Teaser-Poster-Fazerdaze

Sebanyak tiga kolektif ibu kota—Studiorama, Noisewhore, dan Six Thirty Recordings—telah memutuskan bersekutu guna memboyong Fazerdaze ke Indonesia. Jadwal dan lokasi konser pun sudah dipastikan: 21 Oktober 2017 di Rossi Musik Fatmawati, Jakarta.

Uniknya, dan mungkin malah menyusupkan nilai sentimental terhadap konser, kedatangan Fazerdaze dapat dijadikan sebagai momen pulang kampung bagi Amelia Murray selaku pemilik proyek music ini. Meski lahir dan dibesarkan di Selandia Baru, ia memiliki sebagian darah Indonesia.

Rilisan perdana Fazerdaze ada dalam wujud album mini bertajuk sama dengan namanya yang keluar pada Oktober 2015. Ia merekamnya secara keseluruhan di Auckland, tepatnya di kamar tidur pribadi. Dengan bantuan multi – instrumentalis Jonathan Pearce, Murray menciptakan dream pop hangat dengan bebunyian gitar yang telah dimanipulasi pedal efek. Saat tampil di atas panggung sebagai Fazerdaze, Murray ditemani oleh bassist Gareth Thomas dan drummer Andrea Holmes.

Pada awal tahun ini, Fazerdaze merilis album penuh perdana Morningside lewat label rekaman independen legendaris Flying Nun Records yang daftar artisnya meliputi The Clean, The Chills, hingga Pavement. Pitchfork memuji album ini: “Effortless pop songs that are far less effortless than people think.”

Studiorama senang bisa berkesempatan untuk mendatangkan Fazerdaze kehadapan muda-mudi ibu kota.”Ini sejalan dengan misi kami untuk terus memanggungkan artis-artis potensial yang layak mendapat sorotan lebih, apalagi akan ada dua band pembuka dari dalam negeri yang akan kami umumkan menyusul,” ungkap perwakilan mereka.

Sementara itu, Noisewhore merasa antusias karena sudah telanjur jatuh hati dengan music Fazerdaze yang mereka anggap “menarik dan manis di kuping.” Mereka menambahkan, “Kesempatan bekerjasama dengan dua kolektif lain yang mumpuni juga mendorong kami untuk terlibat.”

Bagi Six Thirty Recordings, mendatangkan Fazerdaze bisa dianggap hal baru karena kebiasaan mereka dalam menyelenggarakan konser band-band yang cenderung keras. “Kami suka Fazerdaze dari segi music dan paras [tertawa]. Plus kami mau bikin orang tidak berpikiran kalau Six Thirty Cuma mau mendatangkan band-band keras,”terang mereka.

Informasi harga dan metode pembelian tiket konser Fazerdaze di Jakarta akan diumumkan menyusul. Harga akan terjangkau, namun baiknya mulai menabung dari sekarang guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Pantau terus media sosial Studiorama, Noisewhore, dan Six Thirty Recordings. Jangan sampai terlewat.

Related Blogs

    Share