slave-to-the-grind-official-poster

Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menyelenggarakan pemutaran film dokumenter berjudul Slave To The Grind. Film arahan Doug Robert Brown tersebut akan diputar di lebih dari 20 kota di Indonesia selama akhir Oktober 2018.

Film ini digarap oleh rumah produksi Death By Digital yang berbasis di Toronto, Kanada, sejak tahun 2015 silam. Slave To The Grind merupakan film dokumenter sepanjang 100 menit, menceritakan kisah kelahiran genre musik tercepat dan paling agresif di dunia, hasil penggabungan antara musik Punk dan Metal.

Slave To The Grind secara primer diputar dalam Calgary Underground Film Festival di Calgary, Kanada, tanggal 21 April 2018 lalu. Sebagai rangkaian promosi, film ini juga telah diputar di berbagai festival musik dan film di berbagai negara diantaranya Obscene Extreme (Ceko), Oakland Deadfest (AS), San Francisco Frozen Film Festival (AS), Grossman’s Fantastic Film and Wine Festival (Slovenia) dan masih banyak lagi.

Slave To The Grind menampilkan banyak wawancara yang berasal dari musisi-musisi bawah tanah dunia diantaranya Pig Destroyer, Napalm Death, Brutal Truth, Repulsion, Carcass, Fuck The Facts, Municipal Waste, Discordance Axis, Anal Cunt dan masih banyak yang lainnya.

Menurut Afriyani Wibisono, koordinator pemutaran film Slave To The Grind di Indonesia, film ini akan diputar di beberapa kota dari beberapa pulau di Indonesia. Harapannya agar teman-teman baik penggiat musik maupun penggemar saling mendapatkan informasi. Ini juga jadi kesempatan baik untuk menunjukan bahwa antusias dan para pelaku musik bawah tanah di Indonesia layak diperhitungkan.

Terkait teknis pemutaran, Afriyani Wibisono telah melakukan komunikasi dengan teman-teman pelaku musik serta komunitas di kota-kota yang berpartisipasi dalam agenda pemutaran ini. Ia menambahkan, antusias dari teman-teman di berbagai kota sangat banyak, terlebih saat menit-menit terakhir. Sejauh ini ada 21 kota yang telah mengkonfirmasi kesediaan, dan mereka adalah teman-teman yang berasal dari berbagai kolektif.

Pemutaran film dokumenter Slave To The Grind di berbagai kota di Indonesia dilakukan dengan cara beragam. Ada yang diselenggarakan bersama acara musik atau membuat diskusi dengan tokoh-tokoh musik setempat. Pihak koordinator mempersilahkan teman-teman untuk membuat sendiri konten acaranya akan seperti apa, yang terpenting film ini bisa tersampaikan secara maksimal. Pemutaran film ini juga dilakukan secara swadaya oleh teman-teman di masing-masing kota yang terlibat.

slave-to-the-grind-indonesia-premiere-ig

==============================================================================================

For more info:

Facebook: Slave To The Grind – Indonesia Movie Screening


Related Blogs

    Share