiens global serta bagaimana berjejaring sebagai musisi dan pelaku kreatif.

Salah satu penanya di Tea Time and Talks photo by Kornelius Renata-800x534

Beberapa media dan musisi terlihat hadir dalam acara tersebut. “Acaranya cukup sederhana ya, namun punya konten berbobot, terutama untuk musisi Indonesia, khususnya Malang. Selain itu, nge-teh di taman sambal berdiskusi itu ide yang asyik” kata Yaumil, salah satu perwakilan dari media online yang hadir.”Semoga konsisten, lah acaranya. Dan mengundang banyak lagi pembicara yang berpengalaman.” Imbuhnya lagi. Hal yang sama dirasakan juga oleh soloist Oddy . “ Sound-nya enak, tempatnya nyaman, dan konsep acaranya edukatif. Terlibat di acara ini juga membuat karya saya dikenal lebih luas lagi”. Nico, salah satu audiens dan seorang musisi menambahkan “ Musisi itu perlu menambah wawasan seluas-luasnya, maka dari itu, saya sangat menyukai acara seperti ini. Selain bisa memperkenalkan karya saya, saya juga dapat menambah wawasan. Semoga acara ini terus berlanjut dan menghadirkan orang-orang yang inspiratif”.

Tea Time and Talks with Wake Up Iris ! photo by Kornelius Renata-800x534

Acara Tea Time and talks ini rencananya akan diadakan dalam waktu dekat di tempat yang sama di kota Malang. Semua hal mengenai ruang diskusi ini dapat diakses di www.teatimeandtalks.wordpress.com.

Tea Time and Talks at Hamur Dieng photo by Kornelius Renata-800x532

Related Blogs

    Share