Gaham

Banyak hal yang dapat terjadi dalam rentang waktu dua tahun, banyak kasus-kasus besar terjadi baik di dalam maupun luar negeri, dari mulai kasus penodaan agama di dalam negeri, perang-perang berkepanjangan di Timur Tengah sampai kasus kontroversial pengecapan kota Jerusalem sebagai ibukota Israel oleh presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Begitupun dengan industri musik di dalam negeri, begitu sibuknya banyak band-band baru yang bermunculan, ataupun band-band yang “sepuh” melahirkan karya-karya terbaru mereka. Diantara padatnya aktivitas industri musik, grup heavy metal, Gaham, sibuk membawa semangat oldskool heavy metal ke berbagai teman-teman di dalam negeri. Setelah melepas identitas JRSLM atau Jerusalem yang dipakai sebagai nama kelompok ini semenjak 2015, akhirnya pada periode awal 2018 sepakat mereka mengganti nama menjadi Gaham. sambil disaat yang sama mengeksplorasi mematangkan konsep lagu-lagu baru, sekaligus menyimak dan menyerap apa yang terjadi di lingkungan sekeliling mereka. Kali ini gitaris sekaligus vokal Reyhan MP, bassis Givari M dan drummer Ivan Faza, sudah tiba saatnya melepas album terbaru sebagai perkenalan dan pengukuhan identitas terbaru mereka.

Lebih bersemangat dan dengan suasana lebih gelap lagi dibanding sebelumnya. Setelah album mini Cryptic Hourglass yang masih beridentitaskan Jerusalem pada 2015. Gaham akan kembali dengan Tindas Selaku album mini kedua mereka. 

Pemilihan tajuk Tindas pun dipilih seperti memilih nama baru mereka Gaham, selain karena estetis, tapi juga merepresentasikan makna keseluruhan album ini, ungkap Reyhan. Sedangkan bagi Ivan, nama Tindas dipilih karena kata yang sederhana tapi bias dimaknai sebagai sesuatu yang luas.

Tindas akan diisi dengan lima lagu yang diantaranya berjudul “Jeratan Fantasi”, “Anomali”, “Negeri Jahanam”, “Sang Utopis” dan “Phaleed”. Khusus untuk nomor Phaleed sendiri mereka mencoba mengeksplorasi musik mereka dengan menampilkan Alan Davison dari Lamebrain untuk mengisi bagian pada gitar.

Gaham berjanji bahwa nomor-nomor yang akan ditampilkan tetap akan selaras dengan musik-musik terdahulu mereka walau telah berganti nama. Bagi kawan-kawan yang haus nada-nada raw oldskool heavy metal, dengan nuansa thrashy dan sedikit sentuhan stoner metal, Gaham tetap akan menampilkan nuansa itu di mini album ini. Tapi disaat yang bersamaan, selain ada sentuhan Slayer, Sleep, Black Sabbath, ada nuansa baru yang terinspirasi karya alternative rock seperti Nirvana atau SoundgardenSementara di lirik, Reyhan mengungkapkan beberapa kegelisahan pada konflik dalam pribadi sendiri, kritik tentang hubungan sosial manusia, sampai ke ranah politik.

Tindas sudah resmi dirilis pada 22 November 2018 pada semua kanal digital yang tersedia, teman-teman bisa menikmati di Spotify, Joox, Youtube dan Itunes sekalipun, untuk rilisan fisik akan segera menyusul secepatnya. Mari kita nantikan amunisi segar mereka yang sekaligus menjadi sarana pengukuhan identitas Gaham di industri musik negeri ini.

===============================================================================

For more information:

Twitter: @menggaham

Instagram: @menggaham

Related Blogs

    Share