Untitled-1Untuk ketiga kalinya acara Film Musik Makan diadakan di Jakarta oleh Kolektif. Tahun ini Film Musik Makan (FMM) akan memutar 4 film panjang, 10 film pendek, 2 penampilan musik, diskusi kampus tentang Film dan Klasifikasi, serta presentasi SEAFIC sebuah lab film internasional, ditemani sajian hidangan menyegarkan.

4 film panjang berjudul:
Potongan, Chairun Nissa, Tayang Perdana
White Shoes and The Couples Company Di Cikini, Henry Foundation, Tayang Perdana
How to Win At Checkers (Every Time), Josh Kim (& Produser: Edward Gunawan),
Berlinale, 2015
Alvin’s Harmonious World of Opposite, Platon Theodoris (& Produser: Sinto Nawangsari ), Slamdance Film Festival 2016

10 film pendek 10 sutradara:
The Floating Chopin, Wregas Bhanuteja, Hongkong International Film Festival 2016
Serpong, Lucky Kuswandi, Asian Film Archive 2015
Rumah, Yosep Anggi Noen, Okinawa International Movie Festival 2015
Kunjungan Spesial, Zen Al-Ansory, Singapore International Film Festival 2015
Semalam Anak Kita Pulang, Adi Marsono, Singapore International Film Festival 2015
Natalan, Sidharta Tata, Jogja-Netpac Asia Film Festival 2015
Amarta (Gadis dan Air), Bambang “ipoenk” K.M, Jogja-Netpac Asia Film Festival 2015
Kitorang Basudara, Ninndi Raras, Jogja-Netpac Asia Film Festival 2015
Simbiosis, Wiranata Tanjaya, Festival Film Indonesia 2015
Worked Club, Tunggul Banjaransari

Untitled-3Dua film yang akan tayang perdana adalah Potongan film dokumenter karya Chairun Nissa (Ilun), yang menyorot soal sensor film di Indonesia, diproduksi oleh rumah produksi Babibutafilm (www.babibutafilm.com); dan film dokumenter musik White Shoes and The Couples Company Di Cikini karya sutradara Henry Foundation (Betmen), diproduksi oleh White Shoes and The Couples Company (http://whiteshoesandthecouplescompany.org/web/) bersama Ruru Corps (http://rurucorps.com/home/).

Menurut Ilun, “Film Potongan mengangkat elemen Hak Asasi Manusia. Ironisnya, saat pembuat film Indonesia sedang tumbuh dan bersemangat untuk membicarakan persoalan manusia Indonesia, malah mendapatkan penolakan ‘lolos sensor’ oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Padahal, LSF memiliki sistem klasifikasi film yang bertujuan mengkategorikan film berdasarkan umur penontonnya, sehingga baik pembuat film maupun penonton  tidak dirugikan.”

Sementara film White Shoes and The Couples Company Di Cikini menceritakan tentang, “Hubungan antara WSATCC dengan area Cikini, terutama kampus Institut Kesenian Jakarta dan Taman Ismail Marzuki, sebagai titik awal terbentuknya WSATCC dan sangat mempengaruhi beberapa karya awal mereka”, ujar Betmen.

Turut diputar adalah film How to Win At Checkers (Every Time) arahan sutradara Josh Kim dan diproduseri Edward Gunawan. Film ini merupakan ko-produksi antara Indonesia, Thailand, dan Amerika Serikat. Serta film Alvin’s Harmonious World of Opposite karya Platon Theodoris. Platon adalah sutradara asal Australia yang banyak berkontribusi di dunia video musik Indonesia. Salah satu karyanya yang dikenal luas adalah adalah video musik Posesif karya musisi Naif, yang memperkenalkan Jeanny Atavia atau Avi.

aaFMM2016 akan menampilkan DJ Irama Nusantara dan MMS. Irama Nusantara adalah upaya pelestarian dan pengarsipan data serta informasi musik populer Indonesia, sedangkan MMS, yang terdiri dari tiga selekta Mar Galo (Jirapah), Mela dan Sartje (WSATCC), akan membawakan beragam lagu mulai dari disko, hip-hop, soul, indie, doo-wop hingga surf, dangdut, dan lagu anak-anak.

FMM2016 juga bekerjasama dengan 10 kampus di Jakarta untuk berdiskusi tentang Film dan Klasifikasi terkait berbagai isu SARA(S) plus seksualitas, bersama pegiat pemutaran film Hikmat Darmawan (Pabrikultur), Meiske Taurisia (Kolektif), Alexander Matius (Kineforum), Lulu Ratna (Organisasi Boemboe), serta narasumber Danny Irawan Yatim (Psikolog).

Setelah acara FMM2016, keempatbelas film-film yang tayang tersebut akan dibawa berkeliling bersama komunitas rekanan Kolektif seperti Rumata Art Space, INFIS, Minikino, Simamat, dan Sudut Pandang yang tersebar di beberapa kota, seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Palu, Makassar, Bali, Bengkulu, dan masih banyak lagi. Lewat program ini, Kolektif mengundang komunitas untuk memutar film-film tersebut di ruang alternatif.

Untuk menonton rangkaian film-film di acara Film Musik Makan 2016, diberlakukan donasi senilai 250.000 (terusan dua hari) atau 150.000 (harian). Untuk informasi dan reservasi acara Film Musik Makan 2016, hubungi: +62 812-9867-6326 atau email: filmmusikmakan@gmail.com dan ikuti @kolektiffilm di Instagram untuk info terbaru. Film Musik Makan diadakan 2-3 April 2016 di Goethe Haus mulai jam 10.00 – 22.000. Acara ini diselenggarakan oleh Kolektif didukung oleh Goethe Haus. FMM 2016 juga didukung oleh majalah All Film, NYLON Indonesia, Majalah Cobra, WhiteboardJournal,  Muvila.com, RURU Radio, dan Cinema Poetica.

Tentang Kolektif

Kolektif merupakan inisiatif distribusi film dari Yayasan Cipta Cita Indonesia, khususnya pemutaran alternatif ke ruang-ruang publik sejak tahun 2013. Kolektif bergerak dan mencari peluang kegiatan pemutaran serta lokakarya yang berkaitan dengan manajemen komunitas film, bersama komunitas-komunitas di seluruh Indonesia. Selain di Jakarta, Kolektif juga sudah mengadakan kegiatan di Aceh, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Palu, Makassar, Bali, Kupang, Ambon, dan akan terus berkegiatan di ruang-ruang alternatif lainnya. www.kolektif.id

Untuk info seputar kegiatan dan kerjasama hubungi kolektif.film@gmail.com atau 085714994437 (Nana)

 

www.kolektif.id

Instagram: @kolektiffilm

Twitter: @filmmusikmakan

Related Blogs

    Share