Komunitas subkultur asal Kota Bandung BEATBOYS melangsungkan acara Indonesia MODS MAY DAY [IMMD15] di Kota Bandung dan Lembang Bandung Barat pada hari Sabtu 30 Mei 2015. IMMD 2015 merupakan acara penutup dari seluruh acara MODS MAY DAY di berbagai daerah di Indonesia. Acara tersebut berlangsung di dua tempat yakni di Monumen Perjuangan Jawa Barat Bandung dan Pine Forest Cibodas Lembang. IMMD 2015 ini juga merayakan Hari Buruh dan subkultur MODS asal Inggris, dimana MODS yang berasal dari kata Modernist yang rata – rata buruh di Inggris waktu itu di era awal 60-an.

IMG-20150603-WA0001

Acara dimulai sekitar jam 10 pagi dengan mengendari motor skuter klasik dan modern dari Monumen Perjuangan sampai Pine Forest Cibodas Lembang berjarak sekitar 40 km. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dibawah naungan cuaca yang cerah Kota Bandung, ribuan skuteris yang mayoritas berdandan rapi berkonvoi dipimpin komunitas BEAT BOYS dan dikawal pihak berwajib. Masyarakat Kota Bandung menyambut hangat dengan memberikan jalan saat konvoi IMMD 2015 lewat.

IMG-20150531-WA0110

Rute perjalanan yang berbelok – belok menanjak dan menurun yang merupakan ciri khas daerah sekitar Kota Bandung dilalui para peserta acara IMMD 2015. Wajah cerah ceria langsung terpancar dari para skuteris yang mayoritas berdandan rapih saat mencapai Pine Forest Cibodas Lembang yang sejuk.

Di Pine forest komunitas MODS Indonesia disuguhkan acara musik dan doorprize serta pemilihan best dress dan best skuter , Music – Fashion dan Skuter ciri khas MODS. Tampilan sejarah kaum MODS Inggris terpampang beserta dengan pernak – pernik khas MODS menjadi latar belakang para MODS Indonesia berfoto.”Tujuan acara ini ingin memberikan informasi pada awam tentang MODS,” kata ketua BEAT BOYS. Menurut Jaka, acara IMMD telah digelar sejak 2011.”Tahun 2014 lalu sekitar 2000 orang datang, sekarang sekitar 3000”,tambah Jaka. Foodtruck berjejer diselah – selah rindanganya pohon pinus yang juga mengelilingi tempat acara berlangsung.

“Selamat menikmati IMMD 2015 kami dari BEAT BOYS ingin semua merasakan asyiknya bersilahturahmi ala MODS, tambah Jaka Gunawan. Jaka ingin para pengikut MODS yang berdandan rapih dan yang bukan MODS menikmati musik dari berbagai era yang disuguhkan saat acara berlangsung sambil menikmati sejuknya udara pegunungan di tempat acara berlangsung.

IMG-20150601-WA0041

Penampilan grup musik asal kota kembang Bandung seperti Band RENTENIR, dan Band PURE SATURDAY di puncak acara menjadi suguhan IMMD 15, ditutup grup musik asal Jakarta yakni Sentimental MODS.

 

 

MeMODsrabilia

“I worked hard. Anyone WHO works as hard as I did can achieve the same results” Johannes Sabastian Bach – Symphony Composer

Labour

Satu subkultur lahir di era awal 60-an, lahir dari rahim pemberontakan sekelompok anak muda. Tempat kelahiranya di Inggris, saat itu para pemuda kelas menengah bawah di Inggris yang kebanyakan buruh Working Class ingin mencicipi rasanyamenjadi kaum borjuis. Kebanyakan dari mereka adalah pekerja kasar dengan penghasilan seadanya, mereka ingin sekali mengenakan setelan jas mahal buatan desainer Itali, mendengarkan musik berkualitas saat itu, dan ‘bersenang-senang’ berdansa di klab malam usai bekerja. Namun apa daya kemampuan financial menjadi halangan.

Musik Modern Jazz dan RnB lengkap dengan fashionya saat itu, membuat anak-anak muda ini keblinger, mereka membuat kaum mereka sendiri. Segala hal yang kala itu berkelas dan berkualitas berkaitan dengan life style di Inggris mereka jajal kala itu , hingga akhirnya mereka menyebut diri mereka Modernist. Subkultur baru lahir mereka menyingkatnya menjadi MODS.

Smartdress, Classy Music, and Scooter.

Pakaian necis, pop art, skuter, dan film-film Perancis awal 60-an menjadi ciri kental MODS. Hal tersebut merupakan bagian dari misi tetap mempertahan kultur bangsa Inggris yang Aristokrat dari serangan gaya Rock n’ Roll Amerika yang urakan menunggangi motor – motor besar. Setelan jas bagus dengan harga murah yang rapih bentuk perlawanan MODS pada Rockers waktu itu.

Setelan jas desainer Itali jadi banyak dipakai oleh MODS, ternyata beberapa dari mereka punya kenalan para pedagang garmen di London. Carnaby street di London tempat nongkrong MODS, disana berjajar butik fashion, toko piringan hitam viny, dan gerai – gerai desainer terkenal seperti Mary Quant dll. Mereka juga menyindir para borjuis yang sering lewat di Carnaby street, kalau mereka juga bisa punya setelan mahal.

Motor skuter kendaraan murah MODS, sebab selain tidak mampu membeli mobil, motor skuter buatan Itali seperti Lambretta dan Vespa memang di desain untuk mereka yang khusus yang bersetelan rapih. Selain itu salah satu faktor, di Inggris tidak ada kendaraan umum sampai larut malam, padahal klab malam tersebut buka sampai larut.

Jaket tentara Inggris yang disebut Parka model fishtail dengan panjang sampai dibawa lutut menjadi pelindung setelan jas Itali MODS supaya tidak kusut. Rapihnya motor skuter mereka dengan banyak spion bagian protes pada peraturan lalu lintas Inggris yang mengharuskan pakai minimal satu spion pada waktu itu.

Bulleye & Target

Sebagai tanda MODS membuat ikon, adalah logo Bulleye angkatan udara Inggris menjadi ikon sebagai rasa nasionalisme mereka terhadap invasi Rock N’ Roll. Simbol ini berkembang dipakai dibagian fashion setelan jas dll di kalangan MODS kala itu. Para personel band music pop The Who memulainya dengan mempopulerkan simbol Bulleye atau banyak disebut Target dengan warna menyomot dari bendera Inggris Union Jack. Belakangan musik pop menjadi kegemaran MODS selain Modern Jazz dan R N’ B. Bahkan genre musik Ska menjadi favorit juga.

MeMODsrize

“Clean living under difficult circumstances” Peter Meaden’s famous quote – reproduced on the sleve of the Who’s 1973 – opera Quadrophenia.

Quadrophenia.

Peristiwa bentrokan MODS dan Rockers menjadi berita besar di Inggris pada tahun 1964. Kejadian di pesisir pantai Brighton Inggris itu mengisipirasi para personel band The Who membuat catatan kecil tentang MODS yang dituangkan dalam film berjudul Quadrophenia tahun 1979. Film ini sebagai pemicu MODS Revival atau bangkitnya MODS pada akhir tahun 70-an seiring memudarnya subkultur MODS oleh subkultur baru Hippies yang menyeruak kala itu. “It’s MOD thing is happening again” , kata Pete Townshend pentolan The Who. Dan MODS Revival menjadi gaung baru untuk anak-anak muda era akhir 70-an.

MODs Revival 80-an meyeruak di utara Amerika tepatnya di selatan California yang di gawangi band The Untouchables sementara di Los Angeles dipengaruhi musik 2 Tone Ska asal Inggris dengan keunikan pesan anti rasial.

MODS Revival 90-an dipopulerkan kembali oleh band – band asal Inggris dengan genre baru yang disebut Britpop. Band- band Inggris seperti OASIS, Blur, Ocean Colour Scene, dan SUEDE kembali memunculkan gaya subkultur MODS.

Dan hingga kini MODS menjadi bagian hidup gaya A Way of Life anak muda di seluruh dunia di berbagai era termasuk Indonesia. Di Indonesia MODS tak begitu dikenal sebelumnya, padahal mungkin di era – era sebelumnya pernah ada beberapa kelompok anak muda yang menyebut diri mereka MODS. Di era pertengahan tahun 2000-an muncul di kota Bandung beberapa anak muda MODS yang dipopulerkan oleh komunitas bernama BEATBOYS Bandung yang sejak 2012 menjadi BEATBOYS Indonesia.

IMG-20150603-WA0023

IMG-20150531-WA0026

IMG-20150531-WA0030

IMG-20150531-WA0041

IMG-20150601-WA0041

IMG-20150531-WA0114

IMG-20150531-WA0110

IMG-20150531-WA0109

IMG-20150601-WA0049

IMG-20150602-WA0028~2

IMG-20150603-WA0001

Related Blogs

    Share