Products-Page-1024x682

Terbang di atas permukaan tanah sudah biasa dan mungkin tidak terlalu menarik lagi. Namun, bagaimana jika terbang di atas permukaan air laut? Sebagian dari Anda mungkin masih asing dengan flyboarding. Olah raga atau permainan ini memang baru populer belakangan ini. Aksi Tonny Stark dalam film Iron Man memicu perwujudan olah raga atau permainan ini ke bentuk nyata.

Mungkin kita pernah menganggap untuk bisa melakukan hal tersebut hanyalah mimpi, dan atraksi tersebut hanya berlaku dalam dunia fiktif yang dikemas dalam film. Tetapi, Franky Zapata membius Anda lewat atraksi serunya ber flyboarding di atas permukaan air laut!

Franky Zapata, pemain jet ski andal dari Prancis, adalah penggagas olah raga flyboarding ini pada 2011. Mereka menyebutnya dengan nama flyboard, olah raga air yang mengombinasikan antara jet ski dan jet pack. Aksi tersebut untuk pertama kalinya dipertontonkan ke publik di perairan Gold Coast, Australia.

flyboard-queenstown

Perangkat flyboard mirip JetLev, sebuah perangkat yang juga bisa membuat pemakainya terbang di atas permukaan air. Perbedaannya, perangkat JetLev dipanggul di belakang punggung pemakai seperti tas ransel, sementara perangkat flyboard dipasangkan pada kaki pemakainya. Kegiatan olah raga yang memakai perangkat flyboard ini kini mulai populer di AS.

Nah, untuk menyeimbangkan badan saat terbang di udara, Anda dapat menggunakan perangkat yang dipasangkan di bagian tangan. Namun, untuk yang sudah ahli, cukup menggunakan perangkat flyboard di bagian kaki. Perangkat ini menggunakan tenaga dari air melalui mekanisme mesin jet yang kemudian disemburkan lewat sepasang nozzle yang membuat Anda melayang di atas air setinggi sekitar lebih dari 9 meter di atas permukaan air.

Dilengkapi jet, flyboard ini dipakai di bagian punggung dan kaki penggunanya. Dengan alat ini, pemakainya diajak berakrobatik di udara atau bahkan menyelam serta melompat ke atas air seperti lumbalumba. Cara kerja alat ini dengan menyedot air laut melalui selang besar pada jet pack dan mengeluarkan kembali dengan kekuatan besar. Bahkan katanya bisa mendorong pemakainya lebih dari 30 kaki ke udara.

Bila masih sulit membayangkannya, bisa diingat kembali adegan di film Iron Man saat Tony Stark bersiap-siap take off. Kedua tangan dan kakinya membentang lurus ke bawah layaknya mesin jet untuk mendorong baju besinya naik ke atas.

Peranti dengan fungsi sama pernah diperkenalkan ke publik awal tahun ini. Peranti itu bernama Jetlev. Tetapi, flyboard lebih fleksibel. Selain itu, harga flyboard jauh lebih terjangkau. Jika Jetlev dipatok dengan harga GBP 60.000 (sekitar 846,3 juta rupiah), flyboard hanya sekitar GBP 4.200 (sekitar 59,2 juta rupiah). Secara teknis, rancangan terbaru flyboard dan Jetlev tidak jauh berbeda. Keduanya memanfaatkan tekanan air yang masuk ke selang. Selain itu, keduanya membutuhkan jet ski untuk beroperasi.

Sebagai pencipta, Franky Zapata kemudian mematenkan alat tersebut di Institut Nasional de la propriété industrielle (INPI) Prancis. Dalam perkembangannya, sebagai olah raga ekstrem terbaru, flyboard cukup menegangkan.

Related Blogs

    Share