FF1

Kita terjebak di dalam tubuh ini dan terpaksa dinilai orang, padahal mungkin belum tentu begitu. Tapi kita tak mungkin bisa menjelaskan siapa diri kita sebenarnya di muka sosial, semaunya seenaknya menuduh yang bukan kita.

Lirik yang dibawakan Fithor Faris bercerita tentang body shaming, di mana kejadian ini selalu ada di sekitar dan rasanya akan selalu ada. Usaha apapun yang dilakukan generasi demi generasi, sosialisasi demi sosialisasi akan selalu ada celah untuk terjadi, pun dengan penghinaan dalam bentuk yang lainnya. Kita manusia sudah dipastikan diciptakan dalam bentuk yang tak seharusnya siapapun menolak, apapun bentuk kita dilahirkan. Usaha yang bisa kita lakukan adalah berusaha menjaga apa yang sudah diberi. Hal ini dapat menjadi pemicu manusia untuk menentukan keputusan demi keputusan di tahun-tahun setelahnya.

Selain body shaming, lagu ini juga bercerita tentang kondisi sosial yang sudah terlanjur ditentukan arah bagaimana “sebaiknya” dalam menjalani hidup. berangkat sekolah, pulang kerja, menunggu akhir bulan. rotasi ini terus berputar kencang dan diamini sebagian besar. sehingga orang-orang yang punya pemikiran berbeda di antara sosial itu lebih berpura-pura menjadi seperti mereka padahal sebaliknya, mereka mengambil jalur lain dan bersenangsenang dengan arahnya. Suka duka menjadi fondasi ketika ia mampu bertanggung jawab pada pilihannya.


=======================================================================================

For more info

Instagram: @fithorfaris


Related Blogs

    Share