Institut Prancis Indonesia (IFI) – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelarForum on International Tourism and Environment (FITE) 2018 dan Final Kompetisi Video-Esai bertema Warisan Budaya pada 21-22 Juni 2018 di STP Nusa Dua Bali.

Acara yang dibuka oleh Direktur STP Bali Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed dan Atase Kerja Sama PendidikanIFI-Kedutaan Besar Prancis Prof.Emilienne Baneth-Nouailhetas tersebut menghadirkan sebagai pembicara antara lain Prof. Dr. Seleni Matus (Direktur International Institut of Tourism, George Washington University), Moe Chiba(Spesialis Program Kebudayaan UNESCO),Melanie Martini (Direktur IFI Bandung) dan Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra(dosen senior Universitas Udayana). Pada kesempatan ini, hadir pula peneliti muda dan mahasiswa master dari Universitas Angers ESTHUA, Laura Alix yang memberi paparan tentang objek wisata Saint-Malo.

FITE yang digelar untuk ke-3 kalinya tersebut mengundang peserta untuk mengaitkan bidang pariwisata berkelanjutan dengan warisan budaya dalam rangka penetapan tahun 2018 sebagai Tahun Warisan Budaya oleh Uni Eropa. Konferensi internasional FITE menjadi ajang pertemuan para ahli dari berbagai negara di bidang pariwisata dan warisan budaya serta perwakilan dari UNESCO di Indonesia. Sesi final kompetisi video-esai turut digelar seusai konferensi.

Kompetisi Video-Esai: Berpikir Kreatif tentang Pariwisata dan Warisan Budaya

Dalam rangkaian FITE 2018 digelar pula Final Kompetisi Video-Esai Tingkat Mahasiswa bertema “Pariwisata dan Warisan Budaya” dengan pemenang sebagai berikut: Merrie Agustine (STPNusa Dua Bali), Dina (STP NHI Bandung), dan Andi Medy Mega Makmur(Poltekpar Makassar). Masing-masing mereka telah berhasil memaparkan tentang contoh-contoh warisan budaya Indonesia yakni; babi guling sebagai kuliner atau makanan tradisional khas Bali (oleh Merrie), potensi sisa-sisa pertambangan yang dapat dijadikan objek wisata baru (oleh Dina), dan kapal tradisional Phinisi (oleh Andi Medy).

Mereka berhasil menyisihkan lebih dari 100 mahasiswa Indonesia dan Prancis dan 10 orang finalis yang berasal dari STP/Poltekpar/Akpar yang turut berpartisipasi pada kompetisi tersebut.Atas kemenangan ini, IFI-Kedutaan Besar Prancis memberikan hadiah berupa pelatihan pariwisata musim panas selama 1 minggu di Universitas Angers.

Atase Kerja Sama Pendidikan Kedubes Prancis Prof. Emilienne Baneth-Nouailhetas mengatakan, “Dalam kompetisi video-esai berdurasi 5 menit ini, para siswa menyampaikan gagasan dan harapannya mengenai pariwisata berkelanjutan (sustainability tourism) yang memperhatikan pelestarian warisan budaya. Kriteria penilaian mencakupkeaslian dan kejernihan gagasan serta kekuatan argumentasi dan kemampuan presentasi. Tahun lalu kami mengambil tema pariwisata dan pelestarian lingkungan hidup. Tahun ini kami kembangkan ke wacana pariwisata dan pelestarian warisan budaya. Harapan kami dengan diadakannya kompetisi ini, mahasiswa dapat menyalurkan gagasan-gagasan kreatif dan aplikatif dalam rangka mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia dengan mengambil contoh kasus yang ada di tanah air dan berkaca pada dunia internasional”.

Selama di Bali, para finalis mendapatkan kesempatan mengikuti sesi pembekalan yang dibimbing oleh para peneliti muda dari International Institute of Tourism, George Washington University yang merupakan mitra kerja sama STP Nusa Dua Bali dan mitra kerja program FITE. Para finalis mendapatkan masukan dan arahan dalam mempersiapkan presentasi oral dan visualisasi.

Kompetisi Video-Esai: Berpikir Kreatif tentang Pariwisata dan Warisan Budaya

Dalam rangkaian FITE 2018 digelar pula Final Kompetisi Video-Esai Tingkat Mahasiswa bertema “Pariwisata dan Warisan Budaya” dengan pemenang sebagai berikut: Merrie Agustine (STPNusa Dua Bali), Dina (STP NHI Bandung), dan Andi Medy Mega Makmur(Poltekpar Makassar). Masing-masing mereka telah berhasil memaparkan tentang contoh-contoh warisan budaya Indonesia yakni; babi guling sebagai kuliner atau makanan tradisional khas Bali (oleh Merrie), potensi sisa-sisa pertambangan yang dapat dijadikan objek wisata baru (oleh Dina), dan kapal tradisional Phinisi (oleh Andi Medy).

Mereka berhasil menyisihkan lebih dari 100 mahasiswa Indonesia dan Prancis dan 10 orang finalis yang berasal dari STP/Poltekpar/Akpar yang turut berpartisipasi pada kompetisi tersebut.Atas kemenangan ini, IFI-Kedutaan Besar Prancis memberikan hadiah berupa pelatihan pariwisata musim panas selama 1 minggu di Universitas Angers.

Atase Kerja Sama Pendidikan Kedubes Prancis Prof. Emilienne Baneth-Nouailhetas mengatakan, “Dalam kompetisi video-esai berdurasi 5 menit ini, para siswa menyampaikan gagasan dan harapannya mengenai pariwisata berkelanjutan (sustainability tourism) yang memperhatikan pelestarian warisan budaya. Kriteria penilaian mencakupkeaslian dan kejernihan gagasan serta kekuatan argumentasi dan kemampuan presentasi. Tahun lalu kami mengambil tema pariwisata dan pelestarian lingkungan hidup. Tahun ini kami kembangkan ke wacana pariwisata dan pelestarian warisan budaya. Harapan kami dengan diadakannya kompetisi ini, mahasiswa dapat menyalurkan gagasan-gagasan kreatif dan aplikatif dalam rangka mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia dengan mengambil contoh kasus yang ada di tanah air dan berkaca pada dunia internasional”.

Selama di Bali, para finalis mendapatkan kesempatan mengikuti sesi pembekalan yang dibimbing oleh para peneliti muda dari International Institute of Tourism, George Washington University yang merupakan mitra kerja sama STP Nusa Dua Bali dan mitra kerja program FITE. Para finalis mendapatkan masukan dan arahan dalam mempersiapkan presentasi oral dan visualisasi.


Related Blogs

    Share