Gardika Gigih Tomy Herseta live at Artjog captured by Egha Artama (@eghartama) 

Kolaborasi Gardika Gigih dan Tomy Herseta Merilis Single Berjudul “Phase III”

 

Gardika Gigih dan Tomy Herseta merilis satu lagu hasil dari kolaborasi mereka berdua berjudul “Phase III”. Lagu ini dirilis melalui beberapa layanan digital streaming pada Kamis 16 Agustus 2018 oleh Sorge Records, label rekaman asal Bandung.

Phase III merupakan salah satu potongan dari rangkaian sesi improvisasi yang direkam secara langsung ketika mereka baru pertama kali bertemu. “Rangkaian sesi improvisasi tersebut terdiri dari beberapa fase dengan mood dan intensitas yang berbeda”, ujar Tomy.

Phase III merupakan potongan 12 menit dari total keseluruhan sesi improvisasi sepanjang kurang lebih 35 menit,” tambah Gigih.

Lagu berdurasi 12 menit 15 detik ini merupakan perpaduan antara instrumen akustik dan elektronik, mempertemukan permainan melodius dari piano Gigih dengan sekian variabel bunyi ambient dan noise dari set elektronik Tomy.

Sesi improvisasi antar Gigih dan Tomy berlokasi di gedung Playhouse, pada tanggal 6 September 2017. Keseluruhan sesi tersebut direkam oleh Ibrahim Adi, sound & recording engineer yang juga aktif sebagai pemain gitar di band Flukeminimix. Pengerjaan Mixing dan Mastering hasil dari rekaman tersebut juga dikerjakan oleh Adi.

Lagu ini juga turut disertai dengan artwork pendukung yang dibuat oleh Tomy. Artwork tersebut terdiri dari garis-garis yang tersusun sehingga membentuk gradasi warna biru dan merah, “Gambar ini merepresentasikan fragmen-fragmen dari nada maupun non-nada dari kedua performer (Gigih dan Tomy -red) yang saling mengisi satu sama lain,” ujar Tomy.

Phase credit

Tentang kolaborasi Gardika Gigih dan Tomy Herseta

Gardika Gigih dan Tomy Herseta lahir dari latar belakang musik yang berbeda. Gigih menekuni piano dan menyelesaikan studi komposisi musik. Ia juga telah mengeluarkan album “Nyala” yang dirilis oleh Sorge Records. Sedangkan Tomy yang sudah lama bereksperimen dengan noise dan berbunyian musik elektronik makin menajamkan musiknya pasca peluncuran ”Attempt”, EP yang dirilis oleh Hema Records.

Pertemuan mereka berdua diinisiasi oleh Eky Alkautsar, label manajer dari label rekaman Sorge Records. Keinginan Eky untuk mempertemukan Gigih dan Tomy untuk berkolaborasi muncul sekitar awal tahun 2017. “Waktu itu saya membayangkan sepertinya bakal cocok apabila permainan piano Gigih bertemu dengan ambient-noise dari Tomy,” ujar Eky.

Keinginan itu baru tercapai pada 6 September 2017 ketika Gigih sedang melakukan syuting video live session beberapa komposisi dari album Nyala di gedung Playhouse, Bandung. Sehari sebelumnya Eky mengontak Tomy agar hadir untuk mengadakan sesi improvisasi dengan Gigih setelah sesi syuting selesai.

Disitulah Gigih dan Tomy pertama kali berkenalan. Pertemuan berlangsung tanpa banyak basa basi dan akhirnya keduanya memulai sebuah sesi improvisasi elektronik dan piano yang direkam secara live oleh Ibrahim Adi. Pada sesi tersebut tidak hanya audio yang direkam, video mereka sedang melakukan sesi improvisasi juga direkam oleh Darmawan Sampurna dan Mufqi Hutomo.

Sesi improvisasi yang berlangsung sekitar 35 menit tersebut mengalir begitu saja tanpa pernah ada bayangan detail sebelumnya bagaimana bahasa piano Gigih bertemu dengan sekian variabel bunyi noise dan elektronik dari meja kerja Tomy, kecuali keyakinan kreatif dari keduanya. Begitulah kolaborasi ini lahir dengan begitu saja.

“Sesi improvisasi ini merupakan salah satu pengalaman paling ‘magis’ dan sublim,” terang Eky.

***

Gardika Gigih Tomy Herseta live improvisation session at Playhouse captured by Darmawan Sampurna (@riodarmawan)

  1. Bisa ceritakan awal mula proyek kolaborasi ini?

 – Gigih: Awalnya kami bertemu karena diperkenalkan oleh Eky Alkautsar dari Sorge Records. saat itu, masing-masing dari kami tengah sibuk dengan project masing-masing. Saya sedang persiapan rilis album perdana “Nyala” dan Tomy Herseta baru saja merilis albumnya, “Attempt”.  Dalam persiapan album “Nyala”, saya bersama Sorge Records sedang merekam video live beberapa komposisi dari album “Nyala” untuk kepentingan promo album ini. Rekaman live video berlangsung di Playhouse Bandung, pada September 2017. Saat itulah akhirnya saya bertemu Tomy Herseta. Seusai merekam beberapa lagu, kami memutuskan untuk bermain musik, live improvisasi – jamming piano dan elektronik. Begitulah awal mula dari proyek ini yang ternyata secara chemistry musik sangat nyambung.

– Tomy: Semua berawal dari inisiasi dari Eky Alkautsar selaku produser dari Sorge Records, label yang menaungi Gardika Gigih. Sebelumnya sudah dilemparkan wacana bahwa Eky ingin mempertemukan kami berdua, namun hal itu baru terealisasi ketika Gigih sedang melakukan syuting video live session di Playhouse Bandung, saat itu juga Eky memberi kabar pada saya apakah bisa hadir dan melakukan sesi bersama Gigih. Kebetulan saat itu saya sedang di Bandung dan akhirnya saat itu juga menjadi pertemuan kami untuk pertama kalinya. Hanya berbekal basa-basi canggung dan diskusi singkat, kami pun melakukan sebuah sesi live improvisasi bersama tanpa ada rencana selama kurang lebih 30 menit.

 

  1. Bagaimana proses kreatif dari single/proyek ini?

 – Gigih: Di Playhouse,  kami berhasil merekam sekitar 35 menit sesi improvisasi live, direkam oleh Pak Ibrahim Adi. Hasil rekaman kemudian diolah dalam proses mixing-mastering yang cukup panjang. Inilah yang kemudian menjadi materi dari single ini (Phase III merupakan potongan 12 menit dari seluruh improvisasi).

– Tomy: Proses kreatif dari proyek ini dapat dibilang hanya berbekal rasa saling percaya dan mengerti satu sama lain. Mungkin sebelum melakukan sesi live improv, saya sudah menyiapkan beberapa materi entah pattern atau sound yang nantinya akan dimainkan. Namun ketika sesi sudah dimulai, pada akhirnya semua mengalir begitu saja secara natural.

Gardika Gigih Tomy Herseta live at Indonesia Netaudio Festival 3 captured by Agastiko (@agastiko)

  1. Mengapa dinamai Phase III? 

 – Gigih: Enak didengar saja. berasa sublim, eklektik, dan terdengar analog-elektronik sekaligus. hahah

– Tomy: Phase III merupakan satu dari rangkaiam keseluruhan hasil rekaman sesi live improvisasi pertama kami di Playhouse. Rangkaian tersebut terdiri dari beberapa fase dengan mood dan intensitas yang berbeda. Dan Phase III merupakan bagian ketiga dari rangkaian keseluruhan tersebut. Saya rasa “phase” merupakan kata yang tepat untuk mewakili hal tersebut secara apa adanya.

 

  1. Apa yang membuat kalian merasa cocok satu sama lain sehingga proyek kolaborasi ini bisa berjalan? 

 – Gigih: Karena semesta dan dunia bunyi 

 – Tomy: Semua berawal dari pertemuan dan sesi pertama kami. Saya rasa proyek ini merupakan sebuah proyek yang jujur. Dan begitupun pada sesi-sesi live setelahnya, saya merasa kami dapat semakin mengerti satu sama lain. Dapat dibilang, kejujuran merupakan kunci utama dari proyek kolaborasi ini.

============================================================================

Sorge Records

Bandcamp: https://sorgerecords.bandcamp.com/

Soundcloud: https://soundcloud.com/sorge-records

Twitter: https://twitter.com/sorgerecords?lang=en

Instagram: https://www.instagram.com/sorgerecords/?hl=en

Related Blogs

    Share