FHAM-BODY

FESTIVAL HAM 2021 // KERJASAMA PEMERINTAH DAERAH DAN MASYARAKAT MEMPERKUAT TOLERANSI DAN KEBERAGAMAN MELALUI RANGKAIAN KEGIATAN KREATIF DAN INTERAKTIF

Indonesia bersiap menyambut Festival Hak Asasi Manusia (HAM) 2021 pada 16-19 November 2021. Kali ini, Kota Semarang akan menjadi tuan rumah acara tahunan ini dengan tema “Bergerak Bersama Memperkuat Kebhinekaan, Inklusi, dan Resiliensi”. Tema ini mengokohkan komitmen kerjasama antara pemerintah (daerah) dan masyarakat sipil dalam menjaga keragaman, pelibatan seluas-luasnya elemen bangsa dan negara, serta kuatnya daya tahan di tengah pandemi Covid-19.

Festival HAM merupakan upaya kreatif dari INFID, Komnas HAM RI, dan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk menyebarkan pesan-pesan hak asasi manusia, memberikan ruang bagi masyarakat dan pemerintah untuk berdialog dan bekerjasama menguatkan praktik-praktik baik penegakan HAM. Tidak hanya di tingkat nasional, melainkan juga peran aktif pemerintah daerah dalam mengimplementasikan pembangunan di Kabupaten/Kota yang berbasis HAM.

Festival HAM diharapkan menjadi upaya meluaskan aktor-aktor pemerintah daerah, agar mereka menjadi pihak terdepan dalam upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM. “Pemerintah Daerah menjadi pihak ke-3 tertinggi yang paling banyak diadukan oleh masyarakat dalam pengaduan yang diterima Komnas HAM. Tren global bahkan menunjukan peran penting Pemda dalam menegakan HAM dalam berbagai isu terkini, seperti SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan), bisnis dan HAM, pencegahan intoleransi, hingga penanganan dampak pandemi COVID19”, terang Yuli Asmini, Penyuluh Komnas HAM RI.

Kota Semarang terpilih sebagai tuan rumah tahun 2021 ini atas prestasi baik Pemkot Semarang dalam menjalankan program pemerintah lokal yang ramah HAM. “Semarang menunjukan terobosan dalam hal kebijakan. Misalnya, ada sebuah gereja yang tidak mendapat izin selama 20 tahun. Di bawah Walikota dan Pemerintahan sekarang akhirnya mendapatkan izin. Kemudian terdapat kebijakan yang ramah dengan teman-teman penyandang disabilitas. Sudah ada Perda yang baru saja diluncurkan”, ungkap Sugeng Bahagijo, Direktur Eksekutif INFID.

Festival HAM bersifat terbuka, bisa dihadiri semua elemen pemerintah (internasional, nasional dan daerah), masyarakat sipil, dan komunitas bisnis. Peserta bersama-sama bisa saling belajar mengenai sikap-sikap dan program ramah HAM melalui berbagai macam diskusi selama dua hari. “Mulai dari sesi pleno, paralel, side events, hingga site visit. Teman- teman bisa berinteraksi satu sama lain, bukan hanya dari narasumber. Bisa saling berbagi pengalaman, pemikiran, praktik-praktik baik, atau bisa juga berbagi pengalaman yang kurang baik dalam rangka mencari solusi terbaik sesuai dengan kearifan lokal masing- masing daerah”, ungkap Sunarman Sukamto, Tenaga Ahli Madya Kedeputian V KSP. Salah satu agenda Pemerintah adalah bagaimana pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil bertukar pikiran mengenai praktik baik pembangunan termasuk bagi kelompok rentan.

Gelaran tiga hari ini akan diisi dengan berbagai macam agenda interaktif, di antaranya pentas seni budaya juga dialog antara masyarakat dengan pemerintah. Salah satu acara unik lainnya adalah pertandingan seru olahraga Goal Ball. Olah raga ini didesain oleh atlet dengan gangguan penglihatan dan akan diikuti oleh tim dari masyarakat sipil dan tim dari Pemkot Semarang, Kantor Staf Presiden, Komnas HAM, INFID. Masyarakat dapat mengakses jadwal acara dalam Festival HAM 2021 pada laman www.festivalham.com.

Sesuai dengan tema inklusifitas yang diusung, Festival HAM 2021 sudah mempersiapkan seluruh petugas di Semarang untuk menyambut seluruh masyarakat yang akan hadir dengan fasilitas yang mumpuni, khususnya bagi penyandang disabilitas. “Pemkot Semarang bahkan memberikan pelatihan bagi seluruh panitia dan staf-staf hotel agar bisa melayani semua tanpa pengecualian, termasuk teman-teman penyandang disabilitas secara baik dan benar. Dalam hal etika berkomunikasi dan etika berinteraksi semua sudah dipersiapkan”, tambah Sunarman.

Festival HAM juga mengajak anak-anak muda untuk berperan dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dalam pelaksanaan Kota/Kabupaten HAM. Acara ini membuka ruang dialog dan panggung bagi anak-anak muda Indonesia untuk bersuara melalui berbagai kegiatan kepemudaan. “Kami menyiapkan berbagai macam lomba untuk para pemuda, seperti lomba membuat lagu/jingle, karya kartun, bahkan site visit juga tentu akan menarik
perhatian kawan-kawan muda untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang punya makna keberagaman,” terang Yuli.

Semarak Festival HAM akan diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri. “Rencananya Festival HAM 2021 akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, dihadiri 1.000 orang secara hybrid (daring dan luring), dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, organisasi masyarakat sipil, universitas, sekolah, media, perusahaan swasta, dan perwakilan negara lain”, pungkas Abdul Waidl, Senior Program Officer HAM & Demokrasi INFID.

=====================================================================================

For more info: 

Website: https://festivalham.com/id/

Instagram: @festivalham2021 @infid_id

Facebook: INFID

Twitter: infid_id

Youtube: INFID TV

Related Blogs

    Share