Hecht merupakan band post-rock asal Surabaya yang berlatar belakang musik instrumental dengan insipirasi awal yang cukup besar dari Hammock hingga Sigur Ros. Musik stabil dan alunan yang datar, terbentuklah serapan bahasa Belanda dari kata stable dengan nama Hecht.

Seiring berjalannya waktu, soundscape yang stabil pun akirnya berevolusi menjadi quite-to-loud dikarenakan unsur kesengajaan dalam campuran dasar musik dari masing-masing personil yang berbeda. Hingga pada akhirnya, nuansa dari Good Weather for an Airstrike dan Toe yang twingkly serta terdapat nuansa Texturing The Florist merubah Hecht tidak lagi konsisten dengan namanya.

Mengenai video yang akan Hecht sajikan adalah video amatir yang di rekam hanya menggunakan device Iphone 6. Dikarenakan keterbatasan mereka untuk menguasai serta memiliki device yang minim.

Namun dengan memiliki device seadanya, mereka memaksimalkan apa yang dimiliki dengan beberapa teknik. Pertama mereka menggunakan teknik defocus, karena seberapapun bagusnya kualitas handphone, tetap saja kualitasnya masih saja terbatas, maka ketajaman kualitas video handphone diakali dengan sekalian saja dibuat defocus. Untuk yang kedua adalah teknik slowmotion, Slomo di video agar bisa mereduce device yang terlalu ringan agar tidak menjadi handshaking yang besar.

Untuk pembahasan didalam video ini sebenarnya berangkat dari keterbatasan device yang mereka miliki. Baru keluarlah apa yang dapat diberikan dan dimasukan kedalam keterbatasan blurring serta slowmotion tersebut. Karena keterbatasn jika hanya terdapat 2 elemen teknis tersebut bakal menjadi sangat terlalu mentah.

Jadi kami membawakan pembahasan dari judul “So we Walk Alone at Umeda Sky Buildings”. We yang plural dan alone yang singular sebenarnya mengartikan kita menjalani bersama dengan berkegiatan sendiri sendiri, sama tujuan, berbeda kebutuhan.sama halnya keinginan untuk meraih sesuatu namun nilai yang diraih bisa jadi berkesan, bisa juga biasa saja. Umeda Sky Buildings hanyalah arti kata yang dapat direplace dengan  berbagai tempat lainya, hanya saja perbedaan akan tempat dimana ketertarikan mereka kepada gedung tertinggi ke 9 di kota Osaka Jepang.

Selanjutnya, video ini di bagi menjadi beberapa part serta penjelasan penjelasannya di setiap part menggunakan pembahasan menggunakan istilah pada unsur ilmiah di Kimia. Penjelasan tentang kontemplasi tentang “Keberadaan” yang Dibagi menurut ritme lagu dari verse 1-reff-Verse 2-reff-Chorus-Verse 3-reff. Pembagian Verse1 adalah Physical Substancening = Adalah lingkungan pendukung dan sekitar, Verse 2 adalah Quarks = Pembentukan pertikel, penggambaran di video adalah keterkaitan akan mahluk hidup serta alam sekitar serta perlakuan perlakuannya. Chorus adalah The Existences = Apa yang telah kita perbuat setelah adanya lingkungan pendukung serta keterkaitan kita akan hal hal tersebut? Mempertanyakan eksistensi kita, benarkah kita melakukan hal ini. dan mulai Chorus-Verse 3 hingga Reff akhir adalah sebuah jawaban dari 3 hal tersebut, ambyar, penarikan mundur tentang alam semesta dan renungan kontemplatif akan semua hal tersebut. Segala pembahasan Kontemplatif ini di kemas menjadi overlaying editorial layout graphics yang minimalis. Mengaku minimalis adalah sebuah asal kata dari keterbatasan kami.

Pengambilan semua footage ini dimulai pada 28 Agustus 2016, dan akan di genapkan 2 tahun persis menuju 28 Agustus 2018 semua dari kamera yang sama dan teknik yang sama.

==============================================================================

More info

Instagram: @hechtohecht

Souncloud: https://soundcloud.com/hechtohecht

Related Blogs

    Share