IMG-20180410-WA0016-800x560

 

“The Loud-Heavy Terror” unit, sebagai Gaham merupakan re-inkarnasi dari JRSLM (atau yang lebih dikenal dengan pelafalan Jerusalem) yang terbentuk pada medio 2015 silam. Sejak awal terbentuk hingga saat ini, Gaham sudah melontarkan beberapa rilisan yang diantaranya adalah: Demo album (Crasher dan Impermanence), EP “Cryptic Hourglass”, dan single “Sang Utopis” yang ketiganya dirilis dalam bentuk fisik dan digital.

 
Tepat di hari Minggu (8/4) yang lalu, mereka memutuskan untuk mengubah identitas panggung menjadi Gaham. Sebuah identitas baru yang bermakna gertak/ancaman (menurut KBBI). Tidak bertele-tele, alasan pemilihan nama tersebut adalah harapannya musik yang kami ciptakan sebisa mungkin bisa menggertak telinga para pendengarnya.
Selain itu, ada beberapa hal yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Salah satunya adalah sudah terlalu banyak grup/band yang memiliki nama Jerusalem, baik itu lokal maupun skala internasional. Nama tersebut digunakan, karena semenjak terbentuknya band ini, Gaham tidak terlalu mau ambil pusing perihal nama sebuah band. Sempat disingkat menjadi “JRSLM”, akan tetapi, Gaham tidak mendapatkan esensinya dan terkesan terlalu memaksa.
Well, dengan bergantinya nama, segi musikalitas Gaham tetap pada benang merahnya. Sebagai titik awal, kami berencana akan merilis satu single dan kemudian disusul dengan mini album (EP) yang dimana seluruh liriknya akan menggunakan Bahasa Ibu Pertiwi dan akan dirilis pada pertengahan tahun 2018 ini.

 

==========================================

More info:

menggaham.bandcamp.com
instagram.com/menggaham
facebook.com/menggaham
twitter.com/menggaham

Related Blogs

    Share